Putri Kecilku Tanpa Daddy

Putri Kecilku Tanpa Daddy
Part (Brian & Marvel) Kecil


__ADS_3

Maura melihat Ambar datang bersama ke dua adiknya, Maura sudah menyiapkan dua bunga mawar merah dan putih yang akan mereka bawa besok.


"Dek ayo sini bantuin kaka" aja Maura.


Kedua bocah kecil itu mengambil alat yang akan mereka gunakan untuk men gali tanah.


"Hati-hati ya dek nanti kena mata" ucap Ambar.


"Ia tata(iya kaka)" jawab Brian.


"Tata abal ama tata au ual unga di ekola(kaka Ambar dan kaka mau jual bunga ya di sekolah)" tanya si kecil Marvel.


"Gak dek, kita murid-murid di suruh bu guru buat bawa bunga untuk menghias sekolah" ucap Maura.


"Ooh, ditu ya(oh, gitu ya)" ucap Marvel.


Setelah sudah banyak tanah yang di gali oleh kedua bocah kecil itu, Maura langsung saja mengambilnya lalu menaruh ke dalam pot miliknya.


"Tata anti anan upa ya eli es tim okat uat ita(kaka nanti jangan lupa ya beli es krim coklat buat kita)" ucap Brian.

__ADS_1


"Iya dek, kalian tenang aja oke" ucap Ambar.


Selesai menanam bunga Ambar dan Maura mengajak ke dua adiknya untuk mencuci tangan sampai bersih, karena habis memegang tanah walaupun memakai sarung tangan tapi tetap harus mencuci tangan.


"Alvel yo ita ain awat agi(Marvel ayo kita main pesawat lagi)" ajak Brian.


Marvel pun mengikuti sohibnya itu, ke dua bocah kecil itu kembali ke halaman depan untuk bermain pesawat di sana.


"Blian atu ya uluan(Brian aku ya duluan)" ucap Marvel.


"Ga oleh tan yan ebi tua atu adi atu yan uluan(gak boleh kan yang lebih tua aku jadi aku yang duluan)" ucap Brian.


"Alus yaa amu gala ama atu yan ebi adeh(harusnya kamu mengalah sama aku yang lebih adek)" ucap Marvel.


"Ia ata edy atu ditu alo atu elantem ama tata, tata lus gala ama atu yan ebi ade(iya kata daddy aku gitu kalau aku berantem sama kaka, kaka harus ngalah sama aku yang lebih adek)" ucap Marvel panjang lebar.


"Itu tan apa ata ucel elit, alo ama atu ga(itu kan apa kata uncle Erik, kalau sama aku gak)" ucap Brian kekeh.


"Ish, amu ini(ish, kamu ini)" ucap Marvel berkacak pinggang.

__ADS_1


"Ekalan aku uluan ya, alu amu(sekarang aku duluan ya, baru kamu)" ucap Brian.


Brian mulai menekan remote yang ada di tangannya dan pesawat yang tadinya berada di atas rumput hijau pun mengudara.


"Yo Blian ebi ingi agi(ayo Brian lebih tinggi lagi" ucap Marvel dan Brian mengikuti apa yang di katakan sohibnya.


Pesawat kecil itu mengudara lebih tinggi, membuat si kecil Brian kesusahan mengontrol remote yang ada di tangannya. Sampai jarinya tak sengaja menekan tombol kira dan pesawat kecil itu terbang ke arah luar pintu gerbang sampai tidak terlihat lagi.


"Blian tawat yaa ana(Brian pesawatnya mana)" tanya Marvel.


"Tawat yaa elban te lual, yo ita iat(pesawatnya terbang ke luar, ayo kita liat)" ajak Brian.


Kedua bocah kecil itu pergi ke arah pintu gerbang yang menjulang tinggi itu, ke dua bocah kecil itu mengintip dari balik pintu besi besar itu.


"Alvel tu tawat nya(Marvel itu pesawatnya)" ucap Brian dari balik pagar melihat pesawat miliknya sudah tergeletak di pinggiran trotoar dengan satu sayapnya patah.


"Imana ita abil yaa intu tan di unci(gimana kita ngambilnya pintu kan di kunci)" ucap si kecil Marvel.


Brian berpikir untuk bisa keluar mengambil pesawat miliknya di atas trotoar itu.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...


__ADS_2