
Mobil yang di kendarai oleh Leo pun akhirnya berhenti tepat di depan lobby rumah sakit. Nicko menuntun ke dua bocah kecil itu keluar, begitu pun dengan Leo.
Mereka berjalan di koridor rumah sakit, terlihat beberapa perawat yang sedang berlalu lalang, Nicko, Leo dan ke dua bocah kecil itu menaiki lift menuju lantai 5 di mana ruang rawat VVIP kakek Erlangga berada.
Ting...
"Edyy uanan akek asi yau ya(daddy ruangan kakek masih jauh ya)" tanya Brian mendongak melihat sang daddy.
"Dikit lagi sampai kok boy" ucap Nicko mengusap kepala sang putra.
Tiba di depan ruangan kakek Erlangga, Nicko langsung membuka pintu lalu masuk bersama Brian, Marvel dan juga Leo.
"Akekkk...(kakek)" teriak Brian dan Marvel berlari mendekati ranjang rawat kakek.
"Ehh cucu-cucu kakek" ucap kakek Erlangga.
"Dad, bagaimana keadaan daddy sekarang" tanya Nicko.
"Alhamdulilah nak, daddy sudah lebih baik" ucap kakek Erlangga.
__ADS_1
Nicko mengobrol bersama sang daddy sebentar, sedangkan Brian dan Marvel sedang duduk bersama eyang tania di sofa yang ada di ruangan itu.
Selesai mengobrol Nicko dan Leo pamit pergi ke kantor, sedangkan Brian dan Marvel tinggal di rumah sakit bersama eyang mereka untuk menjaga kakek Erlangga.
"Akek, atit apa(kakek, sakit apa)" tanya Brian saat ini ia dan Marvel tengah duduk di sisi ranjang kakek mereka.
"Kakek sakit asma boy, susah bernafas" jawab kakek.
"Akek epat embu ya, anti iapa yan au asih ita uan ajan(kakek cepat sembuh ya, nanti siapa yang mau kasih kita uang jajan)" ucap Brian.
"Ia akek epat embu ya(iya kakek cepat sembuh ya)" ucap Marvel juga.
Kakek Erlangga tersenyum dan mengusap ke dua kepala cucunya itu bergantian, sedangkan eyang Tania juga ikut tersenyum mendengar perkataan cucu-cucu nya.
"Akek ita iditin ya(kakek kita pijitin ya)" ucap Brian.
"Boleh" ucap kakek
"Alvel ayo amu iditin aki akek yan atu ya, atu yan ini(Marvel ayok kamu pijitin kaki kakek yang satu ya, aku yang ini)" ucap Brian.
__ADS_1
Kedua bocah itu pun mulai memijit betis kakek mereka, biarpun buat kakek pijitan ke dua cucu nya terasa geli karena ke dua tangan mungil mereka bergerak-gerak dengan pelan.
"Assalamualaikum" ucap Nara yang baru saja masuk bersama sang suami.
"Wa'alaikumsalam, alaitum alam" jawab kakek, eyang dan juga Brian dan Marvel.
"Omyy(mommy)" panggil Marvel.
"Hay sayang kalian lagi apa" tanya Nara, karena ia sudah mengetahui dari adiknya kalau Brian dan Marvel berada di rumah sakit.
"Ita agi iditin akek oty, ial apat uan ajan ia tan ke(kita lagi pijitin kakek aunty, biar dapat uang jajan iya kan kek)" ucap Brian, membuat kakek tertawa di buatnya.
"Iya boy" ucap kakek sambil tersenyum.
"Boy kok udah gak pulang-pulang sih, daddy kangen" ucap Erik mencium sang putra.
"Alvel uda etah ingal di uma Blian ucel(Marvel udah betah tinggal di rumah Brian uncle)" ucap Brian.
"Ia edyy, di uma Blian atu unya eman alo di uma ga ada asa atu lus eman ama bibi(iya daddy, di rumah Brian aku punya teman kalau di rumah gak ada masa aku harus temanan sama bibi)" ucap Marvel, membuat Erik terkekeh geli melihat wajah lucu putra kecilnya itu.
__ADS_1
Bersambung....
Like, Komen sama Vote ya....