Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Bertemu


__ADS_3

Pagi-pagi di kediaman rumah Wijaya, Nicko sedang menelpon sang kakak pada sambungan pertama langsung di angkat oleh sang kakak.


"Ada apa kau menelpon sepagi ini Nick" ucap Nara dari seberang telpon


"Kak, biar aku saja yang mengantar Maura ke sekolah ya" ucap Nicko


"Tumben-tumbenan kamu mau ngantar keponakan mu sekolah" ucap Nara dari seberang telpon


"Udah deh kak, 10 menit lagi aku sampai situ" ucap Nick langsung memutuskan panggilan telpon nya.


Nara hanya menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah laku adik nya, tak lama kemudian Maura menghampiri sang Mommy dengan pakaian seragam sekolah.


"Sayang kamu ke sekolah di antar sama paman Nick ya" ucap Nara pada putrinya


"Iya My" ucap Maura


"Ayo kita sarapan dulu sayang" ucap Nara mengajak putrinya


Nicko, tiba di rumah sang Kakak. Nicko langsung melangkah masuk ke ruang makan di lihatnya Maura, Nara dan Erik sedang sarapan, Nicko langsung duduk di kursi dekat Maura ikut sarapan.


20 menit kemudian....


Mereka selesai sarapan. Nicko mengajak keponakan nya untuk pergi ke sekolah, setelah berpamitan pada ke dua orang tuanya, Maura dan pamannya melangkah keluar menuju mobil pamannya.


Nicko menjalankan mobilnya dengan rendah, alasannya mengantar Maura ke sekolah adalah untuk bertemu dengan Ambar karena ia sangat yakin Ambar itu adalah putrinya.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Nicko memasuki halaman sekolah yang begitu luas itu.


"Paman Maura mau tungguin Ambar dulu ya" ucap Maura


"Iya sayang" Nicko berucap dengan semangat


Maura dan Nicko turun dari mobil untuk menunggu Ambar, Tak lama kemudian sebuah motor metik memasuki halaman sekolah dengan Ambar yang sedang memeluk Mommy nya dari belakang berada di boncengan sang Mommy dan terparkir tepat di samping mobil Nicko


Ambar turun dari atas motor lalu mendekati sahabatnya Maura.

__ADS_1


Sementara Nicko memandang Nisa tampa berkedip hal itu tidak di sadari oleh Nisa karena ia belum melihat ke arah Nicko.


"Ambar say....."


Deng.....


Ucapan Nisa terpotong saat ia melihat ke arah Ambar, Maura dan seorang pria yang berdiri di dekat ke dua gadis itu.


Nisa, menjadi berkeringat dingin.


"Ambar kita ke kelas yuk" Maura mengajak Ambar masuk ke kelas mereka


"Ayok" ucap Ambar


"My, Ambar ke kelas dulu ya My" ucap Ambar yang membuyarkan lamunan Mommy nya


"I..Iya sayang" ucap Nisa terbata-bata


Maura lalu pamit juga pada pamannya dan Nisa Mommy nya Ambar begitu pun dengan Ambar ia berpamitan pada Nicko pamannya sahabat nya.


Ke dua gadis kecil itu berjalan menuju kelas mereka dan tinggallah Nisa dan Nicko yang berada di tempat itu.


Nisa, lalu bersiap akan pergi tapi tangan nya di cekal oleh Nicko lalu Nicko mengambil kunci motor Nisa.


"Apa yang anda lakukan" ucap Nisa dengan marah


"Kita perlu bicara" ucap Nicko dengan raut wajah dinginnya


Nisa, menjadi semakin takut, takut kalau sampai pria itu mengetahui tetang putrinya.


"Tidak ada yang perlu di bicarakan saya tidak mengenal anda" ucap Nisa dingin


Nicko lalu mendekatkan wajahnya untuk membisikan sesuatu di telinga Nisa.


"Apa perlu saya lakukan lagi ke jadian 7 tahun yang lalu biar kamu mengingat nya" ucap Nicko tersenyum menang

__ADS_1


Nisa, menjadi gemetar mendengar bisikan pria yang ada di depannya.


"Saya suda melupakan kejadian 7 tahun yang lalu, saya harap anda jangan ganggu saya lagi" ucap Nisa dengan amarahnya


"Tapi tidak semuda itu" ucap Nicko


"Kembalikan kunci motor saya" ucap Nisa mengalihkan pembicaraan


Bukannya mengembalikan kunci motor milik Nisa tapi Nicko mala menyimpan nya di dalam saku jas nya hal itu membuat Nisa semakin kesal pada pria yang ada di depannya itu.


"Mimpi apa aku semalam bertemu dengan pria menyebalkan itu" ucap Nisa dalam hatinya


"Ikut saya kita bicara sebentar" ucap Nicko dengan tegas


"Apa yang perlu di bicarakan, anda sudah mengambil kesucian saya waktu itu dengan paksa, anda sudah menghancurkan masa depan saya, karena anda saya jadi bahan ejekan oleh teman-teman saya" ucap Nisa dengan mata yang suda berkaca-kaca Nisa mengeluarkan semua apa yang ia pendam di dalam hatinya selama ini.


Nicko hanya diam mematung semua yang di bilang Nisa benar, dia adalah lelaki brengsek yang suda memaksa gadis itu 7 tahun yang lalu.


Nisa lalu merampas paksa kunci motornya dari saku jas pria itu lalu menjalankan motornya meninggal kan pria itu. Nicko hanya memandang Nisa pergi tampa mencegahnya lagi ia berjanji akan mempertanggung jawabkan perbuatan nya 7 tahun yang lalu. Nicko melihat sehelai rambut milik Ambar yang ia ambil tadi tepat ia mengusap kepala gadis kecil itu.


Nicko lalu melangkah masuk ke dalam mobilnya tujuan utamanya saat ini adalah menemui sahabatnya dokter Siska untuk melakukan Tes DNA.


30 menit kemudian....


Mobil Nicko memasuki parkiran rumah sakit. Ia langsung melangkah masuk menuju ruangan sahabatnya dokter Siska, karena ia suda menelpon sahabatnya tadi jadi Nicko langsung masuk ke ruangan itu.


Siska yang melihat wajah sahabatnya sedang tidak baik-baik saja mengerutkan keningnya.


"Ada apa dengan wajah mu Nick" ucap dokter Siska


Tampa basa-basi Nicko langsung membicarakan tujuan nya datang menemui sahabatnya itu. Siska yang mendengan cerita Nicko menjadi kaget, bagaimana tidak Nicko memaksa sorang gadis cuma karena pengaruh obat itu.


"Nanti aku kabarin kamu kalau hasilnya suda keluar" ucap dokter Siska


"Baik kalau gitu aku balik dulu" ucap Nicko dan langsung keluar dari ruangan dokter Siska

__ADS_1


Mobil Nicko keluar dari area parkiran rumah sakit, Nicko mengemudikan mobilnya menuju kantor karena waktu suda menunjukan pukul 9.


Tiba di lobi kantor Nicko langsung menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas keamanan lalu ia melangkah menuju lift untuk CEO, tiba di lantai tujuan Nicko melangkah masuk ke dalam ruangannya.


__ADS_2