
Asik bermain tiba-tiba Sheila memanggil Brian dan Marvel dengan raut wajah panik.
"Tata tini, olonnin ela(kaka sini tolongin Sheila)" ucap Sheila.
"Ada apa dek" tanya Brian.
"Tata., ora agi atit ni, ora eman tata(kaka, mora lagi sakit nih, mora demam kaka)" ucap Sheila sambil meraba kening boneka barbie miliknya.
Brian dan Marvel saling pandang, lalu kembali melihat Sheila.
"Itu kan boneka dek, mana bisa sakit" ucap Marvel.
"Benal tata ni oba tata liat uka ya ora ucat anet(benar kaka nih kaka liat muka nya mora pucat banget)" ucap Sheila.
"Di kompres aja dek" ucap Brian.
"Man isa tata(emang bisa kaka)" tanya Sheila.
"Kita coba aja" ucap Brian.
"Ya da ela bil ali ulu ya(ya udah Sheila ambil air dulu ya)" ucap gadis kecil itu.
"Emang bisa boneka di kompres" tanya Marvel setelah Sheila pergi mengambil air.
"Dari pada dia minta bawa boneka ke rumah sakit" ucap Brian.
Tak lama kemudian Sheila datang membawa se baskom air, untuk mengompres boneka kesayangannya itu.
Apa yang di lakukan oleh Sheila tak lepas dari pandangan Brian dan Marvel, Sheila mengompres boneka barbie miliknya.
__ADS_1
"Gimana udah sembuh belum" tanya Marvel.
"Uda tata tan da di osp(udah kaka kan udah di kompres)" ucap Sheila.
"Boneka mana bisa sakit" ucap Marvel berbisik pada Brian.
"Syut, nanti dia nangis" ucap Brian dan Marvel hanya menggeleng kepala saja.
Sohibnya ini sangat tidak bisa melihat gadisnya menangis karena hal sepele.
☘☘☘☘
Tio baru saja membuat hasil karyanya dari botol bekas, ia membuat tempat bunga yang sangat sederhana yang penting ada karya yang akan ia bawa ke sekolah besok.
"Nak, lagi buat apa" tanya bapak Tio.
"Lagi buat karya bapa, buat di bawa ke sekolah besok" ucap Tio
"Gak papa bapa kan masih sakit" ucap Tio.
Keesokan harinya....
Brian sedang menunggu Marvel yang belum terlihat batang hidungnya, ia melihat Tio baru saja tiba dengan di antar oleh bapa nya mengunakan sepeda.
"Brian" panggil Tio turun dari atas sepeda.
"Tio" ucap Brian.
Setelah mencium tangan bapa nya, Tio langsung menghampiri Brian sambil membawa hasil karyanya.
__ADS_1
"Kamu sendirian Marvel mana" tanya Tio.
"Marvel belum datang, oh ya kamu bawa apa" tanya Brian.
"Aku bawa hasil karya aku, ini pas bunga" ucap Tio.
Brian melihat hasil karya temannya yang sangat sederhana itu, lalu Brian mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
"Ini buat kamu, kebetulan daddy ku membuatkannya juga untuk kamu" ucap Brian memberikan asbak yang di buat tempo hari.
"Wah, ini keren banget, beneran ini buat aku" tanya Tio.
"Iya benar, sama aku udah ada kok" ucap Brian.
"Makasih banyak ya, kamu udah baik banget sama aku, aku gak akan lupain kebaikan kamu" ucap Tio.
"Iya sama-sama aku senang kok bisa bantu kamu, kamu kan teman aku" ucap Brian.
Tak lama kemudian orang yang mereka tunggu datang juga, Marvel turun dari mobil dengan membawa hasil karyanya karena hari ini mereka harus mengumpul semua hasil karya, agar bisa di nilai oleh para guru.
"Kok kamu lama banget sih" tanya Brian.
"Maaf tadi nganterin kak Maura dulu" ucap Marvel.
"Ya udah ayo kita masuk" ajak Brian.
Ketiga bocah laki-laki itu pun masuk ke dalam kelas mereka, Brian dan Marvel masuk ke kelas A sedangkan Tio masuk ke kelas B.
Bersambung....
__ADS_1
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...
Terimakasih***....