
mereka pun pergi ke dapur dan menghampiri Lusi. setelah nya mereka nampak tergoda dengan makanan itu.
"Lusi ini masakan mu?." tanya Miao Yi yang tak percaya.
"eummm.... bagaimana enak tidak?." jawab Lusi yang lalu di angguk oleh semua.
"tentu saja enak, bau nya saja sudah menggoda apalagi rasa nya. ya nggak Lun Jue?." ujar Lin shi yang lalu merangkul pundak Lun Jue.
"bener banget, seandainya kami bisa makan, sudah kami habiskan itu makanan." jawab Lun Jue sambil tersenyum tipis.
Lusi yang mendengar nya seketika tersenyum dan lalu mengambil masakan nya dari wajan ke beberapa piring.
baru saja makanan nya akan di tuangkan ke piring, mereka sudah pada ngiler melihat nya. Lusi yang sadar akan hal itu segera tertawa....
"udah nggak sabar nih?." tanya Lusi sambil tersenyum.
"iya udah nggak sabar, mana buat kami nya?." ujar Lin shi yang lalu di acung oleh Lusi.
"nih, bagi-bagi, aku takut kalian nggak habis." ujar Lusi yang lalu meletakkan piring itu di dekat meja.
mereka pun seketika duduk di kursi dan menghirup aroma makanan itu...
"menurut kalian kita bisa nggak sih makan nya?." tanya Lun Jue yang penasaran.
"kita coba aja dulu." jawab Lusi yang berjalan meletakkan piring-piring lain di meja.
"beneran?." tanya lagi oleh Lun Jue.
"beneran, tapi entar pas aku udah selesai beres-beres." jawab Lusi yang masih beres-beres dapur.
setelah selesai segala nya baru lah ia duduk di kursi dan mencoba berbagai cara.
"kita coba ya?." ujar Lusi yang lalu melihat cara mereka masing-masing.
baru saja ingin mengambil sendok, Lisa, Miao Yi, dan juga Lun Jue sudah terlebih dahulu gagal mengambil nya.
__ADS_1
berbeda pula dengan Lin shi, dia mungkin gagal mengambil sendok nya, tapi tentang makanan dia nampaknya bisa memakan nya.
dengan segala coba dan usaha, akhirnya Lusi berinisiatif mengambil kesempatan untuk kali ini.
"aku pernah nonton drama yang kayak gini, katanya roh itu nggak bisa nyentuh apapun, tapi kalo misalnya aku nih yang ngambil terus aku kasih ke kalian, kalian bisa Nerima nya. kita coba cara itu gimana?." ujar Lusi yang lalu di angguk oleh mereka.
setelah itu Lusi pun mengambil makanan itu dan memberikan nya kepada Lisa. hasil nya masih gagal juga, Lisa malah menebus saat di beri.
begitu juga dengan Lun Jue dan juga Miao Yi, mereka juga sama-sama menembus saat di beri makanan.
"yah masih gagal juga, kita coba sama Lin shi, aku yakin kali ini bisa..." ujar Lusi yang lalu mengambil makanan dan memberikan kepada Lin shi.
saat ia memberikan makanan itu, seketika Lin shi berhasil menerima makanan itu tanpa ada kata gagal.
Lin shi seketika senang dan berkata.....
"berikan lagi kepada ku, aku mau lagi." ujar Lin shi dengan semangat.
ini adalah kali pertama nya ia makan lagi, selama beberapa bulan ini dia hanya berani mencium aroma tapi tidak dengan mencoba makanan nya.
"wah...kok bisa ya Lin shi berhasil?." ujar Lun Jue yang lalu membuat mereka terdiam.
"masuk akal, apa yang terjadi?, mungkin kah karna itu adalah tubuh ku jadi nya aku bisa menerima nya?." tanya Lin shi yang lalu membuat semua orang berpikir.
begitu pula dengan Lusi, dia juga termenung memikirkan keadaan ini sepenuhnya....
"shhhh....sulit di jelaskan, benar atau tidak itu sudah takdir. aku percaya satu hal, aku yakin roh mu tidak sepenuhnya seperti kami." ujar Miao Yi yang membuat mereka heran.
"apa maksudmu?." tanya Lin shi yang lalu di potong oleh Lusi.
"kalian bahas sendiri, aku harus pergi ke sekolah. hari ini aku piket jadi harus pagi masuk." ujar Lusi yang lalu bersiap-siap mengambil tas nya.
setelah nya ia pergi begitu saja, namun disisi lain lagi, teman-teman nya kebingungan melihat tingkah Lusi.
"hari baru jam enam, Lusi kok sudah pergi duluan ya." ujar Lisa yang lalu di jawab oleh mereka.
__ADS_1
"penasaran mending ikutin dia aja." ujar Lin shi yang lalu menghilang mengikuti Lusi.
disisi lain lagi Lusi yang mengendarai motor dengan segera berhenti di jalan dan menghampiri seseorang.
ternyata orang itu adalah orang yang pernah hampir ia tabrak saat itu. siapa lagi kalo bukan teman lama Lusi.
"hey, aku membawa kan mu ini, anggap saja ini adalah permintaan maaf ku saat itu. aku benar-benar tidak tau saat itu ada diri mu di sana." ujar Lin shi yang memberi kan sebuah kotak.
sedang kan teman-teman nya yang lain seketika melongo dan lalu berkata....
"kapan dia menyiapkan?." tanya Lisa kepada mereka semua.
"kemungkinan saat kita sedang ribut tentang makanan, dia secara tidak langsung menyiapkan bekal itu." jawab Lin shi yang mungkin sudah sadar hal itu.
"btw dia siapa?." tanya balik Lisa yang lalu di jawab oleh Lun Jue.
"orang yang hampir saja ia tabrak waktu itu, waktu itu dia sangat kacau jadi nya hampir menabrak nya. namun yang membuat aku heran adalah dia nampak akrab dengan orang itu, bahkan di saat seperti itu terkadang dia melirik kesini melihat apakah ada orang itu." ujar Lun Jue yang membuat mereka heran.
"dari mana kamu tau itu?, dan dari mana juga kamu tau bahwa dia sering melirik ke sini?." tanya Lin shi yang malah penasaran.
"jangan salah kan aku, Lusi terlalu misterius terkadang, tapi beberapa saat lalu aku memang selalu memperhatikan gerakan dia, gerakan dia sangat mencurigai, bahkan aku saja penasaran apa saja yang ia lakukan terkadang." jawab Lun Jue kepada mereka semua.
"ternyata begitu." ujar Lisa yang mungkin sedikit paham.
sedang kan Lin shi, dia yang sadar dengan hal itu dengan segera termenung memikirkan hal lain.
"kenapa aku tidak mengenali pria itu ya?, mungkin kah pria itu adalah teman lama Lusi yang dulu nya pernah aku dengar." ujar Lin shi dengan suara kecil.
"apa Lin?, kamu ngomong apa?." tanya Lisa yang berdekatan dengan Lin shi.
"tidak apa-apa Lis, aku hanya berpikir sesuatu saja, jangan di pikirin." jawab Lin shi yang lalu melihat ke arah Lusi.
sedang kan Lusi sendiri, dia masih terdiam dan menatap pria itu dengan seksama.
"kasihan sekali, padahal dulu waktu itu dia sangat bersih dan sehat. kenapa dia yang sekarang seperti ini, aku takut ayah ku juga memiliki nasib buruk seperti itu, apalagi dia jarang kerja." bathin Lusi yang mengkhawatirkan kondisi keluarga nya.
__ADS_1