
Brian dan Marvel pulang ke rumah dengan wajah kesal karena kejadian tadi di sekolah, membuat gadis kecil yang sedang bermain boneka menjadi bingung.
"Tata Blian ama tata Alvel to ga aci alam cih(kaka Brian sama kaka Marvel kok gak kasih salam sih)" tanya Sheila yang sedang berdiri, Sheila memang sering datang bermain ke rumah Brian.
"Kita lagi kesal dek" ucap Marvel.
"Tata esal napa(kaka kesal kenapa)" tanya Sheila.
"Di sekolah ada anak yang suka gangguin kita main" ucap Brian.
"Tata yan abal ya, ata mama olan abal di tayan Alloh(kaka yang sabar ya, kata mama orang sabar di sayang Allah)" ucap Sheila.
"Ia dek, makasih ya" ucap Brian mengelus kepala gadis kecil itu.
"Tata tal ain ama atu agi ya(kaka sebentar main sama aku lagi ya)" ajak Sheila.
"Iya kaka sama kak Marvel ganti baju dulu ya" ucap Brian dan gadis kecil itu hanya mengangguk patuh.
Gadis kecil itu berjalan ke arah dapur mencari keberadaan bibi.
"Bi, ela inta ail ya ela aus(bi, Sheila minta air ya Sheila haus)" ucap gadis kecil itu.
"Sebentar bibi ambilin ya" ucap bibi.
__ADS_1
Sheila duduk di kursi sambil menunggu bibi datang, sesekali gadis kecil itu bernyanyi dengan suara cadel nya, yang bagi siapa saja yang mendengar akan tertawa.
"Ini neng" ucap Bibi.
"Maaci ya bi(makasih ya bi)" ucap Sheila.
Tak lama kemudian Brian dan Marvel datang menemui gadis kecil itu yang sedang meminum air puti.
"Dek mommy mana" tanya Brian.
"Omy Isa agi te upel aket ata ya ga ama to, ela di ulu ungu tata ulan kola(mommy Nisa lagi ke supermarket kata nya gak lama kok, Sheila di suruh nunggu kaka pulang sekolah)" ucap gadis kecil itu.
"Ya udah kita main yuk di taman belakang" ajak Brian mengandeng tangan gadis kecilnya, di ikuti oleh Marvel di belakang mereka.
"Kita main yang lain aja ya dek" ucap Marvel.
"Ga au tata, ela au yaa ain asat-asat, ni ela da awa asat-asat ya(gak mau kaka, Sheila mau nya main masak-masak, nih Sheila udah bawa masak-masak nya)" ucap gadis kecil itu menunjuk permainan peralatan masak nya.
Lagi-lagi kedua bocah laki-laki itu saling pandang, masa iya mereka harus main masak-masak, ada-ada saja.
"Yo tata(ayo kaka)" ajak Sheila.
Brian dan Marvel pun hanya pasrah menemani gadis kecil itu, dari pada nanti nangis dan mengadu pada mom Nisa.
__ADS_1
Sheila pun mulai membongkar semua mainan yang ia bawa, sedangkan Brian dan Marvel hanya melihat.
"Tata to iam aja cih, tini antu ela uat asat atanan(kaka kok diam aja sih, sini bantu Sheila buat masak makanan)" ucap gadis kecil itu.
Brian pun menatap semua mainan itu, lalu mulai bermain dengan gadis kecilnya itu sedangkan marvel memegang pisau plastik seperti memotong sahur bohongan dan Sheila yang sedang memasak.
Benar-benar bermain tak masuk di akal buat kedua bocah laki-laki itu, Brian mendekat membisikan sesuatu pada Marvel.
"*Ntar habis main kita singkirin mainan ini ya" ucap Brian.
"Iya" jawab Marvel*.
"Tata ko isit-isit cih(kaka kok bisik-bisaik sih)" tanya Sheila karena melihat kedua kaka nya sedang berbisik.
"Gak papa kok dek, yu main lagi" ucap Brian.
Bersambung....
***Like...
Komen...
Vote***....
__ADS_1