Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Ikut Kakek dan Eyang


__ADS_3

Setelah melewati drama Brian yang merajuk pada sang daddy, kini bocah kecil itu memutuskan ikut kakek dan juga eyang nya ke rumah utama.


"Adek yakin mau ikut kakek sama eyang" tanya Nisa pada putra kecilnya.


"Ia myy, adeh au itut akeh" jawab Brian.


"Boy, kan daddy udah minta maaf, daddy benar-benar gak sengaja" ucap Nicko membujuk sang putra, biarpun bukan sepenuhnya itu salahnya.


"Adeh, ga auu adeh au itut akeh (Adeh gak mau adeh mau ikut kakek)" jawab Brian melangkah jauh dari dekat daddy nya.


Nicko membuat nafasnya dengan kasar, ia tak tau harus membujuk putranya itu dengan cara seperti apa.


"Gak papa dekat ko, cuma ke rumah sama daddy dan mommy" ucap Erlangga menepuk pundak sang putra.


"Iya dad, nanti telpon Nicko yah kalau ada apa-apa" ucap Nicko.


Brian pun ikut eyang dan kakek nya ke rumah utama, tak lupa juga bocah kecil itu membawa pesawat barunya yang di belikan oleh kakek nya yang ke dua kalinya,. Nisa sampai geleng kepala melihat tingkah putranya kalau lagi ngambek seperti itu.


"Myy, dyy, tata, elan adeh, itut akek tama elan ya" ucap Brian tak lupa berpamitan pada semuanya.


Erlangga dan Tania membawa cucunya ke rumah utama sesuai permintaan bocah kecil itu yang sedang merajuk pada sang daddy.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh pak sopir memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi, Tania dan Erlangga mengajak cucu mereka ikut turun.

__ADS_1


Setibanya di dalam, Brian melihat Marvel yang sedang bermain mobil-mobil lan. Marvel adalah sepupu Brian adik dari Maura.


"Alvel.." panggil Brian berlari kecil.


Marvel mendongakkan kepalanya, melihat seseorang yang memanggilnya.


"Ilan.." ucap Marvel.


Usia Marvel dan Brian cuma beda 3 bulan, jadi cara bicara mereka sama cadelnya.


Brian bermain bersama Marvel, ke duanya bermain mobil-mobil lan dan juga robot-robotan dengan seru.


"Alvel tita ain tawat yu" ajak Brian.


"yu.." jawab Marvel.


Kedua bocah kecil itu berjalan mencari keberadaan sang kakek, untuk menemani mereka bermain.


"Akek, ain tawat ama tita ya" ucap Brian setelah menemukan kakek mereka di halaman belakang.


Erlangga melihat ke dua cucunya itu dan langsung mengiyakan permintaan ke duanya, mereka bertiga pun bermain pesawat di halaman rumah yang begitu luas itu.


*****

__ADS_1


Kediaman Rumah Nicko....


"Sayang kenapa melamun" ucap Nicko yang melihat istrinya melamun di balkon kamar mereka.


"Rumah terasa sepi ya mas gak ada celotehan adeh" ucap Nisa.


"Adeh kan cuma ke rumah daddy sama mommy sayang" ucap Nicko yang berusaha membujuk sang istri.


"Besok kita ke sana yah" ucap Nicko.


Nicko memeluk sang istri, yang saat ini sedang bersedih karena putra mereka sedang berada di kediaman sang kakek.


"Udah gak usah sedih ya" bujuk Nicko.


"Iya mas" jawab Nisa tersenyum manis.


"Buatin mas kopi dong" ucap Nicko.


"Oke, mas tunggu ya aku buatin dulu" ucap Nisa.


Nisa pergi ke dapur untuk membuatkan kopi permintaan sang suami.


Bersambung....

__ADS_1


***Gimana lucu kan Brian,, yang suka ama celotehan Brian udah aku UP tuh, jangan lupa LIKE, KOMEN sama VOTE yah biar aku semangat UP nya. Terimakasih😊🙏🙏


Jangan lupa mampir ya di karya aku yang satu, judulnya "Zahra'Tul Syita" thanks***.


__ADS_2