Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Penyesalan


__ADS_3

Tidak terasa kini usia kandungan Sisi, sudah memasuki 5 bulan, dan perutnya kini sudah sedikit membuncit. Leo menjadi bertambah posesif, selalu menasehati sang istri untuk tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tapi bukan Sisi nama nya dia hanya hamil saja bukan sakit parah.


Seperti sekarang ini, Leo baru saja pamit berangkat ke kantor karena ada meeting bersama bos besar Erlangga.


Meskipun suda ada ART yang di pekerjakan oleh Leo, tapi Sisi tak mau berdiam diri saja, bukannya ia tak mau mendengarkan apa kata suaminya, tapi ia adalah wanita yang suka beraktifitas dan tidak mau hanya berdiam saja.


Dengan perut besarnya, Sisi melangkah pelan ke arah taman belakang. Tujuan nya sekarang, adalah menyirami bunga-bunga yang ada di taman belakang.


ART yang melihat majikan wanitanya sedang menyirami bunga, langsung saja datang menghampiri Sisi.


"Bu, biar saya saja, ibu duduk di bangku situ saja" ucap ART sambil menunjuk sebuah bangku


"Gak papa Bi, kan cuma nyiram bunga aja" jawab Sisi


"Tapi nanti kalau ketahuan bapak gimana" ucap ART


"Suami saya gak bakalan tau Bi, jadi bibi tenang aja ya" ucap Sisi


"Ya udah, bibi bersihin kolam kalau gitu ya" ucap ART, yang mendapat anggukan kepala oleh Sisi


Sisi kembali dengan menyirami semua bunga-bunga yang ada di dekatnya.


******

__ADS_1


Di tempat lain....


Seorang pria sedang memaki semua karyawan-karyawan nya, semua menunduk takut tak ada yang berani menatap nya.


Setelah memaki semua karyawannya, pria itu kembali ke ruangannya dengan wajah yang menahan emosi, pria itu menutup pintu dengan membanting nya. Pria itu menghempaskan bokong nya di kursi kebesarannya dan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Ke ruangan saya sekarang" ucap pria itu lewat telpon


Tak lama kemudian masuklah seorang pria yang seumuran dengan pria itu, yang tak lain adalah asisten pria itu.


"Apa kau belum menemukan nya" tanya pria itu yang tak lain adalah Alex


"Belum Tuan, terakhir saya melacak keberadaan nona di Canada tuan" ucap sang asisten


Asistennya dengan perasaan takut, tiap hari kelakuan tuanya makin menjadi-jadi saja.


Sementara itu di dalam ruangannya, Alex memikirkan sang istri yang entah di mana keberadaan nya. Alex kembali mengigat kejadian 5 bulan lalu.


*Flashback on....


"Aku tau itu, karena itu aku minta maaf sama kamu, aku janji sama kamu setelah anak itu lahir kami akan bercerai" ucap Alex begitu saja, membuat hati Elizabet kembali senang.


Tiba-tiba keduanya di kaget kan dengan suara anak buah Alex yang datang melapor.

__ADS_1


"Ada apa" ucap Alex


"Maaf saya menganggu tuan, nono Carolin barusan pergi dengan membawa sebuah koper" ucap seorang bodyguard


Alex yang mendengar nama Carolin dengan. cepat berlari ke kamar yang di tempati oleh nya dan Carolin, dan benar saja semua pakaian wanita itu gak ada satu pun yang tertinggal.


Alex menyesali kebodohannya, berkata akan menceraikan sang Carolin setelah bayi itu lahar, dan pasti Carolin sudah mendengar itu semua.


Flashback off*...


"Honey kamu di mana" ucap Alex seorang diri


Alex bangkit berdiri melangkah ke arah lemari yang ada di dalam ruangannya. Ia mengambil sebotol bir dan segelas kaca, Alex membuka tutup botolnya dan menuangkan nya ke dalam gelas, lalu meneguk nya sekali teguk.


Alex membayangkan wajah sang istri, jika saja wanita jahat itu tidak datang untuk mengacaukan semuanya tentu semuanya tidak jadi seperti ini, Carolin tidak akan pergi darinya. Alex yang mengetahui rencana jahat Elizabet agar perkataannya bisa di dengar oleh Carolin, membuat Alex benci pada Elisabet dan menceraikan wanita itu, setelah mendapat bukti dari orang suruhannya yang mengatakan Elisabet juga berselingkuh di Amerika.


Alex menghabiskan sebotol bir, yang membuatnya tak sadarkan diri, seperti inilah ia setiap hari.


Bersambung...


***Guys jangan lupa...


Like, Komen sama Vote yah. biar aku semangat UP nya***.

__ADS_1


__ADS_2