
"kenapa aku merasa tidak asing dengan mereka berdua?, mereka siapa?, apa yang terjadi?." tanya Lusi yang terlihat bingung.
tiba-tiba dari arah belakang, muncul lagi seorang wanita yang merasa kecewa melihat itu.
saat Lusi melihat, dia nampak tak begitu jelas wajah mereka... setelah beberapa menit kemudian, tiba-tiba mata Lusi seketika gelap....
ternyata saat itu juga dia sudah berada ditempat lain, tempat yang sama seperti apa yang ia lihat dulu.
"restoran ini lagi, sebentar ada masalah apa?, aku mohon beri aku sedikit petunjuk." ujar Lusi yang tiba-tiba kaget.
terlihat sekali, penglihatan nya kali ini sama seperti saat ia bertemu dengan Lisa.
Lusi sedikit sadar dan mulai berpikir mungkin kah ada sesuatu yang kelewat diantara sini.
"penglihatan ini sama persis seperti yang aku lihat saat ada kak Lisa, tapi dimana dia?." tanya Lusi yang tiba-tiba menutup mata.
saat ia membuka lagi, terlihat dia sudah berada di dalam restoran itu. sangat jelas semua nya, kecuali 2 orang yang ada di depannya, mereka nampak buram.
"mata ku bermasalah atau memang begini?." ujar Lusi yang masih bertanya-tanya.
menit ke menit telah berlalu, dia sadar saat waktu ini, seseorang sudah merusak kendaraan Lisa saat itu.
mungkin dari sini dia bisa tau informasi sedikit, dan ya benar saja, saat ia sedang mengintip sedikit, tiba-tiba muncul orang itu.
Lusi pun seketika mata nya membulat sempurna saat melihat itu....
"pria itu, siapa dia?." bathin Lusi yang lalu mendengar pembicaraan itu.
"bos, aku sudah melaksanakan tugas dengan baik, Lisa pasti nya akan tiada sebentar lagi. dengan begitu rencana sekaligus urusan bos akan segera baik-baik saja." ujar pria itu yang membuat Lusi lemas.
"kau yakin dengan begitu?." tanya orang yang di panggil bos itu.
"yakin seratus persen bos, aku sudah membuat rem mobil Lisa blong. pasti nya dia tidak akan berhasil hidup." ujar pria itu yang lalu tersenyum tipis.
__ADS_1
bos nya yang mendengar itu juga ikut senang, selain itu dia juga sedang bermesraan dengan wanita lain yang pasti lebih cantik.
"Lisa....Lisa...aku sebenarnya tidak ingin membu*uh mu, aku termasuk mencintaimu tapi karna kau tidak mengikuti perkataan ku saat itu, jadi maaf diri mu harus berkorban." ujar bos itu yang tersenyum tipis.
Lusi yang mendengar nya seketika kaget....
"jadi bener dugaan ku sementara, jadi sebenarnya yang ngebu*uh kak Lisa itu adalah pacar nya sendiri. wah parah sih, tapi dia siapa ya?, aku harus mencari orang nya." ujar Lusi yang masih mengintip.
namun siapa sangka, saat dia fokus mengintip, tiba-tiba dia sudah terbangun. dia seketika kaget dan langsung menghela nafas.
"Lin shi, kak Lisa, kalian nggak kenapa-napakan?." tanya Lusi yang seperti nya panik.
"kami baik-baik saja lus, malahan kamu yang bikin kami khawatir." ujar Lin shi dengan cemas.
"aku dapat penglihatan yang sama seperti dulu, tapi sekarang aku bisa melihat kejadian nya lagi." ujar Lusi yang membuat mereka bingung.
"penglihatan apa itu?." tanya Lisa yang sudah penasaran.
"diri mu, kak lisa!!!, pacar mu jahat dia lah orang yang membuat mu begini kak." ujar Lusi yang lalu mengayunkan tangan Lisa.
