
Brian dan Marvel mengajak om Samuel untuk masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai di mana ruangan kakek Erlangga berada.
"Ruangan kakek kalian di lantai berapa" tanya Samuel.
Ke dua bocah kecil itu saling pandang, mereka tidak tau itu karena yang membawa mereka ke sana itu daddy Nicko.
"Ita upa om di ana uanan awat akek(kita lupa om di mana ruangan rawat kakek)" ucap Brian.
"Memangnya kalian datang ke sini sama siapa" tanya Samuel.
"Ama edy ama om Yeo om api eleta uda elgi te tantol(sama daddy sama om Leo om, tapi mereka sudah pergi ke kantor)" ucap Brian yang di anggukin oleh Marvel.
"Nama kakek kalian siapa" tanya Samuel.
"Akek Elanda om(kakek Erlangga om)" ucap Brian.
"Ayo ikut om, kita tanya ke petugas rumah sakit" ucap Samuel mengajak ke dua bocah kecil itu keluar dari lift.
Mereka bertiga berjalan mendekati meja seorang perawat yang sedang berjaga.
"Selamat pagi pak ada yang bisa saya bantu" tanya perawat itu.
"Saya mau menanyakan perawat atas Nama Erlangga di rawat di ruangan mana ya" tanya Samuel.
"Sebentar saya cek dulu ya pak" ucap suster itu.
__ADS_1
"Apa maksud bapak pasien bernama bapak Erlangga Wijaya" tanya suster itu.
Samuel mengernyit kan keningnya mendengar pemilik Wijaya Group di sebut oleh suster itu.
"Ia om itu ama yaa akek (iya om itu nama nya kakek)" ucap Brian, membuat Samuel melihat ke arah dua bocah itu lalu kembali melihat pada suster.
"Iya sus, di rawat di lantai berapa ya" tanya Samuel.
"Bapak Erlangga Wijaya di rawat di ruang VVIP no 12 lantai 5 pak" ucap suster itu.
"Baik sus teri kasih" ucap Samuel.
"Sama-sama pak" jawab suster.
Samuel dan kedua bocah kecil itu pun kembali masuk ke dalam lift, Samuel menekan tombol 5 sedangkan Brian dan Marvel berdiri di dekat pria itu.
Sementara itu di ruangan kakek Erlangga, eyang Tania sudah mulai menangis karena tak mendapatkan ke dua cucunya.
"Mom gak usah nangis, biar Nicko tanya petugas rumah sakit" ucap Nicko beberapa menit yang lalu ia dan Leo sang asisten baru saja sampai.
"Mommy ikut ya" ucap mom Tania.
"Mommy di sini saja jagain daddy, biar Nicko sama Leo yang mencari mereka" ucap Nicko.
Pada saat Nicko dan Leo keluar dari ruangan kakek Erlangga, bertepatan dengan pintu lift terbuka dan...
__ADS_1
"Edyy, ucel(daddy, uncle)" panggil Brian dan Marvel.
Nicko yang mendengar itu suara putra dan ponakannya langsung melihat ke arah lift dan benar saja, ke dua bocah kecil itu keluar dari lift bersama dengan seorang pria yang juga mereka kenal.
"Kalian dari mana saja boy, kok pergi gak bilang-bilang eyang sama kakek" ucap Nicko berjongkok mensejajarkan tingginya dengan ke du bocah itu.
"Ita bis alan-alan edyy(kita habis jalan-jalan daddy)" ucap Brian.
"Ia ucel etalian antu akek(iya uncle sekalian bantu kakek)" ucap Marvel.
"Pak Nicko" sapa Samuel.
Nicko mendongakkan kepalanya dan melihat rekan bisnisnya berdiri tak jauh dari mereka.
"Pak Samuel" sapa Nicko balik.
"Kedua anak ini anak bapak" tanya Samuel.
"Yang ini putra saya pak, kalau ini ponakan saya" ucap Nicko tersenyum.
"Maaf sudah membuat bapak panik dan yang lain, tadi Brian dan Marvel jalan-jalan di taman dan membantu papa saya, mereka anak-anak yang baik" ucap Samuel.
"Pak Samuel bisa aja" ucap Nicko.
Nicko mengajak mereka semua masuk ke dalam ruangan kakek Erlangga, karena samuel Samuel juga ingin menjenguk pak Erlangga.
__ADS_1
"Bersambung...