Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
(Brian & Marvel) Jajan Bersama


__ADS_3

Jam istirahat pun tiba, Brian, Marvel, Rasya dan Ilham sudah tidak sabar membuka isi hadiah yang di dapatkan oleh Brian dan Marvel, tapi mereka akan mengajak Tio juga tentunya.


"Kita ajak Tio juga yuk" ajak Brian keluar kelas di ikuti ketiganya.


Ketika hampir mendekati kelas Tio, tiba-tiba Brian mendengar suara seseorang sedang aduh mulut di dalam kelas Tio.


"Tolong balikin hadiah aku" ucap Tio


"Hadiah kamu, ini tuh pantas buat aku tau gak orang susah seperti kamu gak pantas dapat hadiah" ucap bocah yang tidak menyukai Tio.


Bocah laki-laki ini akan membuka hadiah milik Tio, tapi tiba-tiba hadiah itu di rebut oleh seseorang dengan cepat sebelum di buka.


"Ternyata kamu gak pernah kapok ya" ucap Brian memandang bocah laki-laki itu dengan tajam.


"Kenapa sih kamu selalu saja ikut campur" ucap bocah itu.


"Apa harus aku ingatin lagi kalau aku ini teman dari Tio" ucap Brian.


"Apa yang kamu dapatkan berteman dengan orang susah seperti dia" ucap bocah itu menunjuk Tio dengan tidak suka.


"Bukan urusan kamu, sekarang kamu pergi atau aku laporin bunda Maryam lagi" ucap Brian dengan marah.


Kedua bocah itu pun keluar dari kelas Tio dengan wajah kesal, karena gagal mengerjai Tio untuk mengambil hadiah yang di dapat oleh Tio.


"Tio kamu gak papa" tanya Marvel mendekati Tio.

__ADS_1


"Aku gak papa kok, tadi Rudi mengambil paksa hadiah yang aku dapat" ucap Tio


"Wah kamu dapat hadiah juga ya Tio" tanya Rasya.


"Iya aku dapat juara 1, makasih ya Brian" ucap Tio sambil tersenyum.


"Iya sama-sama, ayo kita buka bareng-bareng hadiah kita" ucap Brian.


Brian, Marvel dan Tio mulai membuka pembungkus kado yang berisi hadiah itu, karena penasaran Rasya dan Ilham pun mendekat lebih dekat untuk melihat hadiah.


"Wah, hadiahnya pensil, buku tulis sama tas" ucap Tio dengan senang.


"Ia sama sama aku juga" ucap Marvel.


"Sama aku juga nih" ucap Brian.


Selesai membuka hadiah, Brian mengajak mereka semua ke kantin untuk jajan tapi Tio menolak membuat semuanya menjadi bingung.


"Kenapa Tio" tanya Rasya.


"Aku gak punya uang jajan, kalian pergi aja aku nunggu di sini aja" ucap Tio


"Udah gak usah di pikirin biar aku yang beli jajanan kamu, ayo" ajak Brian menarik tangan Tio.


"Iya ayo kita jajan sama-sama kan kita teman" ucap Marvel juga.

__ADS_1


"Makasih ya kalian udah mau berteman sama aku" ucap Tio.


"Iya" jawab Brian, Marvel dan Ilham juga Rasya.


Sesampainya di kantin, Brian membeli susu kotak dan roti buat juga sebungkus kentang goreng buat Tio, dan juga buat dirinya sendiri.


Sedangkan Marvel, Rasya dan Ilham juga membeli jajan yang sama dengan uang mereka sendiri, selesai itu mereka semua duduk di pondok yang sudah tersedia di situ.


"Ayo kita makan, tapi ingat berdoa dulu ya" ucap Brian.


"Oke" jawab keempat temannya.


Asik memakan jajanan mereka, tiba-tiba seseorang datang memanggil Tio membuat semuanya melihat ke asal suara.


"Kak Tio, aku punya roti buat kaka ini" ucap si pemanggil adalah Laura memberikan sebungkus roti.


"Makasih ya" ucap Tio menerima pemberian Laura.


"Sama-sama kak, maaf ya aku tadi gak bisa bantu kaka" ucap Laura sedih.


"Iya gak papa kok, Brian uda bantuin aku" ucap Tio.


"Kalau gitu Laura pergi dulu ya kak" ucap Laura berlalu dari hadapan Tio dan teman-temannya.


Tio melihat punggung kecil itu sampai menghilang dari pandangannya, di dalam kelasnya hanya Laura yang mau bersapa dengannya walaupun Tio tau Laura adalah anak orang kaya, sama seperti Brian dan yang lain.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....


__ADS_2