
Setelah di gendong oleh sang mama pun gadis kecil itu berhenti dari tangisnya, Nicko dan Leo pun sudah pergi ke ruang meeting 3 menit yang lalu, kini tersisa hanya para istri dan anak.
"Udah jangan sedih lagi ya, kaka akan jagain kamu terus" ucap Brian duduk di dekat gadis kecil itu.
"Maaci ya tata(makasih ya kaka)" ucap Sheila.
"Iya, senyum dong" ucap Brian sambil terkekeh.
Sheila pun memperlihatkan deretan gigi kecilnya, membuat gadis kecil itu bertambah lucu dengan kedua matanya yang bengkak habis nangis.
Pandangan Brian beralih melihat Marvel yang sedang duduk di sofa sebelah sambil memakan cemilan yang ia peluk.
"Kenapa" tanya Marvel melihat sang sohib.
"Kamu makan lagi" tanya Brian.
"Hheemm, dari pada cuma duduk aja" ucap Marvel kembali memakan cemilan itu.
"Bagi dong" ucap Brian.
"Nih bagi tinggal dikit" ucap Marvel.
Sedangkan mom Nisa dan mama Sisi sedang asik mengobrol, sedangkan Sheila beranjak mendekati Brian dan Marvel.
"Tata tu uput ya(kaka itu kerupuk ya)" tanya Sheila.
"Iya dek, kamu mau?" tanya Brian.
"Ia ela au tata(iya Sheila mau kaka)" jawab gadis kecil itu.
Ketiganya berbagi cemilan yang sisanya hampir sedikit itu.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, pekerjaan Leo dan Nicko pun sudah selesai.
Kedua keluarga kecil itu berpisah di lobby kantor, Sisi sudah masuk ke dalam mobil sang suami bersama dengan putri kecil mereka, begitu pun dengan Nicko dan Nisa.
"Dad, kita jadi kan membuat karya dari asbak" tanya Brian.
__ADS_1
"Jadi dong boy, sampai rumah kita bikin ya" ucap Daddy Nicko.
"Daddy gak capek, kan baru pulang kerja" tanya Brian.
"Gak boy" ucap Nicko kembali fokus menyetir mobilnya.
Di tengah perjalanan Brian tak sengaja melihat orang yang ia kenal sedang membawa sesuatu di tangannya.
"Dad, stop" ucap Brian.
"Ada apa sayang" tanya mom Nisa.
"Marvel kita turun yuk, itu kan Tio" ucap Brian menunjuk ke arah luar.
"Ayo" ajak Marvel juga.
Terlihat Tio sedang menawarkan sesuatu di tangannya pada pejalan kaki, Brian dan Marvel pun mendekati Tio.
"Tio" panggil Brian dan Marvel.
Tio yang merasa di panggil pun melihat ke arah suara, ia melihat ke dua temannya masi mengunakan seragam datang menghampirinya.
"Iya kita habis dari kantor uncle" jawab Marvel.
"Tio kamu lagi jualan ya" tanya Brian melihat bungkusan kerupuk di tangan Tio.
"Iya aku bantu ibu jualan, lumayan kan bisa beli kebutuhan sehari-hari" ucap Tio sambil tersenyum.
"Dek kerupuknya satu ya" ucap seorang ibu yang berhijab.
"Iya bu, saya taru di tas dulu ya bu" ucap Tio.
"Ini dek, 5 ribu kan" ucap ibu itu.
"Iya bu makasih ya" ucap Tio.
"Iya dek" jawab ibu itu.
__ADS_1
"Alhamdulillah laku lagi" ucap Tio tidak lupa selalu bersyukur.
"Sayang" panggil mom Nisa yang datang bersama daddy Nicko.
"Tante" panggil Tio menyalami tangan Nisa dan Nicko bergantian.
"Tio, kok di sini nak kamu jualan" tanya mom Nisa.
"Iya tante bantu ibu cari uang" ucap Tio.
"Dek kerupuk nya satu ya, ini 5 ribu kan" ucap si pembeli yang satu.
"Iya bu makasih, ya" ucap Tio.
"Iya dek" ucap pembeli itu.
Brian melihat sisa jualan Tio tinggal 4 bungkus kerupuk, Brian melihat sang daddy.
"Dad, kerupuknya di beli semua ya, buat kaka dan aku sama Marvel" ucap Brian.
Nicko yang tau kalau sang putra tak mau melihat temannya susah pun membeli semua kerupuk itu.
"Tio kerupuk nya aku beli semua ya" ucap Brian.
"Kamu mau borong kerupuk aku, Alhamdulillah pasti ibu senang kerupuknya habis" ucap Tio tersenyum.
"Ini uang nya nak" ucap Nicko.
"Gak ada uang pas ya om, aku gak ada kembalian" ucap Tio.
"Gak papa di ambil aja kembaliannya, anggap aja itu sedekah buat kamu" ucap Nicko.
"Benar om, Alhamdulillah semoga Allah membalas kebaikan om" ucap Tio
"Aminn" ucap semua yang ada di situ.
Bersambung....
__ADS_1
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....
Terimakasih guys***...