
saat itu juga semua orang penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Carol.
"buk, ponsel saya hilang!!." ujar Carol yang mengagetkan semua orang.
semuanya tak terkecuali Lin shi, karna dia sudah tau rencana busuk Carol untuk nya.
"kamu sudah mencarinya kemana-mana?." tanya buk guru yang penasaran.
"sudah buk, tapi tetep nggak ketemu. dia hilang disaat aku keluar kelas, waktu itu aku bareng teman-teman lagi dikantin buat jajan. tiba-tiba pas balik lagi kekelas, waktu aku check ponsel tiba-tiba ponsel aku hilang gitu aja." ujar Carol sambil berpura-pura menangis.
Lusi dan juga Lin shi yang melihat nya begitu seketika merasa tak nyaman. bukan apa-apa tapi terasa aneh ketika ia memberi laporan palsu begitu.
"sudah...sudah...jangan menangis, ibu bantu cari ya. jam tadi siapa saja yang ada dikelas?." ujar buk guru yang lalu bertanya kemereka.
karna takut merasa dicurigai, dengan segera Lin shi berdiri dan mengangkat tangan tinggi-tinggi.
"saya yang di kelas buk, saat itu saya baru masuk kekelas lagi." jawab Lin shi dengan jujur.
seketika Carol menuduhnya mencuri ponsel nya itu....
"buk, Lin shi adalah pencuri nya." ujar Carol yang membuat semua orang terkaget dan lalu menoleh kearahnya.
"Lin shi?, yang bener aja?, setau aku nih ya Lin shi bukan tipe cowok pencuri deh, bahkan menurut aku dia malah nggak suka ngelakuin itu. wah kayak nya si Carol mau nuduh Lin shi yang enggak-enggak lagi, atau jangan-jangan ini semua permainan dia lagi, dia kan nggak suka sama Lin shi." ujar salah satu murid yang duduk di belakang.
"bener tuh, aku ngerasa nih ya, si Carol itu cuman boongan, palingan semua ini settingan doang." jawab balik teman di sebelah nya.
setelah nya semua orang menganggap tak percaya tuduhan itu, namun seketika Carol berkata lagi....
"jika kalian tidak percaya kepada ku, maka periksalah isi tas Lin shi. jika tidak ada di dalam tas nya, maka aku menerima hukuman nanti nya, tapi kalo ternyata ponsel aku ada di dalam tas dia, Lin shi harus segera pindah dari kelas ini." ujar Carol dengan percaya diri.
Lin shi yang awal nya diam seketika angkat bicara....
__ADS_1
"oke, tapi jika salah tuduhan mu, lari lah di lapangan sebanyak 25 kali." ujar Lin shi yang lalu di setujui oleh Carol.
"oke aku setuju perjanjian ini." jawab Carol yang lalu bersalaman dengan Lin shi.
setelah nya Lin shi memberi kan tas itu kepada nya dengan senang hati, namun beberapa menit ia membuka semua isi tas, tapi tidak ada satu pun ponsel nya.
malahan di dalam tas nya hanya terdapat buku pelajaran dan juga alat tulis yang ia gunakan.
saat Carol merasa gugup, dengan segera ia panik. berbeda pula dengan Lin shi, dia malah terlihat biasa saja sambil mengambil alat tulis yang tadi nya di acak oleh Carol.
semua orang menyaksikan langsung hal ini, Carol yang sudah panik segera berkata....
"di dalam tas Lin shi tidak ada apa-apa nya, berarti Lin shi nggak salah. maaf Lin shi, tadi aku menuduh mu begitu." ujar Carol dengan nada lesu.
Lin shi seketika tersenyum dan lalu menjawab....
"lain kali periksa lah isi tas orang terdekat mu, baru lah kamu berani menuduh orang luar yang mengambil nya." ujar Lin shi yang membuat semua nya kaget.
namun buk guru yang masih ada segera sadar dan berkata kepada Carol....
"Carol, kamu sudah memeriksa isi tas teman-teman mu belum?." tanya buk guru yang lalu di geleng kan oleh Carol.
"nggak buk, aku percaya kalo mereka itu nggak pernah ada niatan untuk mencuri dari ku." ujar Carol yang lalu di jawab oleh Lin shi.
"terkadang orang terdekat mu lah yang mudah mengambil sesuatu. karna dia sudah tau pasti letak dan posisi semua itu, karna apa, karna mereka sudah mengetahui nya sejak dulu. lebih baik periksa lah, jika benar-benar tidak ada, baru lah mencoba mencari di rumah." ujar Lin shi dengan senyuman.
"bagus banget ide nya, ibu setuju ide Lin shi. lebih baik periksa lah isi tas mereka masing-masing." ujar buk guru yang lalu berjalan bersama dengan Carol.
semua teman-teman nya memiliki rasa panik yang sama dengan Carol. bukan karna apa-apa mereka takut nanti nya semua orang malah menganggap mereka pencuri.
Lin shi yang sudah tersenyum puas melihat mereka semua panik seketika membathin sesuatu...
__ADS_1
"mampus kau!!!, berani-beraninya nyari gara-gara sama orang yang seperti ini. kau mengerjai orang yang salah Carol." bathin Lusi yang sudah tertawa.
menit ke menit telah berlalu, seluruh tas telah di bongkar, hanya saja ada satu tas yang belum di sentuh.
ya benar tas itu adalah milik teman dekat Carol, dia lah yang paling sering bersama Carol dan juga bermain dengan Carol.
"untung nya aku tau tas mana yang cocok untuk adegan ini." bathin lagi Lusi dengan penuh tawa.
saat itu juga bel berbunyi, tapi karna rasa penasaran yang amat hebat membuat mereka di situ dan melihat siapa kah yang mencuri.
jika benar ada yang mencuri mungkin mereka akan sama-sama di hukum, tapi jika ternyata tidak ada, maka Carol akan di cap sebagai tukang tuduh nanti nya.
Lin shi sudah mengamati segala nya dengan cermat, dengan begitu jika ada rencana jahat dia dengan segera bisa mengatasi nya.
menit ke menit telah berlalu lagi, mereka sudah membongkar isi tas, tapi ada satu tempat yang belum di geledah.
ya tempat itu terletak pada bawah tas, di situ terdapat ritsleting yang di dalam nya ada sebuah kertas untuk menutupi tas agar tidak basah.
hampir seluruh kelas memiliki benda itu, tapi di saat mereka membuka, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh ke lantai.
dengan segera mereka menundukkan kepala dan melihat benda itu, semua orang terkaget ternyata benda yang jatuh barusan adalah ponsel yang di cari Carol.
dengan segera mereka menoleh ke arah teman dekat Carol dengan tatapan dingin....
"dihhh....pencuri berkedok sok sahabatan. Carol...Carol...masih aja kamu temenan sama dia, apa jangan-jangan selama ini Carol sering di manfaatin sama dia ya?." ujar teman sekelas nya dengan nada kesal.
teman dekat Carol yang mengetahui ponsel Carol ada di dalam tas nya dengan segera kesal dan menatap wajah Carol dengan pandangan tak percaya.
dia pun pergi dengan wajah sedih...
Carol yang melihat nya tak tega jadi mencoba mengikuti nya...
__ADS_1