
Jam masi menunjukan pukul 5 pagi, tapi bocah kecil itu sudah membuka ke dua mata kecilnya. Bocah kecil itu melihat pada sang kaka yang masi tertidur pules, mata kecilnya melihat seisi ruangan itu ia baru sadar ternyata semalam ia tertidur di kamar kakaknya.
Brian bangun dari tidurnya, menyibak selimut yang menutupi tubuh kecilnya kemudian turun perlahan dari atas tempat tidur. Kaki kecil itu melangkah keluar dari kamar sang kaka.
Kaki mungil bocah itu berjalan menuju kamar mommy dan daddy nya.
Cllekk...
Brian membuka pintu yang tak di kunci itu, mendorongnya pelan. Brian melihat mommy dan daddy nya yang masi tertidur dan sambil berpelukan.
Bocah itu naik ke atas ranjang ke dua orang tuanya, kemudian berbaring di tenga-tenga mommy dan daddy nya.
"Boy..." ucap Nicko merasakan tangan kecil putranya yang memeluk nya.
"Dyy, adeh au idul ama edyy am omyy(daddy, adek mau tidur sama daddy sama mommy)" ucap Brian.
"Iya sayang" jawab Nisa memeluk tubuh kecil sang putra.
"Myy..." panggil Brian.
"Iya kenapa sayang" jawab Nisa.
"Myy, edyy to eluk-eluk omyy ci(mommy, daddy ko peluk-peluk mommy)" tanya polos Brian
"Mommy mu kedinginan sayang, jadi daddy peluk" jawab Nicko.
__ADS_1
"Ooo, di tu ya myy(oh gitu ya myy)" ucap Brian bero ria.
Brian memeluk erat sang mommy, membuat Nicko tak bisa berkutik kalau sudah seperti ini, istri tercintanya sudah di kuasai oleh putra kecilnya. Nisa melihat wajah suaminya yang mesem karena tak bisa memeluknya.
Brian menoleh ke belakang melihat wajah daddy nya yang menggerutu kesal.
"Edyy, tenapa myy(daddy kenapa myy)" tanya Brian pada sang mommy.
"Daddy mu lagi sakit perut sayang, udah biarin aja" ucap Nisa asal membuat Nicko semakin bertambah kesal.
"Myy, ati tita adi elgi te uma ante isi tan myy(myy, nanti kita jadi pergi ke rumah tante sisi kan myy)" tanya Brian tak berhenti mengajak Nisa mengobrol.
"Iya sayang, nanti kita kerumahnya tante Sisi ya" jawab Nisa
Brian kembali memeluk mommy nya dengan erat, membiarkan Nicko yang hanya memeluk guling saja.
******
Di sisi lain suara tangisan bayi kecil mengenang di kamar Sisi dan Leo, bayi kecil itu menangis karena sedang mencari asi sang mami.
Wwooeekkk...
Wwooekk...
"Sayang kamu kenapa hemm" tanya Sisi mendekat sang putri.
__ADS_1
"Sayang adek kenapa?" tanya Leo.
"Gak tau sayang" ucap Sisi dan memberi asi pada sang anak.
Dedek Sheila pun langsung diam setelah di kasi asi oleh sang mama, membuat Sisi dan Leo tersenyum melihat bayi mungil itu.
"Kamu haus ya sayang" ucap Leo.
"Sayang liat deh adek lagi ketawain mas" ucap Sisi.
"Iya sayang cantik ya" ucap Leo.
Bayi kecil itu meminum asi sang mama dengan banyak, membuat Sisi tersenyum melihat hal itu, sedangkan Leo me noel-noel pipi gembul sang putri, membuat bayi kecil itu mendumel tak jelas.
"Mas udah dong gangguin adek" ucap Sisi.
"Habisnya sih gemes banget sayang" ucap Leo.
Pasangan suami, istri saling pandang lalu melihat sang putri yang masih setia meminum asih sang mama.
Bersambung....
***Hay, guys, jangan Lupa Like, Komen sama Vote ya,Terimakasih๐๐๐๐
Lanjut lagi guys, up cerita Ambar dan Gilang baca juga ya***.
__ADS_1