Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Part (Brian & Marvel ) Kecil


__ADS_3

Brian dan Marvel kembali menuntun kakek itu untuk pergi ke kamar rawatnya, sedangkan sang anak belum juga kembali kemungkinan terjebak hujan.


"Yo akek elan-elan aja(ayok kakek pelan-pelan aja)" ucap Brian.


"Kalian ini masih kecil-kecil tapi udah baik" ucap kakek tersenyum.


Sementara itu di ruangan kakek Erlangga, eyang Tania baru saja masuk ke ruangan kakek Erlangga dengan wajah kuatir.


"Gimana mam ketemu gak" tanya kakek Erlangga.


"Gak dad, mereka gak ada di luar sudah mommy cariin kemana-mana" ucap mom Tania.


"Kita telpon Nicko saja" ucap kakek Erlangga


Mom Tania mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi sang putra panggilan pertama langsung saja di angkat oleh Nicko.


"*Ya mom ada apa" tanya Nicko dari seberang sana.


"Sayang Brian dan Marvel gak ada" ucap mom Tania.


"Gak ada gimana maksud mommy" tanya Nicko


"Tadi mommy temani daddy mu ke kamar mandi sebentar, setelah kembali mereka sudah gak ada sayang" ucap mom Tania.


"Ya sudah aku ke sana sekarang" ucap Nicko dan langsung mengakhiri panggilan telponnya*.


Clekk...


Bertepatan dengan pintu ruangan Nicko di buka oleh Leo, Leo melihat wajah bos nya yang tak seperti biasa.


"Ada apa bos" tanya Leo.

__ADS_1


"Kita ke rumah sakit sekarang Brian sama Marvel hilang dari kamar daddy" ucap Nicko


Mereka berdua pun langsung saja keluar dari dalam ruangan itu, berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar.


☘☘☘☘


Di sisi lain ke dua bocah kecil itu mendudukkan kakek ke atas ranjang rawatnya dengan pelan.


"Makasih ya nak" ucap kakek.


"Ama-ama ke(sama-sama kek)" ucap Marvel.


Cleekk...


Pintu ruangan itu terbuka dan masuklah seorang pria dengan membawa sebuah tas, Brian, Marvel dan kakek itu melihat ke arah pintu.


"Nak kamu baru kembali" tanya kakek.


"Gak papa" ucap kakek.


Pandangan pria itu melihat ke dua bocah kecil yang sedang berdiri di dekat papa nya, kakek yang mengerti itu pun langsung saja menjelaskan pada sang putra.


"Mereka yang bantu papa ke sini, kalau gak ada mereka mungkin papa udah basah sama hujan tadi" ucap kakek itu.


"Om to iatin ita ditu cih, ita tan adi atut(om kok liatin kita gitu sih, kita kan jadi takut)" ucap Brian, membuat tawa pria yang sedang melihat mereka me gelegar di ruangan itu.


"Om to tawa cih(om kok ketawa sih)" tanya Marvel.


Pria itu menunduk melihat ke dua bocah kecil itu, membuat Brian dan Marvel muncul dengan pelan.


"Kalian lucu banget sih, siapa nama kalian" tanya pria itu.

__ADS_1


"Ama atu Blian, ni odala atu Alvel(nama aku Brian, ini sodara aku Marvel)" ucap Brian.


"Kenalan nama om Samuel" ucap Samuel.


"Om muel(om samuel)" tanya Brian.


"Iya benar" ucap Samuel.


"Kalian gak di cariin sama orang tua kalian" tanya Samuel.


Brian sama Marvel saling pandang sudah lama mereka meninggalkan ruangan kakek mereka, pasti saat ini mereka sedang panik mencari keberadaan mereka yang pergi dari ruangan kakek.


"Alvel asti eyan ama akek aliin ita(Marvel pasti eyang sama kakek cariin kita)" ucap Brian.


"Ia acian eyan ama akek(iya kasian eyang sama kakek)" ucap Marvel.


"Ita alit te amal akek yo(kita balik ke kamar kakek yuk)" ajak Brian.


"Yo" jawab Marvel.


"Akek om ita alit te amal akek ulu ya(kek om kita balik ke kamar kakek dulu ya)" ucap Brian.


"Iya biar om Samuel yang antar kalian ya" ucap kakek.


"Apa ga epotin om(apa gak ngerepotin om)" tanya Marvel.


"Gak ayo om antar" ucap Samuel.


Samuel pun mengantar ke dua bocah kecil itu kembali ke kamar kakek mereka, selama perjalanan menuju kamar rawat kakek mereka tak henti-hentinya Brian dan Marvel berceloteh, membuat Samuel tak henti-hentinya tersenyum.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Komen sama Vote ya...


__ADS_2