
Tak terasa usia kandungan Nisa kini sudah sembilan bulan, tinggal menunggu hari bayi yang ada di dalam perut nya akang segera lahir ke dunia.
Nicko sang suami sudah siap siaga. Nicko tidak mau melewatkan momen mendampingi sang istri melahirkan nanti.
Nicko melimpahkan semua pekerjaan nya pada sang asisten Leo, Nicko cuti selama sebulan untuk mendampingi Nisa tapi ia tetap memantau pekerjaan para karyawannya dari rumah.
Saat ini Nicko sedang menyuapi sang istri tiba-tiba Nicko menjadi panik melihat Nisa meringis kesakitan sambil mengelus perut nya yang besar.
"Sayang kenapa" ucap Nicko panik
"Kram lagi mas" jawab Nisa sambil mengelus perut nya
"Gak sakit kan sayang" ucap Nicko
"Gak mas cuma kram ko" jawab Nisa tersenyum melihat raut wajah kuatir Nicko
Nicko melanjutkan menyuapi sang istri sesekali mereka berdua bercanda sambil Nicko mengelus perut istrinya.
******
Wijaya Group....
Leo baru saja selesai memimpin rapat untuk mengantikan sang bos yang sedang cuti menemani sang istri tercinta.
Leo keluar dari ruangan rapat dengan di ikuti Sintia sekertaris Nicko.
"Pak makan siang nanti mau saya pesankan untuk makan siang bapak" ucap Sintia sok akrap
"Tidak usah saya ada janji makan siang bersama pacar saya" ucap Leo sengaja menekan kata pacar biar wanita itu tau
"Iya pak" ucap Sintia tersenyum paksa
Leo melangkah masuk ke dalam ruangan nya karena masi ada 1 jam waktu makan siang, Leo melanjut kan pekerjaan nya semenjak di berikan tanggung jawab oleh sang bos Leo jarang bertemu sang kekasih, terkadang ia lembur dan pulang larut malam sampai tidak sempat menemui Sisi di kosan nya.
Semenjak kejadian tempo hari di mana ayah tiri Sisi selalu memaksa Sisi untuk di jadikan jaminan hutang ayah tiri nya, Leo mencarikan kos-kosan untuk sang kekasih agar ayah tiri Sisi tidak bisa menganggu nya lagi.
Dan hari ini Leo akan menebus semua hari-hari nya tampa bertemu dengan Sisi dengan mengajak makan siang bersama di salah satu restoran bintang lima.
******
Kediaman Rumah Wijaya....
Pasangan yang sudah tak lagi muda itu kini sedang bermesraan di ruang tenga, siapa lagi kalau bukan Mom Tania dan Daddy Erlangga.
"Mommy ko makan cantik aja" ucap Dad Erlangga menggoda istrinya
__ADS_1
"Daddy kalau udah gini pasti ada maunya" ucap mom Tania
Daddy Erlangga tersenyum mesum melihat sang istri tercinta nya.
Tanpa aba-aba Daddy Erlangga langsung mengendong sang istri masuk ke dalam kamar mereka.
"Dad, turunin mommy" ucap mom Tania
"Nanti daddy turunin di kamar my" ucap Daddy Erlangga
Mom Tania lingkarkan kedua tangannya di leher sang suami.
Tiba di kamar dad Erlangga menurunkan istri nya lalu langsung memeluknya dari belakang hal itu membuat mom Tania menjadi heran di buat nya.
"Dad, ngapain sih geli tau" ucap mom Tania.
"Udah mommy diam aja" ucap daddy Erlangga
Ddrratt... Ddrraatt..
Ponsel milik mom Tania yang ada di atas nakas bergetar pertanda ada panggilan masuk.
"Dad, berhenti dulu ponsel mommy bunyi" ucap mom Tania
"Bentar my nanggung" ucap dad Erlangga
"Ganggu aja" ucap dad Erlangga dengan kesal
"Iya sayang ada apa" ucap mom Tania setelah panggilanpter sambung
"......."
"Apa,, iya mommy sama daddy ke sana sekarang" ucap mom Tania dan langsung mengakhiri telpon nya
"Dad, Menantu kita mau melahirkan dad" ucap Mom Tania
"Gagal lagi" ucap dad Erlangga dengan tak semangat
"Ayo cepat dad, pakai baju daddy" ucap mom Tania
"Iya iya my" ucap Daddy Erlangga dengan tidak semangat karena gagal bermesraan dengan sang istri tercinta..
*****
Sementara itu di kediaman Nicko, Nisa sedang menahan sakit di perut nya.
__ADS_1
"Mass.." panggi Nisa
"Iya sayang sabar ya kita ke rumah sakit sekarang" ucap Nicko dengan tak kala panik
"Bu semua nya sudah siap" Nicko bertanya pada bu Tika
"Sudah semau nya sudah siap nak" ucap bu Tika
"Kita langsung ke rumah sakit" ucap Nicko membantu sang istri berjalan masuk ke dalam mobil.
Waktu kini menunjukan pukul 9 malam dan kendaraan hanya sedikit yang berlalu lalang.
"Aduh mass sakit" ucap Nisa mengelus-elus perut nya
"Iya sayang sabar ya kita bentar lagi sampai" ucap Nicko menenangkan sang istri
"Pak lebih cepat sedikit" ucap Nicko pada sang sopir
"Iya den" ucap pak sopir
Tak lama kemudian mobil yang membawa Nisa dan Nicko tiba di halaman rumah sakit, Nicko langsung turun dari mobil untuk memanggil perawat untuk membawakan kursi roda.
Ke dua perawat datang dengan membawa kursi roda, Nicko langsung mengendong sang istri untuk duduk di kursi roda yang di sediakan perawat.
Nisa langsung di bawa ke ruangan bersalin dengan di temani sang suami yang setia menggenggam tangan nya untuk memberikan semangat.
Sampai di ruangan bersalin Nisa langsung di baringkan oleh dua suster itu dan tak lama kemudian dokter Nuri datang dan memeriksa keadaan Nisa.
"Masi pembukaan satu" ucap Dokter Nuri
"Tolong siap kan semua peralatan sus" ucap Dokter Nuri lagi
Nicko tak henti-henti nya memberikan kecupan di wajah sang istri untuk menguatkan nya dan memberi semangat.
"Sudah waktu nya sus" ucap dokter Nuri
Dokter Nuri memberi aba-aba pada Nisa agar tidak terlalu tegang dan proses persalinan nya pun di mulai.
30 menit menunggu dan akhirnya...
Ooeekk... Ooeekk..
Bersambung...
Jangan lupa Like, Komen sama Vote nya ya biar author makin semangat Up nya๐๐๐๐
__ADS_1
Terimakasih๐