
Saat ia sudah berada di dalam gedung itu, ia terus menerus memanggil manggil si supir namun ia tidak melihat siapa pun di lantai pertama gedung itu. Ia kemudian pergi ke lantai dua, namun ia juga tidak menemukan siapapun di lantai dua. Menyadari hal itu ia pun terus naik ke lantai terakhir. Saat ia berada di lantai ke dua sebelum lantai terakhir, ia mendengar seseorang berjalan mendekati dirinya dengan menyeret sebuah kapak hingga mengeluarkan bunyi dari gesekan kapak dan lantai.
Karena saat itu hari berada di tengah malam, Verdi yang saat itu sendiri langsung berkeringat panas dingin setelah mendengar suara itu, dengan tubuh yang gemetar, ia mengeluarkan ponselnya dan menyalakan senter yang berada di ponselnya. Dengan perasaan takutnya, ia melihat ke sekitar tempat itu dengan sesekali bertanya kepada orang itu siapa dirinya dan apa yang dia ingin kan, namun laki laki misterius itu tidak menjawab Verdi sedikitpun.
Tak berselang lama suara langkah kaki itu semakin terdengar sangat jelas dan seakan akan mendekati Verdi. Verdi yang saat itu tengah sendirian, ia terlihat sangat ketakutan di tambah suasana gelap dan sangat menyeramkan, kehidupan nyata pun seperti di dalam film horor yang bernuansa menegangkan.
Ketika Verdi larut dalam ketakutannya, suara langkah kaki itu tiba tiba menghilang. Menyadari hal itu Verdi pun berusaha untuk menguatkan dirinya, dan bangun untuk melihat ke arah sekitar tempat ia berdiri. Dengan nafas yang naik turun tidak beraturan, ia melihat ke sana kemari namun tidak ada siapapun di ruangan itu.
Menyadari kalau tidak ada siapapun di ruangan itu, Verdi pun bergegas pergi namun ketika ia berlari dari ruangan itu. Ia justru mendengar orang lain juga berlari di ruangan itu. Menyadari hal itu, Verdi pun menghentikan langkahnya.
"Kemana pun kamu pergi, aku akan selalu mengikuti kamu!" ucap orang misterius terdengar dibelakang dan di dalam kegelapan. Suara itu terdengar seperti suara Juli. Mendengar ucapan itu, Verdi yang saat itu ingin pergi meninggalkan ruangan itu langsung terdiam, dengan perlahan ia mengarahkan ponselnya ke arah suara itu namun saat ia mengarahkan ponselnya ke suara itu. Ia lagi lagi tidak melihat siapapun di belakangnya.
Verdi yang melihat hal itu pun akhirnya memilih untuk melawan ketakutannya dan memberanikan dirinya untuk menantang orang yang meneror dirinya.
"Hey kamu... Siapa pun kamu, mau kamu itu seorang hantu atau pun manusia? Lawan aku, jangan hanya berani meneror dan menakut nakuti aku. Aku tantang kamu tunjukkan diri kamu sekarang aku tak dak takut dengan kamu!" ucap Verdi dengan nada lantang dan tinggi.
__ADS_1
"Aaaaa" teriak laki laki misterius itu dengan langkah kaki seperti orang berlari dan seakan ingin menyerang Verdi.
Beberapa saat kemudian, Verdi mendengar sebuah barang jatuh di belakangnya. Ia terkejut saat mendengar suara itu. Ia kemudian berbalik untuk melihat ke arah suara itu dengan perlahan lahan. Namun, saat dirinya melihat ke arah suara itu ia tidak melihat siapapun, ia melangkahkan kakinya dengan perlahan karena saat itu ia tidak melihat ke arah bawah ia tidak menyadari kalau ada mayat di bawahnya. Ia tidak sengaja kalau dan menginjak salah satu tangan mayat itu.
Verdi yang menyadari kalau menginjak sesuatu, ia langsung menghentikan langkahnya dan berdiri mematung. Ia kemudian melihat kearah bawah kakinya dengan lampu flash yang juga ia arahkan ke tanah.
