Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 100 "kehidupan Mu Xiao"


__ADS_3

disisi lain lagi, Mu Xiao yang masih mengendarai motor kini terdiam dan lalu pergi ketempat warung untuk makan.


disitu terdapat beberapa orang yang sedang membeli, Mu Xiao pun terus melihat namun tidak berkata apa-apa agar tidak ketahuan.


namun beberapa menit kemudian, tiba-tiba ada seseorang yang sudah mencurigai gerak gerik Mu Xiao, ya orang itu adalah salah satu fans nya di media sosial.


saat ia melihat gaya dan juga postur tubuh nya, dengan segera ia menghampiri dan lalu berkata...


"kau adalah Mu Xiao kan?, seleb terkenal itukan?." tanya seseorang dengan suara wanita.


karna merasa tidak kenal dan juga takutnya terjadi apa-apa, dia malah tidak mengakui, malahan dia menggeleng kepala.


"bukan, aku bukan Mu Xiao yang kau bilang." jawab Mu Xiao yang mencoba ingin melarikan diri.


karna masih merasa kurang aman, dia pun memilih pergi dan menaiki motor nya tanpa berkata-kata lagi.


menit ke menit telah berlalu, kini Mu Xiao sudah sampai di rumah mewah nya. rumah itu adalah hasil kerja keras nya selama bertahun-tahun.


ternyata selama ini, dia bekerja menjadi seorang gamer profesional. dalam bidang lain dia juga menguasai bidang usaha.


usaha yang ia miliki adalah sebuah restoran yang lumayan cukup viral pada masa nya. di situ ia mulai bisa menabung dan bekerja keras untuk hal yang baik.


dan sekarang usaha yang kini ia kembangkan sudah sukses, dia juga termasuk salah satu pemuda yang sukses sekarang ini.


"kehidupannya lama yang begitu indah, aku benar-benar merindukan waktu dulu." ujar Mu Xiao yang malah kembali mengingat masa lalu.


masa lalu yang pernah ia alami, selama beberapa tahun dia menjauh dari Lusi, kini dia malah merindukan nya...

__ADS_1


"sudah satu tahun Lusi pergi, kenapa aku malah merindukan nya?." ujar Mu Xiao yang membuat Lusi sadar.


seketika Lusi menegak kan kepala nya dan membathin...


"Mu Xiao?." bathin Lusi yang sadar akan hal itu.


setelahnya Mu Xiao yang masih membathin Lusi kini malah menghela nafas...


dia bingung harus apa, dia bingung harus melakukan apa kali ini. dia masih malu untuk berkata jujur kepada Lusi, dia malu karna dulu dia lah yang membuat Lusi menjauh dari nya.


"aku bodoh, aku bodoh kenapa dulu aku malah membuat dia menjauh dari ku. jika saja waktu itu aku mendengar kan perkataan dia dan juga waktu itu aku tidak marah, mungkin saja kejadian seperti ini tidak akan terjadi. aku bodoh, aku malah membiarkan dia pergi begitu saja, kini aku malah menyesal telah membuat seperti itu." ujar Mu Xiao yang tanpa sengaja menetes kan air mata.


jika membicarakan tentang kehidupan lama Mu Xiao, sebenarnya kehidupan lama nya sangat lah enak. dibanding kehidupan lama Lin shi, Mu Xiao sudah dari kecil hidup dengan kemewahan.


wajar saja ia selalu di perhatikan dan juga selalu dimanfaatkan, Lusi sebagai teman kecil nya, selalu mencoba memperingatkan dia agar tetap waspada.


