Reinkarnasi

Reinkarnasi
Part 63 Di kantor polisi


__ADS_3

Ketika mobil tengah berjalan ke kantor polisi, tiba tiba Juli menghentikan mobilnya hingga membuat supir itu menghentikan mobilnya secara langsung menginjak rem hingga membuat dirinya terjungkal dan kepalanya membentur kursi yang ada di depannya.


"Gimana Ibu? Apa Ibu ingin melanjutkan perjalanan ini?" tanya Juli dengan santai. Mendengar pertanyaan itu, seketika Ibu Juli pun terdiam dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Ia hanya menatap Juli dengan raut muka penuh emosi.


"Apa yang harus ibu lakukan? Kalau anak ibu....," ucap Ibu Juli namun di potong oleh Juli dengan nada tinggi.


"Hei!" bentak Juli dengan tatapan mata melotot menatap ke arah ibunya, mendengar ucapan itu supir yang berada di depan ibunya langsung terkejut dan secara spontan ia menodongkan pistol ke arah kepala Juli. "Wah Ibu, wah! Jadi Anda berencana membunuh aku juga!."


"Tidak Jihan, itu tidak benar. Kamu salah," jawab Ibu Juli dengan mata berkaca kaca setelah menerima tuduhan itu. Ia merasa ia tidak meminta supirnya membawa pistol, ia juga tampak bingung terutama ketika melihat bahwa supirnya membawa pistol. Saat Ibu Juli dan Juli saling bertatapan memperdebatkan masalah di supir, tiba tiba supir itu memasukkan pistolnya dan membawa kedua orang itu ke kantor polisi tanpa di perintahkan oleh Juli atau pun ibunya.


Menyadari kalau mobilnya di lakukan tanpa perintah dari Juli ataupun ibunya, Juli dan ibunya tampak langsung terkejut. Namun, saat itu Juli terlihat tidak mempedulikan tindakan si supir. Ia hanya diam dengan tatapan mata yang tajam dan serius melihat ke arah ibunya. Berbanding terbalik dengan Juli, Ibu Juli justru terlihat sangat takut dan berusaha mengehentikan si supir itu.


Ketika supir itu sudah berhenti di depan kantor polisi, tanpa ragu Juli menyeret ibunya dan mengajak ibunya keluar dari mobil. Saat itu Ibu Juli terlihat sedih matanya di penuhi dengan air mata, saat itu Ibu Juli terus memohon kepada Juli yang di anggapnya Jihan. Ketika Ibu Juli sudah keluar dari mobil, tanpa menunggu lama Juli pun bersama dengan si supir masuk ke dalam kantor polisi. Ia juga menarik ibunya, memaksa ibunya untuk masuk ke dalam kantor polisi.


Saat berada di dalam kantor polisi, Ibu Juli terlihat hanya diam dengan kepala menunduk. Juli yang melihat hal itu ia tampak tidak peduli dan lebih memilih untuk tetap memaksa ibunya masuk ke dalam kantor polisi. Saat itu orang orang yang ada di dalam kantor polisi tampak sangat memperhatikan Juli dan ibunya. Tak terkecuali polisi wanita yang di jadi kan anak buah oleh polisi yang mengintrogasi Verdi.

__ADS_1


Ketika kedatangan Juli ke kantor polisi, semua orang tampak sangat terkejut karena ia melihat Juli berdiri di hadapan mereka. Melihat ekspresi orang orang Juli pun tampak hanya diam, dia hanya berjalan mendekati polisi yang mengintrogasi Verdi. Setalah Juli berdiri di hadapan si polisi, polisi dengan tegas ia menanyai apa yang terjadi dengan kedua orang itu. Mendengar ucapan itu, Juli pun langsung memberi tahu kalau dirinya adalah pembunuh dari ayah tirinya dan ibunya adalah pembunuh dari kakaknya.


Mendengar pernyataan Juli yang terang terangan di hadapan Polisi. Ibu Juli tampak di sangat terkejut dan ia terlihat langsung menatap tajam ibunya.


"Apa apaan ini?" jawab polisi itu dengan merasa tidak percaya atas ucapan dari Juli yang jujur kepada polisi.


