Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Hari pernikahan Sisi Dan Leo


__ADS_3

Sisi terlihat begitu cantik, dengan balutan kebaya putih yang melekat di tubuhnya. Sisi melihat pantulan dirinya di depan cermin, dan setetes air mata jatuh begitu saja dari sudut mata indahnya.


Di hari bahagianya kali ini, Sisi sangat merindukan kedua orang tuanya yang sudah di panggil oleh sang pencipta.


Tokk...Tokk...


Cclleekk....


Dengan cepat Sisi menghapus air matanya, sebelum ada yang melihatnya.


"Sisi..." panggil Nisa


"Nis.." Sisi langsung memeluk sang sahabat


"Pengantin jangan sedih dong, nanti ilang cantiknya" ucap Nisa mengusap punggung Sisi


"Gue kangen ke dua orang tua gue Nis" ucap Sisi lirih


"Iya aku ngerti ko, udah ya bentar lagi acaranya mulai" ucap Nisa


Ke dua sahabat itu melepaskan pelukan mereka, setelah mendengar ketukan pintu.


"Mbak Sisi, acaranya akan segera di mulai, Mbak di minta untuk turun ke bawa" ucap penata rias.


"Ayo" ajak Nisa


Sisi menuruni anak tangga satu persatu, dengan Nisa yang berada di sampingnya. Di bawa sana, Leo menatap calon istrinya tampa berkedip sampai Sisi duduk di samping Leo. Dan acara akad nikah pun segera di mulai.


Leo mengucapkan ijab kabul dengan sangat lancar tampa hambatan. Saat ini ke duanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri, Sisi mencium punggung tangan sang suami dan Leo mencium kening sang istri.


Nisa dan Nicko, juga beby Brian yang berada di gendongan sang daddy menghampiri ke dua mempelai untuk memberikan selamat.


"Selamat menempuh hidup baru ya sih" ucap Nisa memeluk sang sahabat


"Makasih ya Nis" jawab Sisi, balas memeluk Nisa


"Selamat ya, moga langgeng sampe kakek, nenek" ucap Nicko pada Sisi dan Asistennya


"Makasih banyak boss" ucap Leo pada sang boss


"Hallo ganteng" ucap Sisi mencium gemas pipi beby Brian


Leo hanya tersenyum melihat sang istri yang begitu gemes pada beby Brian, hal itu tidak luput dari pandangan sang bos.

__ADS_1


"Entar malam langsung bikin, tapi ingat pelan-pelan lo baru mau buka segel" Nicko berbisik dekat telinga Leo, yang langsung mendapatkan anggukan semangat dari Leo


"Mas, ngomong apa sih" tanya Nisa pada sang suami


"Para wanita diam saja, ini cerita para lelaki" ucap Nicko


Nisa dan Sisi cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah bos dan asistennya itu.


"Mas, sini adek sama aku" ucap Nisa


Nicko memberikan beby Brian pada sang istri, lalu Nicko dan Leo menyapa para rekan bisnis mereka yang hadir di acara itu, permintaan Sisi Ia tidak mau pesta yang mewah cukup sederhana, tapi ini bukan sederhana, tapi lebih terkesan mewah.


Selesai akad nikah, langsung di lanjutkan dengan acara resepsi. Saat ini Sisi dan Leo juga sudah berganti baju pengantin.


Ambar tidak ikut, dia memilih tinggal dan bermain dengan saudara nya Maura.


******


Kedua gadis kecil saat ini sedang bermain petak umpet di halaman depan rumah Maura.


"Ambar kamu merem ya jangan liat" ucap Maura melihat kiri dan kanan untuk mencari tempat persembunyiannya


Maura melihat pintu gerbang yang tidak tertutup rapat oleh pak satpam, dengan pelan Maura berlari kecil keluar dari pintu gerbang besar itu dan berlari cukup jauh sampai ke taman dekat rumahnya. ia mengumpat di balik bunga besar.


Ambar mulai membuka ke dua matanya dan melihat sekelilingnya tak ada siapa-siapa, tidak ada tanda-tanda Maura bersembunyi.


Ambar mencari Maura ke seluruh halaman rumah tapi tidak menemukan Maura.


"Maura sembunyi di mana sih" ucap Ambar


Ambar melangkah mendekati pak satpam yang berada di pos.


"Pak, liat Maura gak" ucap Ambar pada ke dua satpam yang berjaga


"Gak non, tadi bukannya main sama non Ambar ya" ucap pak tejo


"Maura gak ada pak" ucap Ambar lagi


Sedangkan di sisi lain Maura masi setia duduk di bawa rumput di balik bunga besar itu dengan diam.


"Kamu ngapain di situ" ucap seorang anak laki-laki sekitaran umur 7 tahun.


Maura mendongakkan kepalannya melihat anak laki-laki yang berdiri tak jauh darinya.

__ADS_1


"Kamu jangan berisik nanti Ambar dengar" ucap Maura menaruh jari telunjuknya di bibir kecilnya


Sedangkan anak laki-laki itu memandang heran pada gadis kecil yang sedang duduk di bawa rumput itu.


"Aneh..." ucap anak laki-laki itu lalu berbalik meninggalkan Maura sendiri.


Waktu kini suda menunjukan pukul 5 sore dan sang surya sebentar lagi akan tengelam ke ufuk barat.


Di kediaman rumah Maura, kini semuanya terlihat panik mencari keberadaan Maura yang menghilang dari 2 jam yang lalu, Erik sang daddy kini sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari sang putri.


*****


"Hikk... Hiik... Mommy,daddy" Maura menangis di bangku taman seorang diri. Tiba-tiba ada yang memberikan sapu tangan. Maura melihat si pemberi sapu tangan, adalah anak laki-laki yang itu.


"Kamu kenapa nangis" tanya anak laki-laki itu


"Aku mau pulang"ucap Maura


"Rumah kamu di mana" anak laki-laki


"Di sana.." ucap Maura menunjuk lurus ke depan membuat anak laki-laki mengikuti arah tunjuk Maura


"Jangan nangis lagi, ayo aku antar kamu pulang" ucap anak laki-laki ini mengajak Maura.


Maura pun mengikuti anak laki-laki itu, yang akan mengantarkannya pulang ke rumah. Karena hari sudah semakin gelap.


"Nama kamu siapa" tanya anak laki-laki itu


"Namaku Maura, kalau nama kamu siapa" tanya Maura balik, tapi belum sempat anak laki-laki itu menjawab. Tiba-tiba ada yang memanggil nama gadis kecil itu.


"Maura sayang" panggil seseorang yang tak lain adalah Erik


"Daddy.." teriak Maura berlari memeluk sang daddy


"Kenapa bisa ada di sini hheemm, mommy sama daddy kuatir nak" ucap Erik memeluk sang putri


Maura menceritakan semuanya pada daddy nya. Dari awal dia dan Ambar bermain petak umpet sampai dia keluar gerbang diam-diam sampai ke taman ini bertemu anak laki-laki itu, Erik membawa putrinya pulang setelah mengucapkan terima kasih pada anak laki-laki itu.


Bersambung....


Hay guys....


Jangan lupa Like,Komen sama Vote nya yah, biar aku makin semangat UP nya. Terimakasih😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2