
Pada malam yang sunyi
Hai fengsi dan shetong masih
berada di dalam gua yang sama
pemimpin dari prajurit terkutuk
itu sama sekali tidak senang atas
kehadiran mereka, panglima prajurit
terkutuk itu pasti tidak akan
melepaskan Hai fengsi dan shetong
ia akan membuat mereka mati di dalam
gua tersebut.
Kemudian dia ucap kan mantra,
suaranya samar samar terdengar
tak lama setelah itu
muncul lah ribuan pasukan terkutuk
mengepung Hai fengsi dan shetong,
prajurit terkutuk itu tak seperti apa yang
di katakan di luaran sana.
Ia bukan lagi
manusia yang masih hidup
melainkan roh mereka yang masih
hidup namun tubuh nya sudah lama
mati di telan oleh tanah, akan tetapi
meski tubuh mereka telah hancur
dan hanya tinggal roh mereka saja
yang tersisa, tapi kalau soal kekuatan
tidak perlu di ragukan lagi, tidak ada
bedanya mereka hidup atau sebagai
roh yang gentayangan kekuatan
mereka tetap sama seperti semasa
hidup mereka tak berubah sedikitpun.
Badan mereka sangat lah tinggi
dan para prajurit terkutuk itu
tidak berjalan layak nya manusia
melainkan melayang di udara dan
penampakan mereka sangat lah
menyeramkan, mereka membawa
senjata di tangan nya yang ukurannya
sangat lah besar.
Tak lama setelah itu muncul lah
sesosok roh, namun kali ini dia
berbeda dari roh roh prajurit
terkutuk itu ia terlihat lebih tua
__ADS_1
dan berwibawa beliau
memegang tongkat yang
sepertinya tak pernah
ia lepaskan dari tangannya itu,
sepertinya beliau adalah
panglima atau pemimpin dari
para pasukan prajurit
terkutuk itu kemudian,
para prajurit terkutuk itu
membukakan jalan
untuk panglima tersebut dan
ia kemudian berjalan menuju
Hai fengsi dan shetong, dan ia berkata.
"Wahai anak muda apakah kau takut,
dan menyesal karena telah memasuki
gua ini, aku adalah panglima Jiang Zi Xin
panglima dari para prajurit terkutuk ini,
aku katakan sekali lagi,
Aku Jiang Zi Xin panglima
prajurit terkutuk yang tidak akan
pernah mau membantu siapapun itu
jadi jangan harap kau bisa mendapat
akan kubiarkan hidup.
Semuanya bunuh para pemuda itu
semuanya! '' ucap dari sang panglima
menyuruh prajurit nya untuk membunuh
Hai fengsi dan shetong.
Tiba tiba Hai fengsi mengeluarkan
sebuah pedang yang ia sembunyikan
dari balik baju nya dan melepaskan
sarung pedang yang membalut
pedang tersebut, ketika di keluarkan
pedang itu semua prajurit terkutuk
dan panglima itu sangat terkejut
bukan main karena pedang itu
adalah pedang dari mendiang kaisar
terdahulu yang selalu di gunakannya
untuk berperang.
"Semuanya dengarkan aku adalah
cucu dari mendiang kaisar terdahulu
yaitu mendiang kaisar zhang Xi Lin
dan pedang ini aku dapat kan
__ADS_1
dari kakekku meski pedang ini dulu
telah patah terbelah menjadi dua
namun kini aku telah menyatukannya
kembali seperti semula dan kekuatan
dari pedang ini tidak bisa diragukan lagi
dan aku adalah pewaris sah dari pedang
ini, kemampuan ku dalam berperang
tidak bisa di ragukan lagi aku
sedari kecil di latih dan di ajar kan
cara untuk berperang oleh kakek ku
jadi di sini aku memerintahkan kalian
untuk patuh pada perintah ku, karena
kalian telah berjanji akan mengabdi
pada kaisar Zhang Xi Lin dan para
keturunannya. " ucap Hai fengsi dengan
tegas.
"Aku tidak percaya pedang tuan ku
masih bisa aku lihat sampai sekarang
ini adalah keberkahan buat ku dan
para prajurit terkutuk, aku kira aku tidak
akan pernah melihat henusan pedang
yang sangat legendaris itu, tapi kenapa
aku tak pernah mendengar kalau kaisar
mempunyai seorang cucu laki-laki? "
"Benar kaisar memang tidak pernah mengatakannya, karena aku sebenarnya
adalah anak yang sangat di rahasiakan,
waktu itu demi menyelamatkan ku
dari bahaya kakek memerintahkan
pada ibu ku yang di mana beliau
adalah anak dari kaisar terdahulu
untuk mengatakan bahwa aku
bukan lah keturunan dari kaisar
Zang Xi Lin. "
"Jika memang seperti itu maka kehidupan
mu hanyalah sebagai anak pengeran
dari ibu kalangan bisa biasa yang pada
kenyataannya ibu mu adalah seorang
bangsawan, hemm,,, baik lah.
Semua turunkan senjata kalian dan
beri hormat kepada sang penerus
kaisar terdahulu,
HORMAT! "
__ADS_1