
Nicko sudah siap dengan setelan jas kantornya, ia melangkah keluar kamar. Kemudian melangkah menuju kamar putra kecilnya.
Nicko melihat sang putra masi setia bergulung di balik selimut tebalnya itu. Nicko membangunkan bocah kecil itu, dengan mencium seluruh wajah sang putra.
Bocah kecil itu menggeliat merasakan ada yang mencium wajahnya, ke dua bola mata kecil itu di paksakan terbuka. Brian melihat sang daddy yang tak berhenti mencium wajahnya.
"Edyy, deli (Daddy geli" ucap Brian.
"Kau akhirnya bangun boy, ayo cepat bangun kita sarapan bareng" ucap Nicko mengajak sang putra bangun, Nicko ingin sarapan bersama putra kecilnya.
"Ia dyy" jawab Brian.
Bocah kecil itu turun dari atas tempat tidurnya, langsung mengambil handuk kecilnya dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Membuat Nicko tercengang melihat tingkah sang putra.
"Edyy..(daddy)" panggil Brian.
Dengan cepat Nicko melangkah masuk ke dalam kamar mandi itu, ia melihat putra kecilnya kesusahan menyalakan air shower, Nicko membantu sang putra melepaskan semua pakaian yang di kenakan oleh putra kecilnya. Nicko dengan talenta memandikan sang putra, ia tak perduli dengan jas kantornya yang basa terkena percikan air.
Selesai memandikan putranya, Nicko melangkah hendak mengambil baju untuk Brian tapi tangan mungil sang putra menghentikannya. Membuat Nicko mengernyit keningnya heran.
"Kenapa Boy" tanya Nicko.
__ADS_1
"Ade au ate aju erti edyy (Adeh mau pakai baju seperti daddy)" ucap Brian.
Nicko yang tak mengerti apa yang di maksud sang putra pun mengambil baju yang lain, tapi lagi-lagi bocah kecil itu tak mau memakai bajunya.
Tangan kecil Brian lalu membuka pintu lemari yang sebelah, yang berisikan setelan jas kecil miliknya.
"Adeh au ate aju itu dyy (Adeh mau pakai baju itu daddy)" ucap Brian dengan jari mungil nya menunjuk setelan jasnya.
"Buat apa boy, pakai ini aja ya" ucap Nicko memberikan setelan baju upin ipin.
"Ga au dyy(Gak mau daddy)" ucap Brian.
Nicko pun mengambil setelan jas kecil untuk Brian, jas yang biasa bocah kecil itu kenakan kalau lagi pergi ke acara. Jas yang senada dengan milik Nicko.
"Ate dyy, adeh au itut edyy te tantol (Pakai daddy, adeh mau ikut daddy ke kantor)" ucap Brian.
Nicko pun hanya menuruti apa yang di minta oleh sang putra kecilnya itu, setelah semua rapi, Nicko mengajak putranya menuju ruang makan. Nisa yang sedang menata sarapan, terkejut melihat penampilan sang putra yang sudah rapi.
"Padi myy (Pagi myy)" ucap Brian pada sang mommy.
Sakin terkejutnya, Nisa tak menjawab salam sang putra, Nisa masi melihat sang suami yang hanya mengangkat ke dua bahunya.
__ADS_1
"Adek mau ke mana" tanya Ambar pada sang adik.
"Adeh, aau itut edyy te tantol tata (Adeh mau ikut daddy ke kantor kaka" jawab Brian.
"Mas.." panggil Nisa.
"Myy, adeh au itut edyy te tantol ya(my, adek mau ikut daddy ke kantor ya)" ucap Brian bertanya pada sang mommy.
Bukan Nisa tak mengijinkan putranya ikut daddy nya, hanya saja Nisa takut nanti keberadaan sang putra hanya menganggu daddy-nya yang bekerja saja.
Nicko yang mengerti dengan kegundahan sang istri pun langsung menenangkannya.
"Gak papa sayang adek ikut mas ke kantor" ucap Nicko.
"Tapi kalau adek gangguin mas kerja gimana" tanya Nisa.
"Kan ada Leo yang bantuin mas sayang" ucap Nicko.
Nisa pun hanya menurut saja, tak mungkin juga ia melarang putranya yang sudah rapi dengan setelan jas kantornya.
Bersambung...
__ADS_1
Hay, hay guys,, Like, Komen sama Vote nya jangan lupa ya๐๐ ooh iya melai besok aku up cerita Ambar ya, soal kalian yang nanya apa judulnya nanti liat besok ya๐๐ cerita ini tetap lanjut kok celotehan Brian masi panjang๐