
Tidak terasa usia kandungan Sisi kini sudah masuk usia 9 bulan 8 hari. Leo yang sedang membersihkan dirinya di kamar mandi, kaget mendengar suara teriakan sang istri. Dengan cepat Leo membilas sabun di seluruh tubuhnya, lalu mengambil handuk yang mengantuk di dekat nya dan berjalan cepat keluar kamar mandi.
Leo melihat sang istri tenga merintih menahan sakit perutnya, hal itu membuat Leo di landa rasa panik.
"Sayang perut aku sakit banget" ucap Sisi di selah rintihannya
"Kita ke rumah sakit sekarang sayang" ucap Leo setelah selesai memakai pakaiannya
Leo langsung mengendong sang istri keluar dari kamar menuju mobil, setelah perut sang istri semakin mem besar Leo memutuskan untuk menempati kamar di lantai bawa. Hal itu Leo gunakan untuk memudahkan mereka tampa harus menuruni tangga.
Leo tak lupa membawa semua perlengkapan sang istri berada di rumah sakit nanti, Leo melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah menunjukan pukul 8 malam.
Leo menjalankan mobilnya dengan sedikit cepat, ia melihat istri tercintanya yang sedang merintih mengusap perutnya.
"Sayang cepat sedikit adek udah mau keluar" ucap Sisi
"Iya sayang sabar yah, dikit lagi kita sampai ko" jawab Leo
30 Menit kemudian, mobil yang di kendarai oleh Leo, memasuki lobi rumah sakit dengan cepat Leo turun dan berteriak pada para perawat yang berjaga.
Ke dua perawat datang dengan membawa kursi roda, Leo dengan cepat mengendong sang istri duduk di kursi roda itu. Ke dua perawat itu membawa Sisi ke ruangan bersalin, di ikutin oleh Leo.
Setibanya di ruangan bersalin, Sisi di baringkan dan tak berselang lama kemudian seorang dokter masuk bersama dua perawat. Dokter lulu melihat kondisi Sisi.
"Sus, siapkan semuanya pasien sudah pembukaan" ucap Dokter
"Baik dok" ucap salah satu suster
__ADS_1
Leo dengan setia duduk di dekat sang istri, untuk menguatkan Sisi, Leo tak henti-hentinya menggenggam tangan sang istri.
"Tarik nafas dalam-dalam ya bu, lalu keluarkan perlahan" ucap Dokter
Sisi mengikuti apa yang di bilang oleh dokter, sedangkan Leo tak henti-hentinya mencium wajah istri tercintanya. Kalau boleh di gantikan biar Leo saja yang merasakan sakit yang di rasakan sang istri sekarang.
"Lagi bu sedikit lagi ya" ucap dokter
Sisi mengeluarkan semua tenaganya yang tersisa, peluh sudah membasahi seluruh wajah Sisi, tak lama kemudian suara tangisan bayi mengenang di dalam ruangan bersalin.
Ooeekkk...
Oooeekk....
Leo mengucapkan banyak syukur pada sang pencipta karena sudah di berikan keturunan, Leo memeluk sang istri dan menciumnya.
"Selamat ibu, bapak anaknya perempuan cantik seperti mamanya" ucap dokter tersenyum pada Sisi
Selesai suster membersihkan bayi kecil itu, suster memberikan pada Leo untuk di Iqamah. Pertama kalinya Leo mengendong putri kecil mereka.
Malam itu juga Sisi langsung di pindahkan ke ruang VVIP, dan malam ini Leo dan Sisi tidur bersama putri kecil mereka yang sangat mengemaskan itu, Leo juga tak lupa mengirim pesan pada sang boss.
******
Pagi hari di kediaman Nicko...
"Opi aya unda, unda opi aya" terdengar suara si kecil Brian sedang bernyanyi sambil menunggu sarapan buatan sang mommy
__ADS_1
"Myy, ama anet ci, adeh uda apel ni" ucap Brian lagi
"Iya sabar ya sayang bentar lagi selesai ko" jawab Nisa pada sang putra, Brian sudah duduk di meja makan dan masi mengenakan piyama tidurnya.
Tak lama kemudian, Nicko datang dengan setelan jasnya yang sudah rapi, ia harus cepat-cepat ke kantor, karena Leo sang asisten akan datang telat hari ini, karena istrinya baru saja melahirkan semalam.
"Ore maam na uda lesai" ucap Brian bersorak senang
"Sayang sarapannya mas, di taruh di kotak saja ya nanti mas sarapan di kantor" ucap Nicko mendekati sang istri
"Ko berangkat pagi mas" tanya Nisa
"Leo hari ini datang telat sayang, semalam istrinya melahirkan" ucap Nicko
"Sisi udah lahiran mas, ko Mas Leo gak bilang" ucap Nisa
"Mas baru baca pesan Leo tadi pagi sayang, nanti kita jenguk Sisi kalau mas udah pulang ya" ucap Nicko
"Iya mas, aku juga pengen liat keadaan Sisi" ucap Nisa
"Adeh uga myy" ucap Brian tak mau kalah
"Iya boy," ucap Nicko mencium gemes putranya itu.
Selesai Nisa menyiapkan kotak sarapan suaminya, Nicko langsung pamit pada istri nya. Nicko mencium kening Nisa dan mencuri kiss di bibir sang istri, tentu tak di lihat oleh putranya yang sedang asik menyantap sarapan paginya. Nicko juga tak lupa mencium sang putra sebelum berlalu dari ruang makan.
Bersambung....
__ADS_1
Like, komen sama Vote nya jangan lupa guys, Terimakasih๐๐๐๐