Ketika mata dan lampu flash ponselnya sudah mengarah ke kakinya, ia terlihat sangat terkejut karena ia melihat sebuah tangan ia injak. Menyadari hal itu, Verdi yang terkejut pun langsung jatuh ke lantai dan sangat ketakutan. Tanpa sengaja dia membuang ponsel nya entah kemana.
"Apa itu?" tanya Verdi dengan nafas yang naik turun tidak beraturan serta raut muka yang terlihat ke bingung bercampur dengan ketakutan. Ia kemudian mencari ponselnya yang terpental, saat ia sudah menemukan ponselnya ia kemudian menyalakan lampu yang ada di ponselnya. "Apa itu benar benar tangan?" tanya Verdi lagi dengan nafas yang naik turun tidak beraturan. Ia pun menyalakan lampu flash nya ke arah tangan yang di injak beberapa saat lalu.
Menyadari kalau yang di injak oleh Verdi adalah tangan manusia sungguhan berserta seluruh tubuhnya, Verdi pun sangat terkejut dan khawatir dengan hal itu.
Tak berselang lama, sebuah cahaya menyinari Verdi. Namun, cahaya itu bukan lah cahaya dari seseorang polisi atau penjaga gedung namun cahaya itu adalah cahaya dari orang misterius itu.
Menyadari ada cahaya lain yang mendekati dirinya, Verdi pun bergegas menutupi lampu ponselnya dan bersembunyi. Ia berharap kalau orang itu tidak melihat dirinya di tempat itu.
__ADS_1
Ketegangan semakin menjadi ketika Verdi melihat laki laki misterius itu menarik rambut si laki laki yang sudah mati itu dan menyeretnya pergi dari tempat itu.
Melihat hal seperti itu, Verdi benar benar takut dan ia hanya dapat menelan ludahnya dengan tubuh yang bergetar.Menyadari kalau orang misterius itu membawa mayat itu pergi, Verdi pun mengikuti orang misterius itu dengan perlahan lahan agar tidak tertangkap basah oleh orang misterius itu.
Saat Verdi tengah mengikuti orang misterius itu di dalam kegelapan, tiba tiba orang misterius itu berhenti secara tiba tiba di depan Juli. Ia yang menyadari hal itu, langsung kembali bersembunyi dari tempat itu.
Ketika Verdi tengah bersembunyi, tiba tiba ia mendengar orang misterius itu berkata dengan Verdi setelah orang misterius itu sadar kalau ada Verdi yang juga berada di dalam ruangan itu.
"Semakin kamu mengikuti aku, maka semakin mudah juga aku membunuhmu!" ucap orang misterius itu dengan nada serius. Mendengar ucapan itu Verdi pun akhirnya memilih untuk diam dan menutupi ulurnya agar tidak mengeluarkan bunyi apapun.
Beberapa saat kemudian setelah orang misterius itu berkata seperti itu, torang misterius itu pun kembali pergi dari tempat itu dengan menyeret mayat itu.
Setelah mendengar suara itu, Verdi terlihat terkejut karena suara itu terdengar seperti suara dari Juli.
"Juli... Itu adalah suara Juli, mana mungkin Juli bisa hidup kembali," ucap Verdi dalam hatinya sambil mendengarkan suara langkah kaki Juli. Menyadari kalau orang misterius itu sudah pergi, Verdi pun kembali menghidupkan flash mobilnya. Ia melihat ke sana kemari untuk melihat ke sekitar ruangan. Menyadari tidak ada siapapun di dalam ruangan itu, Verdi pun langsung bergegas pergi dari gedung dan turun menuju mobilnya yang terparkir di bawah. Ia berlari menuju ke mobilnya tanpa mempedulikan mayat itu lagi ataupun ia juga tidak mempedulikan si supir itu lagi, yang ia pikirkan hanya ia bisa selamat dari tempat itu dan keluar dari gedung itu.
__ADS_1