
Leo mencium kening sang istri lalu menatap wajah Sisi dengan senduh, Leo sedih melihat sang istri seperti ini.
"Jangan katakan itu lagi sayang, aku gak suka" ucap Leo memeluk Sisi
"Maaf" ucap Sisi lirih dan membalas pelukan suaminya.
Sejujurnya Sisi hanya takut kalau nanti ia tak bisa memberikan keturunan pada sang suami, padahal ia tau Leo sangat ingin punya banyak anak darinya.
"Aku nerima kamu apa adanya kok, mungkin kita belum di kasi aja sama Allah, jadi kita sabar aja ya" ucap Leo dengan lembut.
Sisi hanya mengangguk dengan patuh apa yang di katakan oleh sang suami, ia sangat bersyukur karena masih ada pria yang mau menerima nya apa adanya.
"Senyum dong, biar cantiknya nambah" ucap Leo menggoda sang istri.
"Apaan sih" ucap Sisi menyembunyikan wajahnya.
"Gemas banget si istri aku" ucap Leo.
Asik mengobrol sampai lupa waktu, kalau saat ini jam sudah semakin siang hari.
Ddrraatt.. Ddrraatt..
__ADS_1
Suara getaran ponsel milik Leo berdering di atas meja nakas pertanda panggilan masuk, Leo meraih ponsel miliknya dan melihat si penelpon yang tak lain adalah sang boss.
"Iya boss" ucap Leo setelah panggilan telponnya tersambung
"Kau sedang apa, kenapa kau belum ke kantor, sudah jam berapa ini" ucap Nicko dari seberang sana
Leo melihat jam dinding yang menggantung di kamar mereka sudah menunjukan pukul 9 pagi, pasti bos nya sudah sampai duluan.
"Setega jam lagi saya tiba di kantor bos" ucap Leo
Leo yang tak sengaja tangannya bersentuhan dengan benda kenyal milik sang istri, sampai Sisi mendesah tiba-tiba..
"Aahhss" desah Sisi
"Saya tunggu setengah jam, kalau belum datang juga, gaji mu saya potong" ucap Nicko dan langsung mematikan panggilan telponnya.
"Sayang yang telpon barusan Mas Nicko ya" ucap Sisi
"Iya sayang, dia minta mas harus cepat ke kantor" ucap Leo.
"Ya udah mas siap-siap" ucap Sisi.
__ADS_1
"Iya sayang mas mandi dulu ya, mau mandi bareng gak" ajak Leo.
"Gak mas mandi dulu aja" ucap Sisi sambil tersenyum, lalu Leo masuk kedalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Leo sudah rapi dengan setelan jas kantornya, ia melihat jam yang melingkar di tangannya, ia sudah telat pasti kena amukan oleh sang bos. Sisi membantu Leo untuk memakaikan dasi setelah semua sudah siap Leo bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
"Sayang aku berangkat ya, kamu gak papa kan di rumah" tanya Leo masi engan meninggalkan sang istri sendiri.
"Iya sayang gak papa kok, kamu hati-hati di jalan ya jangan lupa makan siang" ucap Sisi.
Sebelum pergi Leo menyempatkan memeluk sang istri dan mencium kening Sisi cukup lama, Sisi juga tak lupa mencium punggung tangan sang suami sebagai tanda hormatnya pada sang suami.
"Aku berangkat ya" ucap Leo.
"Iya sayang hati-hati ya" ucap Sisi.
Leo pun berangkat ke kantor, dalam perjalanan pikiran Leo tertuju pada sang bos yang tak sengaja mendengar suara sang istri tadi.
"Bos mikirnya apa ya, dengar suara Sisi tadi" ucap Leo dalam hati, sambil fokus menyetir mobil.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya guys....