
Kedua gadis kecil sedang berjalan beriringan untuk pergi ke kelas pria yang sudah menjadi teman mereka itu.
"Maura nanti kalau kita ketemu kak Vita gimana" tanya Ambar.
"Kita lawan aja, kita gak boleh takut sama dia" ucap Maura.
Kedua gadis kecil itu terus berjalan ke arah kelas Jovian, setibanya di depan pintu Maura dan Ambar melihat Jovian sedang menulis, Maura menarik tangan Ambar untuk masuk mendekati Jovian.
"Kak Jo" panggil Maura.
Jovian yang di panggil mendongakkan kepalanya melihat dua gadis yang sedang berjalan ke arah mejanya.
"Kak Jovian gak ikut istirahat ya" tanya Maura malu-malu, entah kenapa ia pengen bertemu Jovian.
"Dikit lagi, aku lagi nulis tugas" jawab Jovian
"Maura kita duduk di situ aja yuk sambil nungguin kak Jo" ajak Ambar, kedua gadis kecil itu pun duduk di kursi yang kosong tak jauh dari Jovian.
Tak lama kemudian Vita masuk bersama kedua temannya, niatnya juga ingin menemui Jovian yang ada di kelas.
"Loh berdua ngapain di sini" tanya Vita.
__ADS_1
"Kita lagi nungguin kak Jo" jawab Ambar.
Jovian yang melihat Vita datang dengan cepat menyudahi menulisnya, ia mendekati Maura dan Ambar dan cepat mengajak mereka keluar dari kelasnya sebelum gadis kecilnya kembali di buli oleh Vita.
"Ikut kaka keluar yuk" ajak Jovian, kedua gadis itu pun keluar bersama Jovian.
Sedangkan Vita yang di cuekin merasa tidak terima, ia berjanji akan membuat perhitungan dengan Ambar dan Maura.
☘☘☘☘
Sedangkan di rumah ketiga bocah laki-laki itu kembali bermain bersama, terlihat Marvel dan Raffa sedang mengangkat kardus mainan milik Brian ke halaman teras depan.
Sedangkan Brian sedang memegang ponsel miliknya untuk memvidio ke dua sohibnya itu.
"Uda don ni ainan yaa(udah dong ini mainan nya)" ucap Raffa.
Nisa yang melihat mainan putranya di bawa ke teras depan menjadi bingung, apa lagi yang akan bocah kecil itu lakukan.
"Sayang mainan nya kok di bawa keluar" tanya Nisa.
"Ia my au ita ciin, lus di asi ama anat anti(iya my mau kita bersihin, terus di kasih sama anak panti)" ucap Brian.
__ADS_1
"Apa gak papa sayang" tanya Nisa.
"Ga apa my, tan ainan yaa adeh asi anyat (gak papa my, kan mainan nya adek masih banyak)" jawab Brian.
Nisa mengelus kepala putra kecilnya itu, masih kecil tapi putranya itu sudah memiliki hati baik ya itu mau berbagi buat yang membutuhkan.
Nisa juga kaget saat tau kalau putra kecilnya itu suka berbagi rezeki buat orang-orang yang tidak mampu.
"Yo ita ciin ainan yaa(ayo kita bersihin mainan nya)" ajak Brian.
"Yo" jawab Marvel dan Raffa bersama.
Selesai membersihkan mainan-mainan itu, ketiga bocah kecil itu kembali mengatur mainan nya dengan rapi kedalam kardus itu.
Mainan yang akan Brian berikan pada anak-anak panti kali ini sebanyak 5 kardus sedang, ia juga berencana akan meminta mainan boneka sang kaka untuk di berikan pada anak perempuan di panti, jadi bukan hanya anak laki-laki yang mendapat mainan tapi juga anak-anak perempuan.
"Dah esai(udah selesai)" ucap Marvel.
"Ekalang igal ungu tata(sekarang tinggal tunggu kaka)" ucap Brian.
Ketiga bocah kecil itu menyusun kardus yang berisi mainan, kemudian ketiganya masuk kedalam menunggu kaka Ambar pulang sekolah.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa dukung author terus ya, Like, Komen sama Vote ya....