
Ketiga bocah kecil itu melihat seisi rumah yang tak pernah di bersihkan itu, bahkan terdapat banyak debu.
"Om, om ga unya bantu ya buat elsi-elsi uma(om, om gak punya pembantu ya buat bersih-bersih rumah)" tanya si kecil Brian.
"Gak punya, om gak ada uang" ucap salah satu preman itu.
"Lus om enapa awa ita te tini(terus om kenapa bawa kita kesini)" tanya Marvel.
"Sudah kalian jangan banyak tanya ayo ikut" ucap preman yang satunya.
"Ita tan uma anya, ia tan Afa, Blian(kita kan cuma tanya, iya kan Raffa, Brian)" ucap Marvel yang mendapat anggukan kepala dari ke dua kawannya.
Kedua preman itu membawa ketiga bocah kecil itu kedalam kamar kosong, hanya ada dua kardus sobek yang teralas di lantai membuat ketiga bocah itu saling pandang.
"Kalian bertiga masuk kedalam" ucap salah satu preman.
"To ita di ulu asut cih om, om au ulun ita ya pelti entulit di elem-elem(kok kita di suruh masuk sih om, om mau kurung kita ya seperti penculik di pilem-pilem)" tanya Brian.
"Sudah jangan cerewet cepat masuk" kata salah satu preman.
Ketiga bocah kecil itu masuk ke dalam, dengan Brian yang masih setia membawa pesawat nya yang rusak itu.
__ADS_1
"Elap anet cih om, ga ada endela yaa atau ampu(gelap banget sih om, gak ada jendela nya ya atau lampu)" tanya Brian lagi.
Salah satu preman menyalakan lampu remang-remang agar ketiga bocah kecil itu tidak ketakutan, ketika kedua preman itu hendak keluar, tiba-tiba si kecil Brian kembali memanggil mereka.
"Om ungu om(om tunggu om)" panggil Brian.
"Ada apa lagi" tanya preman itu.
"Ita apel om, bum atan ian(kita laper om, belum makan siang)" ucap Brian yang mendapat anggukan dari kedua sahabatnya juga.
"Gimana nih mereka laper" ucap preman.
"Kamu saja yang pergi beli makanan, biar aku yang jagain mereka sekalian beli makan siang buat kita" ucap salah satu preman.
"Om aut yaa ayam dolen ya, ita ga uka alo yan lain(om lauk nya ayam goreng ya, kita gak suka kalau yang lain)" ucap Brian.
"Iya-iya" ucap preman itu ikut menyusul temannya.
Setelah kepergian kedua preman itu, ketiga bocah kecil itu terkikik sambil berpikir merencanakan sesuatu.
"Blian amu unya encana ga(Brian kamu punya rencana gak)" tanya Marvel.
__ADS_1
"Atu ga isa ikil alo lum atan ian(aku gak bisa mikir kalau belum makan siang)" ucap Brian santai, membuat Raffa tertawa di buatnya.
"To amu etawa Laffa(kok kamu ketawa Raffa)" tanya Marvel.
"Bis alian ucu cih(habis kalian lucu sih)" ucap Raffa.
Ketiga bocah kecil itu berceloteh sambil menunggu makan siang mereka datang.
☘☘☘☘
Sedangkan di kediaman Nicko saat ini mereka sudah memeriksa rekaman cctv yang ada di depan gerbang di mana Brian dan Marvel keluar untuk mengambil mainan yang jatuh itu, dan melihat juga ke dua preman membawa Brian dan Marvel juga bocah kecil yang satunya lagi.
Nisa yang mengetahui ke dua putranya di culik tak bisa menahan air matanya lagi, ia begitu kuatir terjadi sesuatu pada kedua putranya itu dan tidak hanya Nisa, semua yang ada di sana kuatir dengan hilangnya Brian dan Marvel.
"Bos, saya sudah melacak kemana perginya mobil yang membawa anak bos" ucap Leo yang baru saja datang.
"Kita ke sana sekarang" ucap Nicko.
"Aku ikut Nick" ucap Erik.
Nicko dan Erik meminta para istri untuk tetap di rumah, biar mereka saja yang mencari keberadaan putra-putra mereka Nisa dan Nara pun akhirnya menuruti apa yang di katakan oleh suami mereka.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan Lupa Like, Komen sama Vote ya....