Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Nicko Panas Dingin


__ADS_3

Keesokan paginya si kecil Brian sudah siap dengan tas kecilnya bersama sang kaka di ruang tengah, karena sebentar lagi sang daddy akan datang menjemput mereka.


"Assalamualaikum.." ucap Nicko memberi salam masuk dari pintu utama


"Altumalam,, Wa'alaikumsalam.." ucap ke dua bocah kecil itu dan juga lainnya


"Edy...(daddy)" panggil Brian berlari memeluk sang daddy


"Hay boy, gimana kamu gak nangis kan tidur sama Marvel" tanya Nicko memeluk sang putra


"Ga edy tan ali ni au temu adeh ela(gak daddy kan hari ini mau ketemu adek Sheila)" ucap Brian bersemangat


"Adek Sheila itu siapa sayang" tanya Nara yang duduk di dekat sang suami


"Adeh ela itu atal atu oty(adek Sheila itu pacar aku aunty)" ucap Brian dengan bangga nya


Membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa dengan tingkah lucu bocah kecil itu.


"Ia tan dyy adeh ela atal adeh(iya kan daddy, adek Sheila pacar adek)" ucap Brian


"Iya boy" ucap Nicko


Nicko mengobrol sedikit bersama sang kaka Nara dan Erik kaka iparnya, setelah itu Nicko dan ke dua anaknya pamit karena si kecil Brian sudah gak sabar pengen ketemu adek Sheila.

__ADS_1


"Edy, yo ulan adeh uda anen anet ama adeh ela(daddy ayo pulang adek udah kangen banget sama adek Sheila)" ucap si kecil Brian


"Iya boy" ucap Nicko


"Kak, Rik kita balik dulu ya" ucap Nicko


"Iya hati-hati" ucap Nara dan Erik


"Alvel atu ulan ula ya, anti ita ain agi ote(Marvel aku pulang dulu ya, nanti kita main lagi oke)" ucap si kecil Brian


"Ote(oke)" ucap Marvel memeluk sohib nya


Begitu pun dengan Maura dan Ambar tak lupa berpelukan karena Ambar akan pulang ke rumahnya dan mereka berjanjian akan bertemu lagi besoknya di sekolah.


Nicko dan kedua anaknya pun keluar dari kediaman rumah sang kaka, bocah kecil itu meminta duduk di kursi depan bersama sang daddy sedangkan sang kaka duduk di kursi penumpang.


Mobil Nicko keluar dari halaman rumah mewah itu, dan melaju dengan pelan di jalan raya yang belum terlalu ramai itu, sesekali bocah kecil yang duduk di dekat sang daddy pun berceloteh tak jelas, entah itu bernyanyi dan berbicara melihat pejalan kaki di pinggiran jalan.


Tiba-tiba bocah kecil itu melihat sang daddy dengan fokus seperti sedang memikirkan sesuatu, Nicko yang melihat sang putra sontak langsung saja bertanya.


"Ada apa boy" tanya Nicko


"Edy ga ulun omy di amal tan(daddy gak kurung mommy di kamar kan)" tanya bocah kecil itu dengan pandangan curiga

__ADS_1


"Gak lah sayang, kalau tidur ya pasti sekamar boy" ucap Nicko berusaha cari alasan


"Was aja alo edy oong (awas aja kalau daddy bohong)" ucap bocah kecil itu


Ambar membiarkan ke dua pria yang duduk di depan berceloteh, dan tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Nicko memasuki halaman rumah mewah itu, dengan tak sabaran si kecil Brian turun dari mobil dan berjalan masuk langsung mencari keberadaan sang mommy.


"Boy pelan-pelan nanti jatoh" ucap Nicko memperingati sang putra dari belakang


"Omyyy...(mommy)" panggil Brian


"Iya sayang, putra mommy udah pulang ya, kaka mana nak" tanya Nisa


"Tu ama edy(tuh sama daddy)" tunjuk Brian pada ke dua orang yang berjalan mendekat ke arah mereka.


Brian kembali memeluk leher sang mommy, tiba-tiba ke dua mata kecilnya tak sengaja melihat bercak ke unguan di pundak sang mommy.


"Omyy, ni apa to ela-ela cih(omyy, ini apa kok merah-merah sih)" tanya si kecil Brian membuka lebih besar baju yang di kenakan sang mommy.


Dan langsung membuat Nicko panas dingin, ternyata ia membuat hasil karyanya di tempat yang bisa di jangkau mata.


Bersambung....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...

__ADS_1


Maaf kemari author gak up, karena lagi kurang sehat mungkin faktor cuaca juga, hari ini pagi-pagi aku usahain up, biar para pembaca setiaku gak ke gantung dengan cerita Blian dan Alvel.


__ADS_2