Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 110 "tempat gangster"


__ADS_3

seketika supir taksi itu menyalakan mobil dengan kecepatan penuh, setelah di pertengahan jalan, barulah ia mengangkat bicara.


"maaf mas tadi saya buru-buru langsung tancap gas, btw mas tadi nanya apa?." ujar nya yang lalu bertanya balik kepada Lin shi.


"saya tanya memang nya lokasi itu tempat apa?." tanya Lin shi dengan jelas kali ini.


supir taksi itu pun menoleh kebelakang, kedepan, dan juga kesamping, ia nampak terus mewaspadai sesuatu.


"mas ingin tau tempat apa itu, tempat itu adalah sarang nya para gangster." jawab nya yang membuat Lin shi kaget dan juga membulatkan matanya.


"apa?, maksudmu orang yang ada di wilayah itu adalah gangster semua." ujar Lin shi yang lalu di angguk kepala oleh nya.


Lin shi yang melihat dan juga baru tau hal itu seketika merasa kaku, ia tak menyangka bahwa tempat itu adalah sarang gangster.


dia juga mulai mencurigai bahwa Gu Qinzhang adalah salah satu anggota nya, namun karna merasa penasaran ia pun kembali bertanya.


"mas tau nggak siapa nama bos mereka?." tanya Lin shi yang lalu di jawab oleh supir taksi itu.


"saya nggak tau pasti mas, tapi yang pernah saya denger, katanya sih nama bos mereka itu awalnya Gu. ntah bener atau nggak nya saya nggak tau." ujar nya yang membuat Lin shi semakin curiga lebih.


Lin shi mulai membathin yang tidak-tidak untuk hal ini, dia juga sempat mengingat kembali tentang penglihatan nya beberapa kali itu.


bahkan sudah ada dua orang yang menjadi bukti dari hal ini, pantas saja ia merasa suara yang selalu ada dipenglihatan nya sangat tak asing.


dia selalu merasa familiar dengan suara dan juga bentuk tubuh orang itu, tapi setelah di pikir-pikir lagi, dia mulai mengerti alasan semuanya.

__ADS_1


namun sesaat ia melamun memikirkan banyak hal, tiba-tiba supir taksi yang penasaran dengan yang terjadi sebenarnya kini memberani kan diri bertanya.


"maaf mas, boleh saya tanya?, mas punya hubungan apa dengan gangster itu?." tanya supir taksi itu dengan raut wajah ragu-ragu.


"saya tidak tau bahwa itu tempat gangster, saya tadi hanya mengikuti teman saya. saya juga tak menyangka bahwa teman saya memiliki hubungan gangster dengan orang-orang itu. saya juga mulai curiga satu hal, btw mas tau dari mana aja tentang tempat itu?." ujar nya sambil bertanya balik kepada supir taksi.


"jadi begini mas, teman saya yang juga bekerja sebagai supir taksi, pernah bertemu sekaligus menjadi korban mereka semua. bukan hanya itu saja mas, bahkan teman saya di buat gila karna mereka. dia bahkan takut di sentuh dan juga dia takut memandangi orang-orang. setelah kejadian itu, dia di bawa kerumah sakit jiwa." jelas nya dengan rinci.


di sepanjang jalan, Lin shi dan juga supir taksi itu terus berbicara tentang hal itu. apalagi Lin shi juga sedang menyelidiki lebih tentang kasus itu.


"kejadian itu kapan terjadi?." tanya Lin shi yang membuat ia terdiam sebentar.


nampak nya ia masih memikirkan kapan kejadian itu, tapi sepertinya dari raut wajah nya Lin shi sudah membaca bahwa kejadian itu sudah lama.


"samar-samar ingatan saya, kayak nya kejadian itu terjadi cukup lama. antara 2 atau 3 tahunan gitu mas." jawab nya yang lalu membuat Lin shi paham.


"maaf nih mas, btw teman mas itu masih di rumah sakit jiwa atau sudah keluar?." tanya Lin shi yang lalu di jawab oleh nya.


"sudah keluar mas, dia juga sudah mulai pulih dari keadaan lama nya. tapi sayang dia masih trauma berat atas kejadian yang menimpa nya waktu itu. dia bahkan tidak mau lagi bekerja sebagai supir taksi lagi." ujar supir taksi itu yang lalu dengan segera Lin shi bertanya..


"tanya sekali lagi, tempat teman mas itu dimana sekarang?, saya mau kesana nanti. ada beberapa hal yang harus saya tanyakan kepada nya, saya berjanji, saya tidak akan menambah beban di pikiran nya. tapi kali ini saya mohon mas, bisakah mas nanti antar saya ke sana. ada hal penting yang harus saya lakukan segera, ini semua menyangkut tentang seseorang yang saya kenal juga." ujar Lin shi yang lalu di jawab oleh nya.


"baik mas, nanti mas mau kesana kapan?." tanya supir taksi itu kepada Lin shi.


"sekarang, lebih cepat lebih baik." ujar Lin shi yang lalu di angguk oleh nya.

__ADS_1


namun setelah beberapa menit kemudian, dia pun kembali bertanya karna penasaran.


tadi nya ia meminta pulang, tapi sekarang ia malah meminta ke rumah temannya, dia merasa ada yang curiga dari Lin shi ini.


"mas bukan nya tadi mas mau pulang." ujar supir itu dengan takut-takut.


"tadi nya, tapi setelah mendengar cerita mu, saya mulai curiga dan harus segera mengungkapkan kebenaran. saya tidak ingin seseorang itu akan terus merasa lupa ingatan dan juga merasa ketakutan. dia juga mengalami hal yang hampir sama dengan teman mas, hanya saja beda nya dia..." ujar Lin shi yang malah terpotong karna tidak sanggup berbicara lagi.


supir taksi yang mendengar cerita Lin shi itu segera terkejut dan juga penasaran, karna cerita nya malah terpotong begitu saja.


menit ke menit telah berlalu, kini Lin shi dan supir taksi itu sampai di rumah temannya. terlihat rumah itu terang, bahkan di setiap jalan ada orang lewat.


di lingkungan rumah ini, semua orang ramai berjalan keluar. bahkan anak-anak juga masih bermain ceria di sekitar luaran rumah.


Lin shi yang merasa suasana ramai kini berjalan sebentar mengarah ke anak kecil itu. dia pun berlutut dan berkata sedikit...


"hey dek, boleh kakak ikut main dengan kalian?." tanya Lin shi yang mengagetkan supir taksi itu.


ia terkaget bukan karna pertanyaan Lin shi itu, tapi ia kaget karna Lin shi malah berbicara sendiri tanpa seseorang di sekitar nya.


teman-teman Lin shi yang ada di sini ikut muncul dan merasa energi lain di sini sangat banyak.


"Lusi berhati-hati seperti nya ada aura jahat di sekitar sini." ujar Lun Jue yang di setujui mereka semua.


"eummm..aku tau itu, bahkan aku tau mereka semua tak nyata." ujar Lin shi yang lalu berjalan pelan ke arah supir taksi.

__ADS_1


mereka berdua langsung berjalan mengetuk pintu, namun di saat mereka mengetuk pintu, tidak ada siapa pun yang menjawab.


__ADS_2