
Dduuk...
Jovian yang berjalan dengan gaya cool nya, tidak sengaja di tabrak oleh seorang gadis kecil yang rambutnya di kuncir dua.
"Hiiks..Hiiks.." tangis gadis kecil itu yang tak lain adalah Maura
"Udah jangan nangis, ayo aku bantu" ucap Ambar membantu saudaranya berdiri
Sedangkan Jovian, berdiri di tempatnya menatap kedua gadis itu, seulas senyum terbit di bibir kecilnya.
"Maafin saudara aku ya kak" ucap Ambar pada Jovian
"Gak papa" jawab Jovian lalu melangkah meninggalkan ke dua gadis itu
Jovian adalah kaka kelas Maura dan Ambar, Jovian yang duduk di kelas 5 sedangkan Maura dan Ambar duduk di kelas 3, Ambar membantu Maura berjalan menuju bangku di koridor sekolah. Maura melihat lututnya yang sedikit memar dan berdarah karena terbentur ke lantai.
Ambar pergi membeli plester di kantin, sepeninggalan Ambar tiba-tiba Jovian datang dan tampa kata langsung memberi Plester pada lutut Maura yang memar.
__ADS_1
"Makanya jangan ceroboh" ucap Jovian setelah memberi Plester pada luka Maura
"Kaka" ucap Maura baru mengingat wajah Jovian
Tapi yang di panggil malah langsung melangkah pergi meninggalkan Maura duduk sendiri, tak lama kemudian Ambar datang dengan membawa sebuah palster, Ambar melihat lutut Maura sudah selesai di beri Plester.
Maura menjelaskan pada Ambar, yang memberi plester adalah kaka tampan yang bertemu di taman tempo hari, lalu kedua gadis itu berjalan menuju kantin untuk memesan bakso kesukaan mereka.
******
Siang ini Sisi berkunjung ke rumah sang sahabat yang tak lain adalah Nisa, Sisi ingin berbagi cerita dengan sahabatnya itu.
Surah bel berbunyi pertanda ada tamu dengan cepat Nisa membukakan pintu dan melihat sang sahabat berdiri di depan.
"Sisi" ucap Nisa dan langsung memeluk sahabatnya itu
Nisa mengajak Sisi masuk untuk mengobrol di dalam, tujuan Sisi ke sini juga pengen ketemu beby Brian yang semakin hari semakin mengemaskan.
__ADS_1
"Nis, bebe Brian mana" ucap Sisi
"Ada sama ibu Si di taman belakang" jawab Nisa
Kedua wanita itu duduk di sofa ruang tamu, Sisi mulai menceritakan semua nya pada Nisa, tentang nasibnya yang sampai saat ini belum juga memberi keturunan pada sang suami, padahal Leo sangat menginginkan anak darinya, tapi Leo tak mempermasalahkan itu, tapi buat Sisi ia merasa gagal menjadi seorang istri. Sisi yang sudah tak kuat lagi menangis di depan Nisa, membuat Nisa tak tega melihat sang sahabat yang bersedih seperti ini.
Nisa memeluk Sisi untuk menenangkan nya, di rasa tangisan Sisi sudah mulai redah Nisa melepaskan pelukannya dan mulai memberi masukan pada sahabat nya itu, untuk bersabar dan tidak perlu berfikir yang macam-macam dulu, mungkin saat ini Allah belum memberikannya tapi kita tidak tau kedepannya seperti apa hanya Allah yang tau.
Sisi merasa perasaan nya sedikit tenang setelah berbagi cerita dengan sang sahabat, Nisa juga berdoa semoga sahabatnya ini cepat di berikan keturunan.
Selesai mengobrol ke dua wanita itu menemui beby Brian yang bersama eyangnya.
"Nis, anak loh makin gemas aja" ucap Sisi memeluk beby Brian
"Iya di makin mirip Mas Nicko" jawab Nisa
Nisa dan Sisi bermain bersama beby Brian sampai menjelang sore hari, Sisi juga suda memberitahu sang suami kalau ia akan berkunjung ke rumah Nisa dan Leo mengijinkan nya dengan syarat Leo yang akan menjemputnya sepulang dari kantor.
__ADS_1
Bersambung....
Like, komen sama vote nya ya guys. Terimakasih😊🙏🙏