Lusi selalu takut terjadi apa-apa dengan nya, namun apa tanggapan nya begitu sangat kejam dan sangat tidak dikasih hati.


karna dia pikir orang tidak mampu akan memanfaatkan kebaikan nya untuk kepentingan pribadi orang itu.


namun siapa sangka, orang yang dulu nya ia katai, kini malah menjauh dan sudah terbukti orang yang selalu ia bela lah adalah orang yang selalu berniat memanfaatkan diri nya.


namun disaat dia kesusahan, orang yang selalu ia baiki malah menjauh satu persatu. malahan Lusi yang terlihat masih peduli hanya terdiam karna ia takut akan di katai lagi.


itu sudah pasti, perkataan yang begitu menakutkan membuat Lusi sering sakit hati.


namun setahun lalu, di saat ia mendengar kabar Lusi tiada, dia juga ikut terkejut. dia tidak percaya orang yang dulu nya peduli dengan nya pergi begitu cepat.

__ADS_1


awal nya ia ingin mengunjungi untuk yang terakhir kali nya, tapi sayang nya ia tak mampu melakukan. jika di ingat-ingat lagi dia begitu sering membuat Lusi terluka jadi dia sudah tidak mau melakukan itu lagi.


dia hanya bisa bersedih lewat jarak jauh, dia masih tak menyangka apa yang ia dengar begitu sangat menyedihkan.


"Lusi maafkan aku, aku tau kesalahan ku dulu itu sangat berat. ku mohon maafkan kesalahan ku, aku tau, aku salah karna tidak mendengar kan perkataan mu. aku juga merasa bersalah karna dulu aku malah tidak mendengar kan peringatan mu." ujar Mu Xiao yang terdengar oleh Lusi.


Lusi yang berada di kelas kini hanya mendengar dengan seksama. bukan karna apa-apa, tapi saat ini ia malah merasa terganggu dengan hal ini.


"sungguh ini adalah Mu Xiao, kenapa terasa kesal saat mendengar suara nya." bathin Lusi yang lalu di jawab perlahan oleh Lin shi.


"wajar saja kamu kesal lus, orang dia aja yang buat masalah kok. kau kalo kesal sama dia nggak masalah kok, emang dia kan yang salah." ujar Lin shi yang membuat Lusi kaget.


"bagaimana kau tau aku pernah mengenali nya?." tanya Lusi dengan tatapan dingin.


"anu....soal itu aku hanya dengar-dengar saja, btw jangan marah dulu. aku benar-benar tidak menguping atau pun mencari tau tentang mu kok." ujar Lin shi yang lalu tidak di respon oleh Lusi.


dia malah terfokus pada pelajaran dan juga bathin dari Mu Xiao. dia ingin mendengar seberapa tulus nya perkataan Mu Xiao itu kepada nya.


disaat ia mendengar kan itu, tiba-tiba guru nya datang dan lalu bertanya kepada Lin shi.


"ehemmm...Lin shi, jawab pertanyaan yang ada di papan tulis itu!!." ujar buk guru yang membuat Lin shi kaget dan tersadar dari lamunannya.


"maaf buk, ibu bicara apa sama saya?." tanya Lin shi yang lalu membuat ibu guru nya menghela nafas.


"Lin shi, sudah beberapa hari ini kamu sering sekali melamun dan juga menghela nafas. sebenarnya kamu punya masalah apa sih?, kok sampai bisa membuat dirimu seperti ini. Lin shi, dengar kan ibu, ibu tau kamu anak pintar dan rajin, tapi ibu juga ingin kamu menjadi anak periang dan juga semangat seperti dulu." ujar buk guru yang lalu menepuk bahu Lin shi.


"hanya masalah kecil kok buk, tidak perlu di tanya lagi. emang nya saya terlihat seperti orang dingin ya buk?." tanya Lin shi yang lalu di jawab oleh guru.

__ADS_1


"banget, kamu malah semakin dingin dan seperti nya susah di ajak komunikasi." ujar buk guru yang berjalan ke arah papan tulis.


dia pun kembali menjelaskan dengan cermat, hingga akhirnya pada menit untuk menuju istirahat, Carol malah maju kedepan dan memberi laporan yang pasti nya membuat semua orang terkaget.


__ADS_2