
Mata hari kini sudah menampakkan cahayanya, tapi bocah kecil masi setia bergulung di balik selimut tebalnya, karena keasyikan main hp Brian jadi tidur telat.
Sementara itu di lantai bawa semua orang sudah mulai melakukan aktifitasnya, Nicko sudah pergi ke kantor, Ambar sudah pergi ke sekolah. Tapi si kecil Brian masi engan untuk membuka ke dua matanya.
Nisa naik ke lantai atas di mana kamar sang putra berada.
Ccleekk...
Pintu kamar sang putra di buka oleh Nisa, hanya ada selah cahaya matahari yang masuk melalui selah kain gorden, pandangan Nisa tertuju pada sang putra yang masi tertidur pules di balik selimut.
Nisa tersenyum lalu berjalan membuka kain garden dan membuat seisi kamar itu menjadi terang, tapi tidak mengusik tidur bocah kecil itu. Nisa mendekati ranjang sang putra.
"Sayang bangun yuk, udah siang loh" ucap Nisa mengelus kepala sang putra
"Adeh asi antut myy(adek masih ngantuk my)" ucap si kecil Brian
"Tapi ini udah mau jam 9 loh, masa iya masi tidur" ucap Nisa lagi
__ADS_1
Dengan malas bocah kecil itu memaksakan untuk membuka ke dua matanya, Brian melihat cahaya matahari dari balik jendela kamarnya, Brian bangun dan duduk berhadapan dengan sang mommy.
"Pe atu ana my(hp aku mana my)" tanya Brian
"Ini hp nya" ucap Nisa
"Ayo sekarang mandi ya, bentar lagi Marvel datang loh" ucap Nisa
Brian meminta sang mommy untuk mengeluarkan piyama tidur nya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Tapi sebelum itu bocah kecil itu meminta sang mommy untuk men cars ponsel barunya, karena baterei nya tinggal sedikit.
☘☘☘☘
"Sayang kamu harus sarapan dulu ya" ucap Nara membujuk sang putra
"Atu ga au my, atu alapan di uma ucel aja(aku gak mau my, aku sarapan di rumah uncle aja)" ucap Marvel
Nara pun tak memaksa putra nya lagi, Marvel saat ini sudah siap dengan tas ransel kecilnya yang berisi ponsel barunya, Nara memanggil pak sopir yang akan mengantarkan sang putra kecil ke rumah sang adik.
__ADS_1
"Pak tolong antar kan putra saya ke rumah Nicko ya" ucap Nara
"Baik buk" jawab pak sopir, Nara tak bisa ikut karena harus pergi ke kantor sang suami untuk menghadiri acara. Sedangkan Maura nanti pulang bareng Ambar dan langsung ke rumah sang adik juga.
"Yo pa ita lantat(ayok pak kita berangkat)" ajak Marvel
Pak sopir pun membukakan pintu mobil untuk anak majikannya itu, kemudian mobil pun keluar dari halaman rumah mewah itu.
Di dalam mobil Marvel mengeluarkan ponsel barunya dari dalam tas kecilnya, membuat sopir yang duduk di samping bocah itu bertanya.
"Hp baru ya den" tanya pak sopir
"Ia pa akek yan eli, alo inta ama edyy ga di acih(iya pak kakek yang beli, kalau minta sama daddy gak di kasih)" ucap Marvel
Pak sopir kembali fokus menyetir lagi, sedangkan bocah kecil itu asik mengotak atik ponsel barunya.
"To ga isa ya(kok gak bisa ya)" ucap bocah kecil itu dengan pelan karena pada saat menekan aplikasi tik tok gak ada vidio sama sekali hanya layar puti, padahal kemarin sekali tekan aplikasi tik tok langsung muncul vidio.
__ADS_1
Bocah kecil itu gak tau kalau saat ini ponselnya gak ada jaringan internet nya dan juga gak ada kartu simnya juga, kakek Erlangga memang tidak memasang kartu sim ke ponsel mereka. Mereka hanya bisa menonton tik tok melalui sambungan internet Wi-Fi saja dan Marvel tidak tau itu.