Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Gagal


__ADS_3

Beby Brian berceloteh sendirian melihat ke dua orang tuanya masi tertidur pules, Beby Brian pengertian banget ya, gak mau bangunin mommy sama daddy.


Nicko semakin mengeratkan pelukan nya pada sang istri, Nisa yang merasakan pergerakan sang suami, membuka ke dua matanya, lalu melihat jam yang menggantung di diding sudah menunjukan pukul 8 pagi.


Nisa melihat putra kecilnya berceloteh sendirian sambil melayangkan kaki dan tangan nya di udara, jangan di tanya bentuk tidur dedek Brian, yang semalam kepalanya sejajar dengan dada sang mommy, kini kepala nya suda berada di atas kepala sang mommy.


"Ba,baaaab..Baaa" celoteh Beby Brian


Nisa melepaskan tangan suaminya yang melingkar di perut nya, tapi bukan Nicko namanya kalau tidak bisa menggoda istrinya kembali.


"Mas kamu apaan si" ucap Nisa kaget karena ulah tangan suaminya


"Maaf sayang, tangan nya mas gak bisa di kontrol kalau soal ini" ucap Nicko


Gak tau kenapa semenjak melihat sang istri sehabis melahirkan tubuh nya menjadi semakin **** dan menggoda saja menurut Nicko.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar sana.


Tok..Tok..Tokkk...


"Daddy, mammy buka pintunya, kaka mau main sama adek" ucap Ambar dari balik pintu


Membuat pasangan suami istri ini saling tatap, lalu melihat pada sang putra yang menggeliat karena terusik oleh ketukan pintu.


Nisa memberi isyarat pada sang suami untuk menyingkir dari atas tubuhnya, dengan berat hati Nicko menyingkir mengambil handuk yang berserah kan di lantai dan melilitkan di pinggangnya, Nicko melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


******


Keesokan harinya, Nicko kembali bekerja seperti biasa. Nicko sudah lengkap dengan setelan jas kantornya melangkah ke arah meja makan.


"Dad, hari ini aku mau pulang bareng Maura ya" ucap Ambar


"Iya sayang, ayo di habisin sarapan nya" ucap Nicko mengusap kepala sang putri


Nisa mengambilkan nasi goreng dan telur ceplok untuk suaminya.

__ADS_1


"Makasih sayang" ucap Nicko


"Iya mas, sama-sama" jawab Nisa


Selesai sarapan Nicko pamit pada istri dan mertuanya, tak lupa Nicko mencium kening sang istri lalu beralih mencium sang putra.


Nisa dan Nicko memang memutuskan untuk mengasuh putra mereka sendiri tampa bantuan beby sister.


Nicko mengantarkan sang putri ke sekolah terlebih dahulu, habis mengantarkan putri nya Nicko pergi ke kantor.


*****


Vero baru saja tiba di rumah sakit, hari ini Vero harus memeriksa banyak pasien.


Vero turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam menuju ruangannya, Vero melihat jam yang melingkar di lengan nya 10 menit lagi ia harus memeriksa pasien.


Vero masuk ke dalam ruangannya yang terasa tenang, beberapa hari ini gadis cerewet itu sudah tidak menampakan batang hidung nya lagi di hadapan Vero dan Vero merasakan hampa.


Sebelum Vero menjalankan tugasnya. Ia mendapatkan pasan dari Cindy, kalau siang ini akan berkunjung ke tempat kerja Vero untuk makan siang bersama.


"Git, tolong kamu gantikan aku yah ikut dokter Vero memeriksa pasien" ucap Tiwi teman seprofesi Gita


"Wulan aja deh jangan gue" ucap Gita


"Gue gak bisa Git" ucap Wulan


Mau tidak mau Gita terpaksa harus menggantikan Tiwi ikut dokter Vero, Dokter yang akan Gita hindari.


Gita keluar dari ruangan itu dan melihat dokter Vero yang sudah menunggu tak jauh dari ruangan itu, Gita melangkah mendekati dokter Vero.


"Maaf menunggu lama dok" ucap Gita terdengar formal di telinga Vero


Vero tidak menjawab perkataan Gita, Ia berjalan terlebih dahulu dengan Gita yang mengikuti di belakang.


Tak ada lagi suara cerewet Gita saat berdekatan dengan dokter Vero, seperti kemarin-kemarin jika melihat dokter Vero Gita akan heboh sendiri. Tapi kali ini gak lagi, Gita berubah jadi gadis pendiam dan cuek hal itu tak luput dari lirikan dokter Vero.

__ADS_1


Gita hanya mencatat keluhan para kasian setelah Dokter Vero selesai memeriksa para pasien, tak ada obrolan di antara mereka membuat Vero heran.


Kedua nya saat ini menjadi seperti tidak saling kenal. Selesai memeriksa para pasien Vero kembali ke ruangannya, Gita pun sama.


Vero mengusap wajahnya dengan kasar, ia tak tau kenapa hati nya tak suka jika di cuekin oleh gadis cerewet itu, Padahal kan ini semua kemauannya yang meminta Gita tak lagi menganggu nya dan setelah gadis itu menjauh ia malah merasa kehilangan.


"****.. Gue kenapa sih" umpat Vero


Tiba-tiba pintu ruangan Vero terbuka, masuklah seorang wanita **** yang menenteng paper bang di tangannya.


"Sayang" panggil Cindy berjalan mendekati Vero


"Sejak kapan kamu datang" ucap Vero


"Baru aja, aku ketok-ketok pintu kamu gak dengar" ucap Cindy meletakan makanan yang ia bawa di atas meja


"Kamu kenapa si" ucap Cindy melihat wajah Vero mesem


"Gak papa ko" jawab Nicko lalu melihat jam diding pukul 12 siang


Vero mengajak Cindy untuk makan siang di kantin, entah mengapa Vero ingin melihat gadis cerewet itu.


"Sayang aku kan udah bawa makan siang buat kita, ko makan di kantin si" ucap Cindy


"Kalau kamu gak mau aku aja" ucap Vero


Dengan berat hati Cindy mengikuti Vero makan siang di kantin, dari ke jauhan Vero melihat Gita dan teman-teman nya duduk di meja dekat jendela.


Gita yang melihat Vero datang bersama pacarnya dengan cepat pura-pura tak melihat dan berlagak cuek, hal itu membuat Vero kesal karena di acuhkan lagi oleh Gita dan Vero melepas kasar tangan Cindy yang bergelayut manja di lengannya.


Bersambung....


Hay Guys...


Jangan lupa Like, komen sama Vote nya yah, biar aku makin semangat UP nya😊🙏🙏 ***Terimakasih...

__ADS_1


Dukung aku juga ya biar menang Up Dete Tem, kalian bisa klik di karya ini sedang mengikuti lomba, gampang ko tinggal VoTE aja.


__ADS_2