
Menyadari kalau Juli berada di kantor polisi dan sedang pingsan tidak berdaya. Polisi itu pun pergi dari rumah dengan secara diam diam tanpa di ketahui oleh Jihan. Saat ia sudah berada di kantor polisi, polisi itu terlihat diam hanya memandangi ke arah kantor polisi dengan raut muka terlihat penuh emosi, namun ia berusaha membujuk dirinya sendiri untuk tidak tersulut emosi dengan apa yang di pikirannya. Ia kemudian masuk ke dalam kantor polisi dengan pakaian biasa tidak seorang polisi.
Ketika ia berada di dalam kantor polisi, ia tampak sangat marah namun ia berusaha untuk menahan amarahnya. Ia terus masuk ke dalam kantor polisi, saat ia berada di dekat ruang interogasi ia tidak melihat Verdi, melihat hal itu polisi itu tampak sangat heran dan kebingung dengan hilangnya Verdi di ruang interogasi. Ia berpikir seharunya Verdi, masih di dalam ruang interogasi namun justru ia tidak ada.
Saat ia tengah memperhatikan ruang interogasi, polisi yang mengintrogasi Verdi keluar dari ruangannya bersama dengan polisi wanita yang berusaha untuk di buat jatuh cinta oleh Verdi. Melihat kedatangan kedua orang itu, polisi yang menjadi anak buah Juli pun langsung menghentikan langkahnya dan menatap kedua orang itu.
"Kenapa kamu kemari?" tanya polisi yang mengintrogasi Verdi kepada polisi yang menjadi anak buah Juli. Mendengar pertanyaan itu, polisi yang menjadi anak buah Juli pun mendekati polisi yang mengintrogasi Verdi. Ia menatap tajam, wajah polisi yang mengintrogasi Verdi.
"Bukan urusan kamu, mau aku ada di sini ataupun kenapa aku kemari, yang jelas, aku datang kemari tidak untuk menemui kamu ataupun kalian berdua!" jawab anak buah Juli dengan nada serius lalu ia sedikit memberi dorongan kepada polisi yang ada di hadapannya. Saat itu di mata anak buah Juli terlihat dendam seakan membara di hatinya.
Menyadari dengan sikap polisi itu kepada dirinya, polisi yang mengintrogasi Verdi pun dengan tatapan mata tajam menghentikan langkah dari polisi itu.
"Tunggu," mendengar ucapan itu, anak buah Juli pun langsung menghentikan langkahnya dengan tatapan mata yang serius, namun saat itu ia tidak berbalik melihat ke arah polisi yang mengintrogasi Verdi.
__ADS_1
"Orang yang tidak di butuhkan, tidak sepantasnya ada di tempat ini!" ucap lanjut polisi yang mengintrogasi Verdi. Mendengar ucapan itu anak buah Juli yang saat itu hanya diam, ia langsung berbalik dan melihat ke arah polisi yang mengintrogasi Verdi.
Saat ia sudah berbalik, ia langsung mencekik leher polisi yang mengintrogasi Verdi hingga ia tidak dapat bernafas. Saat ia mencekik polisi itu, dengan raut muka marah dan nada bicara yang sedikit tinggi, ia mengatakan dengan nada serius di hadapan si polisi yang mengintrogasi Verdi, yang ia katakan adalah ia datang kemari karena ia ingin bertemu dengan keluarganya dengan sangat tegas. Ia juga mengatakan kalau dirinya datang ke kantor polisi itu karena ada urusan yang ia harus hadapi. Saat itu suasana yang tenang seketika berubah terutama ketika para polisi yang berada di kantor polisi langsung berusaha memisahkan anak buah Juli. Saat itu, walaupun sudah berhasil di pisahkan oleh polisi yang ada di dalam ruangan itu. Anak buah Juli terlihat seperti masih berusaha untuk mencekik polisi yang mengintrogasi Verdi.
Menyadari kalau cekikan tangannya sudah terlepas polisi yang mengintrogasi Verdi pun langsung batuk batuk dan bergegas menarik nafas dan membuang nafas secara berulang kali untuk memperbaiki nafasnya yang masih sesak.