Melihat polisi masih tidak percaya dengan ucapannya, Juli pun meminta polisi itu melepaskan borgol yang mengikat tangannya, melihat karena saat itu tidak ada kunci yang cocok untuk membuka borgol itu. Dengan tegasnya ia Juli mengambil pistol milik polisi yang ada di hadapannya. Saat itu polisi itu mengira kalau ia akan menyakiti ibunya namun saat mengetahui kalau Juli hanya ingin menembak borgol itu, polisi itu pun langsung diam karena setelah pistol di tembakkan, Juli mengembalikan pistol itu ke tangan polisi itu.


Ketika borgol terlepas dengan lantang dan kepalanya yang berlumuran darah, ia naik ke atas kursi untuk memberitahu tentang kebenarannya.


"Dengar kan aku, aku bersumpah tanpa ada perkataan bohong yang aku katakan. Aku....., Aku lah orang sudah membunuh si supir itu dan aku pula lah yang sudah membunuh Sista!."


"Dan dia.... Wanita yang kalian lihat baik adalah wanita yang sangat jahat, ia sudah membunuh Juli dan sekarang dia ingin membunuh aku!. Aku Jihan!" ucap Jihan dengan lantang dan terlihat tidak ragu ragu.


Mendengar ucapan itu, Ibu Juli terlihat sangat sedih, ia tidak dapat berkata dengan keras. Merasa dirinya di permalukan oleh Juli, Ibu Juli hanya memanggil dengan lirih ucapan Juli yang ia anggap Jihan.

__ADS_1


"Jihan!" panggil Juli dengan nada lirih dan menatap Juli dengan raut muka berkaca kaca.


Mendengar ucapan itu, Juli pun langsung mendekati ibunya dengan nada sedih.


"Ada apa ibu? Kenapa ibu meneteskan air mata?" tanya Juli dengan bercanda namun mata yang terlihat berkaca kaca.


Di saat bersamaan, Verdi ternyata di bebaskan oleh polisi karena ibunya sudah berjanji akan membawa pelaku yang sebenarnya. Namun, ia tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini.


Setelah keluar dari sel penjara, Verdi yang melihat ibunya menangis di hadapan Juli. Verdi pun langsung bergegas menghampiri Juli dan menghajar Juli tanpa mempedulikan luka yang di dera oleh Juli.


"Kurang ajar kamu, berani beraninya kamu membuat ibu ku menangis!" ucap Verdi dengan nada marah dan kesal kepada Juli.


Juli yang menerima pukulan itu langsung jatuh, ke tanah dengan keadaan darah keluar hingga meninggalkan bercak noda darah di lantai.


Melihat Verdi memukul Juli, polisi yang berada di ruangan itu pun secara spontan memegangi Verdi. Saat itu Verdi terlihat sangat marah dan kesal kepada Juli karena melihat ibunya menangis di hadapan Juli. Menerima pukulan itu, Juli hanya terlihat tersenyum dan tertawa terbahak bahak seakan akan ia hanya menerima pukulan dari anak kecil. Ia kemudian berdiri, melihat Juli masih bisa berdiri Verdi terlihat semakin murka ia semakin menjadi dia berusaha untuk menyakiti Juli lagi, namun Verdi di hadang oleh Polisi polisi itu dengan memegangi kedua tangannya.

__ADS_1


"Kenapa Verdi? Kenapa kamu tidak menghabisi aku juga seperti kamu menghabisi Juli? Kenapa?!" ucap Juli dengan nada marah dan tinggi lalu ia tertawa lagi dengan raut sedih dan tertawa terbahak bahak. Mendengar hal itu, polisi itu membawa Verdi menjauhi Juli, hal itu terjadi karena ia sadar kalau Juli hanya membuat Verdi marah. Melihat tindakan Juli, Ibu Juli terlihat curiga ia hanya diam dengan mata terus memandangi Juli yang ia anggap Jihan.


"Kenapa aku merasa dia bukan Jihan, melainkan orang lain?" tanya Ibu Juli di dalam hatinya dengan tatapan mata tajam mengarah ke Juli.


__ADS_2