
Setibanya di lantai atas, Nicko mengajak sang putra masuk ke ruangannya di ikuti oleh Leo dari belakang.
"Boy, kau duduk diam di sini ya" ucap Nicko mendudukkan Brian di salah satu sofa
"Ote dyy" jawab bocah kecil itu
Nicko lalu melangkah ke arah kursi kebesarannya, lalu mendudukkan bokong nya di sana. Nicko memberikan beberapa berkas untuk Leo kerjakan.
"Saya kembali ke ruangan saya dulu bos" ucap Leo
"Iya.." jawab Nicko
Nicko kembali melihat putra kecilnya yang duduk di salah satu sofa, dengan menonton Vidio upin ipin yang ada di dalam tap.
"Dyy, pin pin na ain ola dyy( daddy upin,ipin nya main bola daddy)" ucap Brian
"Iya boy" jawab Nicko tampa mengalihkan pandangannya dari tumpukan berkas-berkas yang ada di atas meja.
Puas menonton upin,ipin Brian mengotak-atik isi tap nya melihat-lihat vidio yang lain. Tapi tak ada yang menarik menurut bocah kecil itu, Brian lalu turun dari sofa meletakan tap nya di atas meja kaca.
Kemudian bocah kecil itu melihat sang daddy yang sibuk bekerja.
Brian melangkah ke arah pintu dan membukanya, bocah kecil itu berjalan keluar dari ruangan sang daddy, Brian kembali mengenakan kaca mata kecil miliknya. Ia terus melangkah sampai pada pintu lift khusus karyawan.
__ADS_1
Ting...
Pintu lift terbuka dan keluarlah du karyawan wanita yang sibuk berbincang, tampa melihat sekitar mereka. Brian yang melihat pintu lift terbuka, kaki mungil bocah kecil itu langsung berjalan masuk ke dalam lift.
Lift itu membawa si kecil Brian ke lantai tiga, di saat pintu lift kembali terbuka bocah kecil itu langsung berjalan keluar dengan gaya cool nya dan jangan lupakan kacamata hitam kecil yang bertengger di hidung kecilnya.
Semua mata yang berada di lantai tiga memandang bocah kecil itu dengan melengos.
"Allo ante(hallo tante)" sapa Brian pada para karyawan-karyawan wanita
"Hey, anak siapa ni bocah lucu banget" ucap salah satu karyawan wanita
"Nama kamu siapa" tanya karyawan yang satunya
"Ya ampun kamu tuh lucu banget sihhh" ucap karyawan lainnya mencubit gemas pipi bocah kecil itu.
"Ante danan tubit-tubit adeh(tante jangan cubit-cubit adek)" ucap Brian tak suka
Sementara itu di dalam ruangannya, Nicko belum menyadari sang putra yang sudah menghilang dari ruangannya.
Leo melihat pintu ruangan bosnya terbuka, tapi ia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan sang bos, Leo berniat mengantarkan berkas yang ingin di tandatangani oleh Nicko. Pandangan Leo menyusuri seisi ruangan itu seperti ada yang hilang.
"Bos, ini berkas yang harus di tandatangani" ucap Leo
__ADS_1
Nicko meraih berkas-berkas itu, lalu melihat ke arah sang asisten yang seperti sedang mencari sesuatu.
"Kau kenapa?" tanya Nicko yang mulai membuka berkasnya
"Bos, putra anda kemana?" tanya Leo
Pertanyaan Leo sontak membuat pergerakan Nicko terhenti, Nicko melihat sekelilingnya dan benar saja tak ada tanda-tanda keberadaan putra kecilnya di ruangannya.
Nicko berdiri dari duduknya dengan panik karena tak mendapatkan keberadaan sang putra, Nicko melihat tap yang berada di atas meja.
"Leo, Brian gak ada" ucap Nicko dengan panik
"Maksud bos, bukanya tadi sepeninggalan saya Brian sama bos" tanya Leo heran
"Iya dia tadi lagi nonton vidio di tap di situ" tunjuk Nicko pada sofa yang sebelumnya di duduki oleh putranya.
"Cepat periksa CCTV Leo" ucap Nicko
"Baik bos" jawab Leo lalu keluar dari ruangan bosnya.
Sepeninggalan Leo, Nicko mengusap wajahnya dengan kasar, Nicko keluar dari ruangannya untuk mengikuti Leo ke ruangan CCTV. Karena terlalu fokus dengan pekerjaannya ia melupakan putranya yang ikut bersamanya ke kantor.
Bersambung....
__ADS_1
Like, Komen sama Vote nya jangan lupa ya Guys. Terimakasih๐๐๐๐