
Cyra sedikit kebingungan melihat tempat mereka sekarang
"ada apa?" tanya Cyra
"sebenarnya ada salah satu dari pebe to thepeo yang menjadi penghianat"
"siapa?" tanya Cyra
"entah lah, itu belum pasti. aku sangat bersyukur karena kamu bisa balik walaupun berada di tubuh orang lain tapi setidaknya semua orang di pebe to thepeo mengetahui jika kamu balik."
"kita harus menyelidiki orang itu" ucap Cyra dengan nada serius
"tentu, aku jadi curiga dengan seseorang tapi itu hanya rasa curiga"
"aku juga dari dulu curiga dengan seseorang"
"haruskah kita selidiki sekarang?"
"aku akan menyelidiki nya sendiri, kau silahkan selesaikan masalah di rumah ku dan aku tidak mau jika orang terdekat dari Cyra kenapa napa"
"iya aku mengerti, haruskah kita memanggil mu cyra atau eilin?"
"entah lah, mari berkumpul dengan yang lain"
Rachella mengangguk mengerti setelah itu mereka pergi untuk berkumpul dengan orang orang pebe to thepeo
***
"hy, lihatlah siapa yang aku bawa" seru Rachella
"hai" sapa Cyra sambil tersenyum
semuanya berseru senang dengan kedatangan Cyra, gk semua sih
"kenapa kamu tidak membuka masker mu? aku belum melihat muka mu" ucap seseorang, waktu itu orang itu emang sedang pergi keluar membeli cemilan makanya tidak tahu dengan Cyra
Cyra menatap orang itu, sepertinya orang itu pernah dia liat
"why?" bisik Rachella
"dia tidak asing di mata ku" bisik Cyra
"dia kan emang orang pebe to thepeo" bisik Rachella, Rachella sedikit kesal dengan Cyra
"ck, gua tau itu tapi sepertinya orang itu pernah berurusan dengan Cyra"
"dia yang akan menggantikan posisi eilin" ucap Rachella membuat orang itu sedikit kesal
"kenapa harus dia? bukan kah dia bukan orang pebe to thepeo?" dapat di dengar jika nada yang orang itu pakai seperti nya sangat kesal
"ren!" tegas astro yang dulu Cyra sebut bapak Pou
emang waktu itu hanya dikit orang waktu Cyra membobol situs pebe to thepeo
Cyra menatap orang orang yang mengetahui siapa Cyra, Cyra menutup matanya sekitar 3 detik untuk memberikan orang orang itu kode
"aku Cyra, aku dari dulu di latih eilin untuk meneruskan pebe to thepeo, aku tempat curhat eilin," Cyra membuka masker nya "aku Cyra adeena fany." ucap Cyra sambil tersenyum ke mereka semua
"hanya mengatakan itu semuanya langsung percaya dengan mu?" ren berbicara dengan nada sombong nya
"aku bisa membuka kunci dari semua tentang pebe to thepeo, aku bahkan mengenal beberapa orang dan tugas nya" Dengan sisa rasa sabar nya, Cyra menjelaskan hal yang seharusnya gk usah dia jelaskan
"oh yah?" tanya ren
"jangan memancing emosi ku, paham?" tanya Cyra
"emang kamu siapa?" pertanyaan itu membuat Cyra sangat kesal
Cyra mengepalkan tangannya kuat untuk menahan emosi nya
Alaska, Rachella bahkan orang yang sudah tahu tentang Cyra langsung panik
"eh Cyra tadi aku membelikan alpukat untuk kamu loh, ada di dalam" ucap Alaska menenangkan emosi Cyra
"oh yah tadi Alaska membelikan alpukat untuk mu, ayo aku antar" ucap Rachella sambil berdoa dalam hati nya yang sangat dalam
"eh karena mati lampu jadi kita bertiga bakal kipas kamu dengan kipas yang baru kita beli dari brand terkenal" ucap satu orang mewakili dua temannya
__ADS_1
"ini laptop aku punya banyak Drakor" ucap salah satu lagi dari mereka
Cyra berjalan ke arah lantai atas karena mengingat mereka lagi di ruang bawah tanah, mereka berjalan mengikuti Cyra ke dapur
sedangkan Alaska mendekati ren
"jangan macam macam dengan Cyra, paham!" tegas Alaska
"kenapa?" tanpa rasa bersalah and sopan santun nya, ren malah bertanya dengan angkuh dengan Alaska
"kamu tanya kenapa?" Alaska meremas baju milik Alaska
semua yang melihat itu menelan ludah susah payah
eilin, Rachella dan Alaska saat marah bisa membunuh 6 singa sekaligus
"sudahlah" ucap Cyra yang muncul lagi
Alaska melepaskan tangan nya
"aku ingin pergi bersama Rachella, bye" Cyra meninggalkan tempat itu bersama Rachella
***
Rachella dan Cyra hari ini akan menghabiskan waktu bersama
"jadi kita akan kemana dulu?" tanya Rachella sambil menyetir mobil hitam miliknya yang dulu di belikan eilin
"ke mall itu" ucap Cyra melihat satu mall
"kenapa kita gk pergi ke tempat lebih lagi? bukan kah dari dulu kau tidak suka ke mall" dulu Rachella dan Cyra tidak menyukai yang namanya mall
"apa salah nya shopping kan?" tanya Cyra dan di bales anggukan oleh Rachella
