Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 118 "laporan terbaru"


__ADS_3

setelah beberapa jam kemudian buk guru yang panik langsung menelpon polisi untuk membuat laporan. ia pun bergegas menelpon ke kantor polisi langsung.


"hallo ada masalah apa?." tanya pak polisi di dalam telpon.


"pak saya mau buat laporan." ujar buk guru yang lalu di tanya oleh pak polisi.


"ada apa?." tanya pak polisi yang lalu di jawab oleh buk guru.


"jadi gini pak, 2 murid saya tiba-tiba hilang, sebelum kejadian nya salah satu murid saya bilang kalo nanti saya tiba-tiba hilang buk guru bisa langsung lapor ke polisi. dan sekarang memang kejadian, sampe sekarang nggak ada satu pun yang kembali ke kelas." ujar buk guru yang lalu membuat pak polisi paham.


"oke, sekarang ibu ada di sekolah mana?." tanya pak polisi yang lalu di jawab oleh buk guru.


"sekolah.." ujar buk guru yang malah terpotong karna salah satu guru lain masuk dan bertanya tentang keadaan 2 murid itu.


mendengar ada yang masuk, pak polisi paham dan berkata...


"ibu bisa langsung chat saya aja. nanti saya akan kesana untuk memeriksa." ujar pak polisi yang lalu di matikan telepon nya.


setelah nya buk guru itu bertanya.


"ada apa pak, kenapa datang ke kelas saya?." tanya buk guru itu dengan wajah yang sedikit cemas.


"bagaimana, apakah mereka sudah mendapatkan kabar?." tanya pak guru yang lalu di balas geleng kepala oleh buk guru itu.


semua murid yang melihat itu jelas kebingungan, karna mereka sama sekali belum sadar ada yang janggal di kelas mereka.

__ADS_1


namun setelah beberapa saat kemudian, barulah mereka sadar bahwa Lin shi dan Revan selama pelajaran sama sekali tak terlihat.


bahkan Carol sama sekali belum melihat wajah Lin shi dan Revan setelah Lin shi bangun dari pingsan nya tadi.


"buk, Lin shi dan Revan kemana?." tanya salah satu murid yang memang sudah sadar sejak awal.


"mereka hilang, saat ibu bertemu dengan Lin shi dia sempat bilang kalo jika mereka berdua tak kunjung kembali berarti ada satu masalah besar. di situ buk guru di minta buat ngelapor ke polisi dan bilang jika ada orang luar nanya maka kita harus bersikap tidak tau apa-apa. dengan begini kata dia, kita semua bakal aman dari orang jahat. ntah kenapa buk guru selalu berfirasat bahwa Lin shi dan Revan sebenarnya di culik oleh orang jahat. kita yang di sini harus tenang, ibu bilang ke kalian agar kalian tidak membocorkan nya. jika sampe orang luar tau tentang ini, bahaya bukan hanya di kita, tetapi Lin shi dan Revan lebih berdampak." ujar buk guru yang memberi peringatan kepada murid nya agar tetap menjaga rahasia.


di sisi lain lagi, Lin shi yang terbangun kini sadar dan melihat-lihat tempat ini. ia melihat banyak barang bekas di sekitar nya, ia mulai berasumsi bahwa ini di sebuah gudang.


karna merasa kesal akibat ia di tangkap, akhir nya Lin shi berteriak hingga mengagetkan Revan.


"kau kira bisa menculik ku di dalam gudang begini." ujar Lin shi yang membuat Revan tau.


"Lin shi, kau di mana Lin?." tanya Revan yang membuat Lin shi sadar.


"benar ini aku Lin, nampak nya kau ada di depan ku seharusnya." jawab Revan yang membuat Lin shi tau.


ia pun meraba di tanah dan ingin mencoba menyentuh tangan Revan, agar ia tau ini beneran Revan atau bukan.


setelah ia meraba tangan Revan, ia sudah tau dan menghela nafas lega. ia hampir tegang karna takut Revan kenapa-napa sekarang.


"kamu baik-baik saja?, maaf karna ulah ku kamu harus kena masalah." ujar Lin shi dengan wajah bersalah.


"kau tidak pernah membuat kesalahan, orang yang seharus nya bilang begitu adalah aku. aku sadar tidak seharusnya aku menjauhi mu, jika saja saat itu aku masih bersama mu, mungkin ada kesempatan untuk melawan nya. kau kira aku tidak tau yang sebenarnya, aku sudah menebak sejak awal." ujar Revan yang membuat Lusi membuka mata lebar-lebar.

__ADS_1


ia tak percaya bahwa Revan akan tau hal itu akan terjadi, jika harus menempatkan diri dalam bahaya, maka ia akan melakukan nya.


ia rela melindungi Lin shi apapun yang terjadi nanti nya, ntah kenapa ia merasa Lin shi seperti Lusi yang pernah ia cintai.


sejak awal bertemu, ia sudah berpikir bahwa Lin shi adalah Lusi. ia bahkan ingin melindungi Lin shi dari orang jahat, dia juga ingin melindungi Lin shi dari bahaya.


dia tidak ingin kejadian satu tahun lalu terjadi lagi pada nya, orang yang ia cintai mat* dihadapan nya begitu saja. ia tau rasa sedih di hati nya masih ada.


"Lusi, jika ini diri mu aku ingin kembali bersama mu lagi." bathin Revan yang di dengar oleh Lusi secara langsung.


ia kaget mendengar suara hati milik Revan, ia merasa deg-degan setelah nya. ntah kenapa perasaannya yang lama membuat ia sadar.


"Revan, ada satu hal yang harus aku katakan kepada mu. tidak tau kau nanti nya akan percaya atau tidak kepada ku, tapi sejujurnya aku sendiri memang sudah mengenal diri mu sejak lama. dari usia kita masih kecil, aku sudah tau tentang mu. jika ada yang harus di sesali di dalam diri ku adalah perpisahan yang tak seharus nya terjadi. Revan, percaya atau tidak, selama aku di sekolah ini, hari pertama saat melihat mu aku tau dan aku bertekad untuk dekat dengan mu lagi. aku kira hal itu akan sulit, tetapi perasaan lama membuat kita sadar satu sama lain. kau kira aku tidak tau di dalam hati mu apa?, kau kira hanya diri mu saja yang mengatakan itu." ujar Lin shi yang membuat Revan kebingungan.


mendengar cerita sedih itu, orang yang menculik mereka kini diam-diam mendengar kan dengan seksama cerita sedih itu.


"maksudmu apa Lin?." tanya Revan yang belum mengerti.


"kau tidak mengerti, padahal kau sendiri sudah menyebut kata itu di dalam hati mu sendiri." jawab Lin shi yang membuat Revan sadar.


ia langsung kaget mendengar perkataan Lin shi, ia tak menyangka bahwa Lin shi adalah dia. ia tak percaya bahwa menendang kaki nya sendiri.


"aku tidak mimpi?." tanya Revan yang lalu di jawab oleh nya.


"kau tidak mimpi, ini memang benar aku. maaf aku selama ini berbohong kepada mu, aku tak seharusnya begitu." ujar Lin shi yang membuat Revan senang.

__ADS_1


"lus, ini beneran kamu. Lusi, ini benar-benar diri mu, sejak kapan kau berada di sini?." ujar Revan yang setengah kaget dan senang.


"aku sudah berada di dalam tubuh ini selama aku pindah ke sekolah kita." jawab Lin shi kepada Revan.


__ADS_2