Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
(Brian & Marvel) Sheila Sakit


__ADS_3

Dengan berat hati Brian dan Marvel menemani gadis kecil itu bermain masak-masak, wajah Sheila berbinar bahagia melihat kedua kaka laki-laki nya dengan suka telah menemaninya bermain.


"Na talan ela ati oya ya, tata Blian ada opil alo tata Alvel adi utan asat (nah sekarang Sheila jadi nyonya ya, kaka Brian jadi sopir kalau kaka Marvel jadi tukang masak)" ucap Sheila.


Membuat Brian dan Marvel saling pandang mendengar perkataan gadis kecil itu.


"To tata iam cih(kok kaka diam sih)" tanya Sheila karena melihat kedua bocah laki-laki itu hanya diam.


"Gak papa kok, iya kamu jadi nyonya nya ya" ucap Brian, membuat Marvel mendekat dan membisikkan sesuatu.


"Kok kamu main setuju aja sih, gak sejalan tau gak" ucap Marvel kesal.


"Yah gak papa, dari pada dia nangis kan kita repot juga" ucap Brian.


"Kamu ini alasan aja, masa anak orang kaya jadi tukang masak-masak sih" ucap Marvel.


"Lah terus kamu mau jadi apa" tanya Brian.


"Aku mau jadi CEO di perusahaan daddy ku" ucap Marvel.


"Beh, sekolah masih TK aja udah mau jadi CEO" ucap Brian.


"Suka-suka aku dong" ucap Marvel.

__ADS_1


Bisik-bisik kedua bocah itu terhenti mendengar Sheila sedang mengeluarkan semua mainan nya dari dalam tempatnya.


"Yo ain to alin ala isit-isit cih(ayo main kok kalian malah bisik-bisik sih)" tanya Sheila.


Brian dan Marvel menemani gadis itu bermain sampai dua jam lamanya, Brian dan Marvel sudah terlihat bosan tapi tidak dengan gadis kecil itu.


"Wajah kamu kenapa" tanya Brian.


"Aku udah bosan mau main kaya gini, main boleh ke atau apa ini main masak-masak" ucap Marvel kesal.


"Hehehe yang sabar ya" ucap Brian sambil terkekeh.


Brian melihat ke arah gadis kecilnya yang berkeringat, Brian mendekat dan mengelap keringat itu dengan lembut.


"Pala ela usin tata(kepala Sheila pusing kaka" ucap gadis kecil itu.


"Di stop dulu mainnya ayo kita masuk ke dalam cari mommy" ajak Brian.


Gadis kecil itu pun hanya mengangguk patuh sambil di tuntun oleh Brian, di ikuti oleh Marvel dari belakang.


"Mom, adek Sheila sakit kepala nih" ucap Brian.


"Ya Allah sayang, sini baring dulu ya" ucap mom Nisa.

__ADS_1


Nisa mengabari sang sahabat yang baru sejam berangkat ke tokoh bunga miliknya, ya Sisi memiliki toko bunga pemberian sang suami.


Sisi yang mendengar putri semata wayangnya sakit pun langsung menghubungi sang suami, lalu ia kembali ke rumah Nisa.


Sedangkan Leo di kantor meminta ijin pada sang bos untuk melihat kondisi sang putri kecilnya.


"Masih sakit sayang" tanya mom Nisa.


"Ia my atit tini(iya my sakit sini)" ucap gadis kecil itu menunjuk kepalanya.


"Kita tunggu mama sama papa ya, kita akan ke rumah sakit" ucap mom Nisa.


Brian memandang sedih sang gadis pujaan terbaring di atas sofa, ia merasa kasian tadi gadis itu masih ceria dengan mengajak mereka bermain tapi sekarang harus merasakan sakit.


Brian mendekat dan mengusap kepala gadis itu, di mana rasa sakit yang ia rasakan membuat Sheila dengan pelan tertidur sampai suara deng kurang nya terdengar jelas, tak lama kemudian Sisi datang dan di susul oleh Leo.


Leo langsung mengendong putri kecilnya keluar dari kediaman sang bos untuk pergi ke rumah sakit, mom Nisa, Brian juga Marvel juga ikut ke rumah sakit mengunakan mobil yang satu di kendarai oleh pak sopir.


Bersambung....


**Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya guys...


Terimakasih...❤❤**

__ADS_1


__ADS_2