
Keesokan harinya, si kecil Brian masi terbaring di ranjang rawatnya, Nisa baru saja selesai menyuapkan makanan untuk putra kecilnya itu. Dokter Vero juga sudah memperbolehkan bocah kecil itu untuk pulang hari ini.
Nicko hari ini tidak pergi ke kantor dan meminta asistennya Leo, untuk meng handel semua pekerjaan nya hari ini.
"Omyy, apan ita oleh ulan, adeh ga au idul ini(mommy, kapan kita boleh pulang, adek gak mau tidur sini)" ucap si kecil Brian yang masi berbaring
"Hari ini kita pulang kok sayang, tinggal tunggu daddy ngurus semuanya ya" ucap Nisa mengelus kepala sang putra
Tak lama kemudian pintu ruang rawat VVIP itu terbuka, dan masuklah seorang wanita cantik bersama bocah kecil yang sedang mengandeng tangan sang mommy.
"Bliann...(Brian)" panggil bocah kecil yang baru masuk
"Alvel(Marvel)" ucap Brian pelan, ya bocah kecil yang baru masuk itu adalah Marvel bersama sang mommy untuk datang menjenguk sepupunya itu.
Marvel berjalan mendekati ranjang rawat sepupunya, Marvel melihat perban yang masi menempel di jidat sohib nya itu. Karena penasaran, Marvel pun bertanya.
"Blian, amu atit apa to asut uma akit (Brian, kamu sakit apa kok masuk rumah sakit)" tanya Marvel
"Atu atuh ali anda, lus idat atu edala elus atit(aku jatuh dari tangga, terus jidat aku berdarah terus sakit)" ucap Brian memberitahu apa yang terjadi kemarin sore.
"Atian amu epat embu ya, ial ita isa ain alen agi(kasian kamu cepat sembuh ya, biar kita bisa main bareng lagi)" ucap Marvel
"Ia amu odain atu ya ial epat embu (iya kamu doain aku ya biar cepat sembuh)" ucap si kecil Brian
__ADS_1
Marvel pun mengangkat ke dua tangannya lalu berdoa.
"Ya Alloh embu alan Blian, ial isa ain agi ama atu, Aminn( Ya Allah sembuh kan lah Brian, biar bisa main lagi sama aku, Aminn)" doa si kecil Marvel pada sepupunya itu
"Maaci ya Alvel amu da oain atu(makasih ya Marvel kamu udah doain aku)" ucap Brian
"Ia ama-ama(iya sama-sama)" ucap Marvel
Dan obrolan ke dua bocah kecil itu tak luput dari pandangan para orang gua mereka, biarpun terkenal nakal tapi ke duanya mempunyai sisi lain, mungkin orang di luar sana menilai mereka hanya anak kecil yang selalu berbuat nakal, tapi tampa mereka sadari ke dua bocah kecil itu punya pikiran dewasa.
Brian dan Marvel berceloteh, Marvel menceritakan kalau kemarin ia di hukum oleh sang mommy karena memakan es krim, dan Brian di buat tertawa mendengar cerita sang sohib yang kena hukum.
Tak lama kemudian Nicko masuk dan melihat sang kaka yang sedang duduk di sofa bersama sang istri. Sedangkan ponakan nya Marvel sedang asik berceloteh bersama sang putra.
"Semuanya sudah beres sayang, kita bisa pulang sekarang" ucap Nicko
Beberapa menit kemudian kini mereka semua sudah berada di dalam mobil, Nara dan sang putra ikut bersama mobil Nicko. Karena Nara dan putranya ke rumah sakit di antar oleh pak sopir.
"Blian ni apa(Brian ini apa)" tanya Marvel menyentuh perban yang ada di jidat sohib nya
"Ata om Elo ni eban ial arah yaa ga elual agi(kata om Vero ini perban biar darah nya gak keluar lagi)" jawab Brian
"Atit ga(sakit gak)" tanya Marvel
__ADS_1
"Atit lah tan edala(sakit lah kan berdarah)" ucap Brian
Para orang tua hanya mendengar obrolan ke dua bocah itu, saat ini Brian duduk di kursi belakang bersama Marvel dan juga aunty Nara, sedangkan Nisa duduk di kursi depan bersama sang suami.
Semuanya sudah menunggu di rumah, termaksud kakek Erlangga dan juga eyang Tania yang mendapat kabar kalau cucu mereka masuk rumah sakit.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Nicko memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi itu, tiba di halaman depan semuanya turun dari mobil, Nicko mengendong sang putra masuk ke dalam. Dan mereka di sambut oleh kakek dan eyang.
"Cucu kakek sini sama kakek" ucap kakek Erlangga
"Akek Blian atit(kakek Brian sakit)" ucap Marvel
"Lain kali lebih hati-hati ya sayang" ucap eyang Tania
"Ia akek(iya kakek)" ucap Brian
Mereka semua duduk di ruang keluarga, hari ini keluarga Wijaya berkumpul lagi.
Bersambung...
**Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...
Jangan lupa mampir di cerita si kembar ya**.
__ADS_1