
Pagi harinya di pulau Sangihe....
Ke dua pria blasteran Amerika, saat ini sedang menuruni tangga kapal yang mereka naikin. Kacamata hitam yang menggantung di hidung mancung, membuat para penumpang kapal yang lainnya memandang Alex dan Jeri tak berkedip.
Jeri langsung mengajak tuannya masuk ke dalam mobil.
"Apa tuan baik-baik saja" tanya Jeri setelah keduanya berada di dalam mobil
"Seperti yang kau lihat, badan saya sakit-sakit semua tidur di kasur kecil itu" kata Alex kesal
"Apa kita langsung ke tempat kontrakan nona tua" tanya Jeri
"Iya kita langsung ke sana, saya gak sabar mau meluk istri saya" ucap Alex tersenyum sendiri
Jeri hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah bucin tuannya itu, Jeri meminta pada sang supir untuk menjalankan mobilnya, menuju alamat yang ia berikan.
Mobil itu meninggalkan pelabuhan Nusantara Tahuna, Sedangkan Alex jantungnya berdegup sangat kencang. Seperti pria yang sedang jatuh cinta saja.
Setelah menempuh perjalanan yang hampir 30 menit, kini mobil yang di naikin oleh Alex dan Jeri sampai di depan jalan raya, yang terdapat gang yang sempit.
Keduanya turun dari mobil, Alex menatap sang asisten dengan dahi berkerut, apa iya mereka akan menyusuri gang yang sempit ini.
"Jer, " panggil Alex
Jeri yang mengerti arti panggilan dari tuannya, langsung saja mengiyakannya, kalau mereka harus melewati jalan yang sempit itu untuk sampai di kontrakan Carolin.
__ADS_1
Dengan terpaksa Alex mengikuti Jeri, berjalan di jalan sempit itu, setiap bertepatan dengan pejalan lain, yang satu harus berhenti dulu, biar pejalan yang lain bisa lewat. Alex sempat berfikir, bagai mana bisa istrinya beta tinggal di desa seperti ini.
Bisik-bisik warga terdengar oleh ke dua pria itu, tapi mereka berdua tak mengerti apa yang di ucapkan para warga (Maklum Bahasa Daerah😁) Tak lama kemudian, Alex dan Jeri tiba di depan kontrakan yang sangat kecil.
"Ini kontrakan tempat tinggal Nona tuan" ucap Jeri
Alex melangkah ke arah pintu dan mengetuk nya, cukup lama Alex menunggu tapi tak ada sahutan dari dalam.
Sementara itu di dalam, Carolin sedang sibuk menggantikan popok untuk beby Albert.
"Siapa sih pagi-pagi gini uda bertamu" ucap Carolin melangkah keluar kamar dengan beby Albert yang ada di gendongannya.
Ccllekk...
Pintu terbuka dan bertapa kagetnya Carolin melihat ke dua pria yang ada di depan pintu. Ke dua mata Alex, melihat wajah sang istri yang sangat ia rindukan itu dan tatapan Alex terfokus pada bayi mungil yang ada di gendongan sang istri.
Carolin dengan cepat mau menutup kembali pintu itu, tapi tangan kekar Alex menghentikan pergerakan Carolin.
"Mau apa kamu ke sini" ucap Carolin sinis
"Mau menjemput kamu honey" jawab Alex dengan tatapan sendu
"Lebih baik kamu pergi dari sini" ucap Carolin dengan nada tinggi, bersamaan dengan tangisan histeris beby Albert
Dengan Cepat Carolin menenangkan sang putra, tapi bukannya berhenti tangisan bayi mungil itu malahan semakin kencang.
__ADS_1
"Sepertinya beby merindukan papanya" ucap Alex menatap bayi mungil itu
Tampa banyak kata, Alex langsung mengambil alih beby Albert dari gendongan Carolin. Dan Benar saja bayi kecil itu langsung diam seketika berada di gendongan sang papa.
"Kamu kangen sama papa ya sayang" ucap Alex bercerita dengan beby Albert dan beby kecil itu tersenyum menanggapi omongan sang papa.
Hal itu tak luput dari pandangan Carolin dan asisten Jeri. Alex mengajak jeri masuk ke dalam kontrakan itu, Alex menelisik tempat tinggal istri dan putranya selama beberapa bulan ini.
Carolin meninggalkan ke dua pria itu dengan beby Albert yang berada di gendongan Alex, Carolin melangkah masuk ke dapur untuk membuatkan teh untuk Alex dan Jeri.
"Tuan dia begitu mirip dengan mu" ucap Jeri
"Jelas lah Jer, Alex junior, gak sia-sia kita ke sini naik kapal dan tidur di kasur kecil dan sempit" ucap Alex, mengingat bagaimana semalam mereka tidur di kapal
Tak lama kemudian, Carolin kembali dengan membawa 2 gelas teh panas untuk ke dua pria yang duduk di ruang tamu.
"Maaf cuma ada teh, maklum ini bukan di jakarta" ucap Carolin
"Tidak masalah nona" jawab Jeri
Carolin melihat Alex yang sedang mengajak sang putra bermain di gendongannya.
Bersambung....
Guys, Like, Komen sama Vote ya, jangan lupa Follow aku juga ya, sama hadiah nya juga🙂🙏 Terimakasih.
__ADS_1
Buat yang nanya kapan Ambar ketemu ama Gilang, sabar ya, di novel ini Ambar sama Gilang gak ketemu, tapi aku akan bikin cerita mereka sendiri, awal bulan depan aku mulai UP cerita Ambar ama Gilang yang udah dewasa😊