
"Eelllaann.. Aattee" suara si kecil Brian melengking menyambut kedatangan Eyang dan juga Kakeknya.
"Cucu ganteng Eyang" ucap Tania mengendong Brian.
"Eellaann,, ana oye-oye tawat na uat ade" ucap Brian dengan wajah gemasnya.
"Ada ko sayang tuh di depan sama pak supir" ucap mom Tania.
"Eelaann ade au tuyun elaan" ucap Brian Meronta minta di turunin.
"Tata ayo tita iat oye-oye ali eellan" ucap Brian mengajak sang kaka.
"Ayok dek" ucap Ambar dengan antusias.
Ke dua kaka beradik itu berlari kecil ke depan melihat oleh-oleh dari eyang dan kakeknya, Ambar dan Brian melihat satu box besar yang berada di depan dan masi tersegel. Dengan cepat Brian berlari lagi masuk ke dalam untuk memanggil sang daddy.
"Dyy, ayo epat dyy" panggil Brian pada daddy nya.
"Kenapa boy" ucap Nicko.
"Epat dyy" ucap Brian lagi.
Mau tidak mau Nicko terpaksa ikut sang putra pergi ke depan, dan benar saja setibanya di sana, Nicko melihat satu box besar yang masi tersegel entahlah Nicko tidak tau apa isinya itu. Yang jelas itu adalah oleh-oleh dari daddy dan mommy nya untuk anak-anak.
__ADS_1
"Dyy, ayo uka dyy epat dyy" ucap Brian dengan antusias.
Nicko membuka box itu dan melihat isinya adalah sebuah pesawat besar dan juga boneka beruang yang besar, Nicko mengeluarkan pesawat itu dan boneka beruangnya.
"Asit tawat na esar ekali dyy" ucap Brian dengan senang.
"Asikk, boneka beruang buat aku udah ada" ucap Ambar dengan tak kalah senangnya.
"Ayo dyy, ita ain i ana" ucap Brian langsung mengajak sang daddy bermain pesawat di halaman depan.
"Ayo boy" ajak Nicko apapun akan dia lakukan untuk putra kecilnya.
Pesawat itu di letakan oleh Nicko di rumput hijau, dan ia memainkan lewat sebuah remote dan tak lama kemudian pesawat itu mulai mengudara. Brian dengan antusias melihat pesawat yang mengudara itu.
"Iya boy, pesawatnya akan lebih tinggi lagi nanti" ucap Nicko dengan terus bermain remote itu.
"Dyy, ade au ain tawat na dyy" ucap Brian.
Brian mengarahkan remote nya pada sang putra, Nicko mengajarkan Brian untuk menerbangkan pesawat yang berada di atas sana, tapi tangan mungil nya tak sengaja menekan tombol mendarat dengan cepat dan..
Ttrraakkk...
Terdengar suara benda jatuh, Ambar yang masi setia bermain dengan boneka besarnya pun penasaran sama suara itu.
__ADS_1
"Wwhhhaaa... edyy dahat wwhhhaa" tangisan Brian pecah saat melihat pesawat pemberian eyang dan kakek nya jatuh dari ketinggian 8 meter. Bocah kecil itu mengira pesawat itu jatuh karena sang daddy.
Brian melepaskan diri dari daddy nya dan berlari mencari keberadaan sang kakek.
"Wwaahhhaa.." suara tangisan Brian mengeman di dalam rumah begitu bocah laki-laki itu masuk.
Nisa, bu Tika, mom Tania dan juga dad Erlangga menjadi kaget di buatnya. Dengan cepat Nisa menghampiri sang putra yang menangis tersedu-sedu.
"Kamu kenapa sayang" tanya Nisa.
"Edyy, dayat myy ama ade, tawat na ade usak myy atu ari atas" aduh Brian pada mommy nya jari telunjuk nya yang mungil menunjuk atas.
Tak lama kemudian Nicko masuk, dengan pesawat yang sudah hancur di tangannya, membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Wwaahhh" tangisan bocah laki-laki ini kembali histeris saat melihat pesawat nya hancur di tangan daddy nya.
"Ateeh, tawat ade usak tee ama edyy, edyy dahat tee wwwaaahhh" aduh Brian pada sang kakek di selah tangisan nya.
Nicko menjelaskan semuanya pada daddy Erlangga dan mau tidak mau terpaksa daddy Erlangga harus turun tangan untuk membujuk sang cucu yang tak henti-hentinya menangis, dengan iming-iming akan membelikan yang baru dan lebih besar, dan parahnya lagi setelah di janjikan seperti itu Brian memintanya saat itu juga. Daddy Erlangga pun menelpon asisten ya untuk menyuruh membelikan pesawat buat cucunya itu.
Bersambung....
***Gimana lucu kan Brian,, yang suka ama celotehan Brian udah aku UP tuh, jangan lupa LIKE, KOMEN sama VOTE yah biar aku semangat UP nya. Terimakasih😊🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa mampir ya di karya aku yang satu, judulnya "Zahra'Tul Syita" thanks***.