
Suara bel istirahat pun terdengar sangat nyaring di telinga para murid-murid, dengan bersorak semuanya berhamburan keluar kelas hanya tinggal Brian, Marvel dan Rasya yang tertinggal di sana.
"Kita ke kantin yuk, aku traktir kalian deh" ajak Rasya.
"Gak bisa Rasya kita ada urusan" ucap Brian.
"Urusan apa kalian kan masih kecil" tanya Rasya.
"Kamu mau tau?" tanya Brian.
"Iya aku mau tau, apa" tanya Rasya lagi.
"Ayo ikut kita kalau gitu" ajak Brian.
Ketiganya pun keluar dari kelas mereka, berjalan menuju gerbang sekolah, membuat Rasya bertanya-tanya.
"Kita mau ke mana, kok keluar sekolah sih" tanya Rasya.
"Nanti kamu juga tau, udah jangan banyak tanya" ucap Marvel.
Ketiga bocah laki-laki itu menyeberangi jalan setelah tak ada kendaraan yang melintas, Brian melihat kakek yang berjualan es sedang menjaga dagangannya di bawa pohon.
"Kita mau beli es ya" tanya Rasya.
"Iya, kenapa" tanya Marvel.
__ADS_1
"Kok jauh-jauh ke sini sih, kan di kantin ada" ucap Rasya.
"Kakek, kita beli es tiga ya" ucap Brian.
"Iya dek, tunggu sebentar ya" ucap kakek itu mulai menyiapkan es.
Brian, Marvel dan Rasya duduk di bangku yang sudah di siapkan oleh kakek itu, sambil melihat sang kakek yang sedang meracik es nya.
"Ini dek" ucap kakek memberikan es pada Brian, Marvel dan Rasya.
"Makasih ya pak ini uangnya" ucap Brian memberikan uang dua ratus ribu.
"Ini terlalu banyak dek" ucap kakek.
"Gak papa kek, ini adalah rezeki buat kakek" ucap Brian.
"Alhamdulillah terima kasih banyak dek, Inya Allah rezeki dari kalian kakek pergunakan buat berobat istri kakek" ucap sang kakek.
"Istri kakek sakit apa" tanya Brian.
"Istri kakek hanya batuk-batuk saja dek, mungkin karena masuk angin" ucap kakek
"Semoga nenek cepat sembuh ya kek" ucap Brian.
"Amin terimakasih ya dek" ucap kakek
__ADS_1
"Sama-sama kek, kalau gitu kami kembali ke sekolah lagi ya kek" ucap Brian.
"Iya dek, hati-hati menyebrang yah" ucap kakek.
Ketiga bocah laki-laki itu pun berlalu kembali menyeberangi jalan sambil berbincang-bincang, dan hal itu tak luput dari pandangan kakek itu.
"Masih kecil sudah memiliki hati mulia, semoga Allah selalu melindungi kalian" ucap kakek berdoa dalam hati.
Sampai di halaman sekolah, ketiga bocah laki-laki itu duduk di bangku yang sudah di siapkan di sana sambil meminum es yang mereka beli tadi.
"Brian, Marvel kalian kok kasih uang nya banyak banget sih sama kakek jualan es" tanya Rasya.
"Itu namanya berbagi rezeki Rasya" ucap Marvel yang mendapat anggukan dari Brian.
"Iya dan kita sebagai manusia yang mendapat rezeki yang banyak di kasih oleh Allah, harus berbagi pada orang yang susah" ucap Brian.
"Wah kalian benar-benar hebat, masih kecil sudah tau berbagi" ucap Rasya salut pada dua sahabatnya.
"Kamu juga harus gitu kalau punya rezeki lebih, harus berbagi pada yang membutuhkan" ucap Brian.
"Iya makasih ya, dari kalian aku belajar bagaiman bar bagi rezeki" ucap Rasya.
Terdengar suara bel bunyi pertanda kalau waktu istirahat telah selesai, semua murid masuk ke dalam kelas begitu pun dengan Brian, Marvel dan Rasya.
Bersambung....
__ADS_1
***Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya guys....
Terimakasih***...