Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Kipas Plastik


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 6 sore, Carolin melihat ke dua pria yang sedang duduk di ruang tamu yang bisa di bilang tidak terlalu besar itu. Rumah kontrakan ini sangat kecil dan cuma ada satu kamar saja, ya itu kamar sekarang ini yang di tempati olehnya dan sang putra.


"Kalian bisa mencari penginapan dekat sini" ucap Carolin yang berhasil mengalihkan pandangan ke dua pria itu.


"Tidak honey, kita akan tidur di sini saja" ucap Alex


"Kalian berdua mau tidur di lantai beralaskan tikar kecil" ucap Carolin memandang Alex sinis


"Tidak untuk aku honey, tapi Jeri saja yang tidur di lantai" jawab Alex tampa dosa


"What, tidur di lantai tuan?" ucap Jeri memekik kaget.


"Yes Jer" ucap Alex tanpa rasa bersalah


"Seenak jidat nya saja, bilang aku tidur di lantai" ucap Jeri dalam hati mengutuk perkataan sang boss.


"Terus kau mau tidur di mana?" tanya Carolin pada Alex


"Ya dengan siapa lagi kalau bukan dengan istri dan anakku" ucap Alex menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Aku tidak mengijinkan kamu tidur di kamar" ucap Carolin menatap suaminya itu dengan tajam.


Bukannya taku melihat tatapan tajam istrinya, Alex malahan tersenyum merekah dan melangkah masuk ke dalam kamar melewati sang istri yang masi berdiri tak jauh dari pintu kamar.


Jeri sampai melengos melihat tuan nya yang masuk ke dalam kamar begitu saja, pria yang berstatus asisten Alex itu di buat geleng-geleng melihat tingkah sang tuan.


Alex melihat seisi kamar yang di tempati oleh istri dan putranya itu selama ini, kasur yang kecil hanya bisa muat dua orang saja yang di alaskan di lantai dan satu lemari kecil yang Alex yakin itu adalah tempat baju mereka.


Pandangan Alex tertuju pada sang putra yang sudah tertidur pules di atas kasur itu, Alex melangkah mendekati sang putra, pria itu berbaring di samping sang putra.


Sedangkan Carolin mengerang kesal melihat tingkah pria yang masi berstatus suaminya itu, seenak jidat nya saja masuk ke dalam kamar.


Carolin mengutuk dirinya yang kemarin mengunakan kartu pemberian dari suaminya itu, akhirnya Alex bisa dengan muda melacak keberadaannya dan sang putra sekarang.


Carolin memberikan selimut untuk Jeri, ya Jeri memutuskan untuk tidur di kursi panjang yang ada di ruangan itu dari pada di lantai beralaskan tikar pikir Jeri.


Carolin membaringkan tubuhnya di sebelah sang putra, Alex melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, masi pukul 7 malam.


"Apa seperti ini kalau di sini, jam segini udah tidur" ucap Alex membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Ini bukan jakarta" ucap Carolin.


Alex merasa gerah, ia melihat sekeliling kamar, Carolin yang mengerti apa yang di cari sang suami pun langsung berkata.


"Di sini gak ada AC, cuma ada kipas" ucap Carolin.


"Gak papa, di mana kipasnya" tanya Alex


Carolin mengambil kipas plastik yang berbentuk love, lalu memberikannya pada Alex. Alex di buat melengos dengan kipas yang di berikan sang istri.


Alex pikir kipas angin gak taunya kipas plastik yang di gunakan untuk kipas sendiri.


"Pakai aja yang ada" ucap Carolin.


Mau tidak mau Alex terpaksa mengipas dirinya sendiri dengan kipas plastik itu, Alex gak nyangka ternyata hidup istri dan sang putra seperti ini selama tinggal di sini, Alex harus secepatnya membawa pulang istri dan putra mereka, ia akan menebus kesalahannya dulu pada istrinya, yang terpenting sekarang Alex sudah bersama dengan mereka, tinggal mikirin bagaimana cara meluluhkan hati istrinya.


Alex melihat putra nya yang begitu mirip dengannya yang tertidur lelap di sampingnya.


"Nak, kau benar-benar mirip papa" ucap Alex dalam hatinya.

__ADS_1


***Bersambung.....


Guys, Like, Komen sama Vote nya jangan lupa ya😊🙏 sama hadiah dan follow nya guys. Terimakasih***.


__ADS_2