***
setelah memarkirkan mobilnya mereka berdua menuruni mobil itu
mereka memasuki mall besar itu, banyak yang memandang mereka dengan tatapan iri karena kecantikan mereka
"Abang" panggil Cyra sambil berlari memeluk orang itu
semua orang di sekitarnya terkejut dengan tingkah Cyra
"gk sopan banget" sewot vano
"Abang" lirih Cyra
"Cy" panggil Rachella dan menghampiri Cyra
orang itu menatap kedatangan Rachella, Rachella sangat terkejut melihat orang itu
orang itu tidak mengenal Rachella, berbeda dengan Rachella
"cy"bisik Rachella sedikit memperingati Cyra
"kenapa bang Ditto gk balik ke rumah?" yah orang itu Dito
"kangen?" walaupun Dito di kenal sebagai orang yang sangat dingin tapi Dito dulu akrab dengan Cyra
"iyalah, goblok" kesal Cyra yang membuat omorfos terkejut
"hm" Dito hanya mengangguk
Dito hidup bertetangga dengan Khanz
Dito sebenarnya inti omorfos, Dito juga sebenarnya muncul cuman karena dingin nya melebihi kutub Utara makanya gk punya dialog
Dito sebenarnya sering muncul, karena Cyra orang yang sibuk makanya gk pernah ketemu, Dito sebenarnya orang omorfos satu satunya memasuki sekolah yang sama dengan peace diamond
"bang pulang yah" bujuk Cyra
"iya" Dito mengusap kepala Cyra
"lu ngapain di sini?" tanya Varz
"oh... gua jalan jalan ama teman ku, sekaligus bermalam di rumah dia"
__ADS_1
"dia kayaknya bukan orang dari sekolah kita" ucap varz menatap Rachella dari ujung kepala sekolah ujung kaki
"yah emang" sewot alaska yang tiba-tiba muncul entah dari mana
"lo ngapain ke sini sendiri? di buang peace diamond?" sindir vano
"peace diamond bisa ngejaga dirinya sendiri, paham?" ucap Alaska dan melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda
"njirr kabur Lo? dasar penakut"
"gua mau beli sesuatu untuk seseorang yang sangat berharga" sahut Alaska sambil berjalan pergi meninggalkan mereka
"jadi kita ngapain?" tanya Rachella sambil menatap sekeliling nya
"ayo jajan sepuas mu" ucap Cyra dengan semangat
mereka berdua pergi ke tempat yang jualan make up
"kau mau apa?" tanya Cyra melihat Rachella yang sedang berbinar
"hmm ini, ini, Ama ini, dan ini" Rachella mengambil hal yang sangat dia inginkan itu
"kamu bayar, nih black card" ucap Cyra meninggalkan Rachella
"mau kemana?" tanya Rachella sedikit cemberut karena di tinggal Cyra
"mau cari baju school karena kan udah pindah sekolah. nanti ketemu di bawah" sahut Cyra yang sudah mulai menjauh
"jika dia masih di tubuh asli nya pasti aku gk akan menerima uang dari dia, tapi kan dia ada di tubuh seorang gadis kaya raya karena keturunan adeena" ucap Rachella
Berbeda dengan Rachella yang masih sibuk mencari make up yang cocok, Cyra sudah menemukan baju yang cocok untuk nya
Cyra pergi mencari barang yang akan dia beli selagi masih di tempat ini kan
Cyra membeli sepatu yang bagus tiba tiba
"kyaa! Cyra!" teriak seorang gadis yang sangat familiar di telinga nya
Cyra berbalik dan menatap orang itu
"ada apa chel?" tanya Cyra, yah orang itu Rachella
Cyra sedikit malu karena orang orang sekarang menatap ke arah mereka
"kenapa gk bilang jika ni mall milik keluarga adeena?!" kesal Rachella
"ha? emang nya kenapa?" tanya Cyra yang masih sedikit bingung
"ck! mereka mengira aku mencuri nih black card dari keluarga adeena" Rachella kesal dengan kesalahan pahaman tadi
"hehehe sorry aku lupa ini punya keluarga ku"
"jadi?" tanya orang yang memegang tangan Rachella
"lepasin dia, minta maaf cepat!" tegas Cyra
dua orang itu melepaskan tangan Rachella dan menunduk di depan Rachella
"maafkan kami, kami mengira anda mencuri nya karena di situ tertulis nama Cyra dan seingat kami Cyra gk punya temen seperti anda" salah satu dari mereka mewakili teman nya
"pergi sana" usir cyra dan Rachella
dua orang itu berlari cepat karena rasanya mereka ingin menghilang dari bumi ini karena merasa sangat malu
"hehehe sorry yah, apakah tangan kamu sakit?" Cyra sedikit menyesal karena telah meninggalkan Rachella sendiri bersama dengan blackcard nya
"hm nih tangan ku memerah" adu Rachella
"oh yah? sepertinya aku harus menelpon papa untuk menangani ini" ucap Cyra mendekati Rachella
Rachella mengangguk mengiyakan perkataan Cyra
Cyra merangkul Rachella
"sejak kapa kau jadi manja begini" tanya Cyra
mereka berdua pergi ke suatu cafe dekat sana
__ADS_1