Ketika keadaan mulai tenang, anak buah Juli dengan kasar melepaskan dirinya sendiri dari polisi polisi yang memegangi dirinya. Saat ia sudah lepas dari pegangan erat dari polisi polisi itu. Polisi anak buah Juli pun menjelaskan kalau kedatangannya ke kantor polisi tidak ingin mencari masalah namun, ia ingin menemui Juli yang ia panggil dengan sebutan Jihan.
Mendengar ucapan itu, polisi yang mengintrogasi Verdi pun hanya diam dengan raut muka masih terlihat susah bernafas.
"Kamu boleh bertemu dengan Jihan!" ucap Polisi yang mengintrogasi Verdi. Mendengar ucapan itu anak buah Juli pun terlihat sangat bahagia, lalu ia pergi ke ruangan yang di tempati oleh Juli dengan di antar kan oleh polisi wanita. Ketika anak buah Juli sudah sampai di ruangan yang di tempati oleh Juli, ia terlihat sangat terkejut kerena dua orang yang saling membenci harus tidur dan tidak sadarkan diri secara bersanding.
Melihat Verdi juga berada di tempat yang sama dengan Juli, anak buah Juli pun tampak tidak bisa berkata kata. Ia hanya diam seribu bahasa melihat hal itu. Saat itu ia juga melihat Ibu Juli tengah duduk di ruangan itu dengan memegangi salah satu tangan dari Verdi dan sesekali mencium tangan Verdi. Saat itu air mata tampak terus berderai membasahi pipinya.
__ADS_1
Menyadari hal itu polisi itu pun hanya diam dan dengan perlahan ia mendekati Ibu Juli. Menyadari ada orang lain yang mendekat ke arah Juli dan Verdi, Ibu Juli pun langsung bergegas melihat ke arah orang itu. Setelah melihat orang itu, ia tampak terheran heran, hal itu terjadi karena ia tidak pernah melihat anak buah Juli sebelum.
Saat Ibu Juli tengah terdiam dengan mata memandang ke arah Verdi. Anak buah Juli terlihat mendekati Jihan dengan perlahan. Saat ia berada di dekat Jihan. Ibu Juli tiba tiba menghentikan anak buah Juli untuk mendekati Juli yang ia kira Jihan. Ia kemudian menghampiri orang yang tidak ia kenali tersebut dan ia segera menarik orang yang tidak ia kenali tersebut keluar dari ruangan yang ditempati oleh Juli dan Verdi dengan raut muka marah dan kesal.
"Siapa kamu sebenarnya? Dan apa yang kamu inginkan dari anak ku?" tanya Ibu Juli kepada orang yang tidak ia kenali tersebut.
"Tante, saya adalah teman Jihan. Dan saya ingin membawa Jihan pergi dari tempat ini," jawab anak buah Juli dengan santai, namun hal itu justru berbanding terbalik dengan Ibu Juli yang terlihat sangat marah dengan orang itu yang berusaha mendekati Juli dan Verdi.
"Tidak akan ku biarkan, kamu membawa anak ku pergi dari ku! Kamu harus tahu, kamu itu bukan siapa siapa dan kamu tidak berhak membawa anak ku!" jawab Ibu Juli dengan nada serius.
"Kamu yang tidak berhak membawa Jihan pergi! Karena apa? Karena kamu sudah membuang Jihan, dan kamu juga yang sudah membuat Jihan seperti ini!. Bahkan kamu juga tidak layak untuk di panggil ibu, kalau kamu layak di panggil ibu seharusnya kamu mengakui kalau kamu sudah membunuh Juli, anak kandung kamu yang lainnya!."
Ucap anak buah Juli dengan sangat serius hingga membuat Ibu Juli tidak berkata kata. Ia hanya diam dengan mata yang terbuka lebar.
__ADS_1
"Bagaimana orang ini tahu tentang kematian Juli? Siapa sebenarnya orang ini?" tanya Ibu Juli di dalam hatinya dengan tatapan mata yang terlihat mengarah ke orang yang tidak ia kenali tersebut. Mendengar ucapan itu polisi itu pun hanya diam dengan membalas tatapan mata Ibu Juli.