"maksud kamu, aku punya pacar gitu?." tanya Lisa yang masih kebingungan.
"ya iyalah, bukan nya kak Lisa tau itu, ahhh lupa kan, aku sudah tau sedikit kali ini. jadi sebenarnya pacar kakak itu, ngebu*uh kakak itu karna, kak Lisa itu tau rencana nya. jadi dia nekat langsung berjalan pintas dan lalu membu*uh kakak." ujar Lusi yang membuat mereka kaget.
"jadi menurut kalian kerjaan pacar nya kak Lisa apa ya?." tanya Lin shi yang membuat Lusi sadar.
"bos gangster, karna kau pernah bilang kalo orang yang menggunakan logo itu adalah anggota gangster. jadi saat aku melihat, dia juga manggil ke pacar nya kak Lisa itu dengan sebutan bos." ujar Lusi kepada mereka berdua.
disisi lain lagi, kedua orang yang masih berbicara kini sudah selesai dan lalu pergi menghampiri mereka. Lun Jue orang pertama yang penasaran akhirnya bertanya....
"apa yang kalian bicarakan?." tanya Lun Jue yang mengagetkan mereka.
seketika mereka masing-masing berteriak kecuali Lusi, dia masih melamun ntah apa yang dia pikirkan.
__ADS_1
"Lusi kenapa?." tanya lagi Lun Jue yang penasaran.
"tadi dia dapet penglihatan gitu, di dalam nya ada kak Lisa. dia pasti masih memikirkan orang itu." jawab Lin shi kepada Lun Jue.
namun saat dia tersadar dari lamunan, tiba-tiba dia terkaget melihat Lun Jue dan juga Miao Yi.
"bagaimana Miao Yi sudah ingat belum?." tanya Lusi yang tiba-tiba cemas.
"kau tenang saja, dia sudah ingat segala nya. dengan begini aku tidak merasa sedih, karna orang terdekat ku sudah lengkap." ujar Lun Jue yang lalu tersenyum.
"siapa orang terdekat mu?." tanya Lin shi yang lalu di jawab oleh Lun Jue.
"ya kalian lah sekarang ini, karna sudah pasti teman-teman lama ku sudah melupakan ku. mungkin tidak semua, tapi bagaimana pun aku sudah tiada jadi sudah tak perlu di ingatkan lagi." ujar Lun Jue yang lalu bersedih.
"kau tidak perlu sedih, aku pernah mengalami hal itu, jadi kau tenang saja. sekarang ada kami beserta teman-teman baru kita mereka pasti senang bermain bersama kita." ujar Lusi yang membuat mereka tersenyum.
namun sesaat setelah nya dia malah kembali terdiam, dia nampak penasaran dengan orang itu.
"siapa orang itu?, kenapa aku merasa tak asing dengan nya. seakan-akan, aku sendiri pernah bertemu dengan nya. ntah di kehidupan lama atau yang sekarang tapi yang jelas aku seperti mengenal nya." bathin Lusi yang lalu di lihat oleh teman-temannya.
menit ke menit telah berlalu, kini mereka dengan segera pergi. Lin shi, Lisa, Lun Jue, dan juga Miao Yi memilih bermain di wahana lain. sedang kan Lusi dia akan mencari teman-teman nya yang lain.
"kita berpisah dulu." ujar Lin shi yang lalu pergi.
sekarang hanya menyisakan Lusi seorang di dalam, dengan segera dia menyelesaikan tantangan itu dan lalu pergi mencari teman nya.
dia pun lalu berjalan dan dalam beberapa menit dia sudah menyelesaikan segala nya.
"selesai dengan begitu mudah." ujar Lin shi yang lalu tersenyum tipis.
dia pun dengan segera berlari mencari Revan. saat ia berlari, tiba-tiba Revan dan Yuan sudah memanggil nya.
"Lin shi, kami semua ada di sini." teriak mereka yang membuat Lin shi menoleh kesana.
__ADS_1