Reinkarnasi

Reinkarnasi
Part 92 Depresi


__ADS_3

Di rumah Juli, Amar yang saat itu tidur menemani Juli. Ia mulai menyadari kalau Juli tidak ada di tempat tidurnya. Melihat hal itu, ia pun seketika ia langsung kebingungan dan panik dengan apa yang terjadi. Ia melihat ke sana kemari untuk mencari keberadaan Juli, ia mencari Juli di setiap ruangan yang ada di rumah nya, namun Juli masih saja tidak di ketemukan.


Waktu itu, Juli masuk ke dalam rumah melalui jendela rumah Amar, menyadari Juli habis dari luar Amar pun langsung menghampiri Juli yang saat itu terlihat seperti orang yang tidak ada nyawanya.


"Juli, kamu dari mana saja? Aku mencari kamu kemana mana?" tanya Amar kepada Juli dengan khawatir sambil memeriksa keadaaan Juli yang saat itu hanya diam dengan tatapan mata yang terus membuka tanpa mengedipkan matanya.


Tapi tiba-tiba, Juli memegangi kedua lengan Amar yang sedang panik saat itu.


Ia kemudian menatap tajam wajah dari Amar, dan dengan nada serius Juli mengatakan kepada Amar kalau ia tahu siapa orang yang menyuruh Handi menembakkan Juli. Saat itu Juki mengatakan nya dengan tidak tenang dan gelisah.


"Amar, kita harus tangkap dia Amar, dia harus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, aku mohon kepada kakak!."


"Siapa yang harus di tangkap dan... Dari mana kamu tahu pelaku penembakan itu bukannya Handi?" tanya Amar dengan berusaha menenangkan Juli.


Mendengar jawaban itu, Juli pun menjelaskan kepada Amar sambil sesekali membayangkan kejadian saat sebelum dirinya pulang ke rumah. Ia menceritakan kepada Amar kalau dirinya bertemu dengan Handi di kantor polisi untuk membalas atas kematian Jihan, namun saat ia sudah berhasil melepaskan Handi ia justru memohon kepada Juli dan menceritakan hal yang sebenarnya terjadi sebelum dirinya menembak Jihan.


Mendengar ucapan dari Juli, Amar sempat terkejut dan ia tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Juli. Hal itu terjadi karena orang yang menyuruh Handi untuk membunuh Juli adalah anak buah Juli sendiri.


Saat itu, Juli terlihat sangat tidak tenang dan dirinya berusaha membujuk Amar untuk melakukan apa yang di inginkan nya hingga membuat Ibu Amar dan anggota keluarga yang lainnya terbangun dari tidurnya mendengar teriakan Juli yang menginginkan Amar untuk menangkap anak buahnya yang sudah merencanakan pembunuhan ini.


"Ada apa ini Juli, Amar?" tanya Ibu Amar melihat Juli yang tidak tenang dan teriak teriak histeris menginginkan anak buahnya di tangkap.

__ADS_1


Saat itu, Amar memeluk Juki dengan sangat erat. Namun, Juli masih saja tidak bisa di kendalikan dan ia terus meronta ronta dengan mengatakan "tangkap orang itu" berulang kali.


Menyadari hal itu, Verdi yang seorang dokter pun ia langsung mencari suntikan dan obat bius agar Juli tidak sadar. Dengan tingkah yang gugup dan tergesa gesa, Verdi pun berhasil menemukan suntikan yang ia cari berserta obat bius.


Melihat hal itu, Verdi pun langsung memasukkan obat bius itu kedalam suntikan, setalah itu ia menghampiri Juli. Ketika ia sudah berada di dekat Juli dan Amar, Verdi pun meminta Ibu Juli dan Ibu Amar memegangi Juli membantu Amar.


Setalah semua orang sudah berhasil memegang Juli, Verdi pun menusukkan obat bius itu ke salah bagian tubuh Juli hingga membuat Juli langsung pingsan dan tidak berdaya.


Setalah melihat kalau Juli sudah tenang dan ia tidak sadar kan diri karena obat bius itu, Amar dengan Verdi pun mengangkat Juli dan menidurkan Juli di atas tempat tidur.


"Ada apa Amar? Kenapa Juli bisa seperti ini?" tanya Ibu Amar dengan khawatir kepada Juli yang bisa histeris seperti itu.


Ia juga menceritakan kalau Juli datang ke kantor polisi untuk membalas dendam atas kematian Jihan, pada saat itu semua orang hanya diam mendengarkan apa yang di ceritakan oleh Amar.


Setalah itu ia melanjutkan kembali bercerita kalau Juli mengetahui kalau Handi di suruh seseorang untuk menghabisi nyawa Juli, tapi sayang apa yang di harapkan Handi tidak sesuai dimana dia justru menembak Jihan.


Ia juga menjelaskan kepada orang orang  kalau Handi menyesal atas apa yang di lakukan kepada Juli.


Mendengar cerita dari Amar, tiba tiba terlintas di benak Ibu Amar pertanyaan tentang siapa yang ingin membunuh Juli.


"Kalau memang orang yang merencanakan pembunuhan Juli adalah anak buahnya sendiri. Lalu siapa dia?" tanya Ibu Amat kepada Amar.

__ADS_1


Namun tiba-tiba berubah di mana saat itu seorang laki laki tengah duduk di sebuah kursi dengan kaki berada di atas meja dengan  sepatu hitam berada di rumah Juli. Ia terlihat seperti seorang bos, namun saat itu laki laki itu masih tidak terlihat wajahnya ia hanya memperlihatkan anggota tubuhnya dan sebatang rokok yang sudah berada di tangannya.


Sesosok itu pun sangat di pertanyakan oleh keluarga Amar dan keluarga Verdi.


Pagi hari pun tiba, saat itu Juli masih belum terbangun dari pingsannya. Namun, di waktu itu Amar terus menunggu atas kesadaran Juli. Saat itu, ia hanya menundukkan kepalanya melihat keadaan Juli.


Beberapa saat kemudian, Ibu Juli datang dengan membawa segelas kopi di atas sebuah nampan.


"Amar, kopi?" tanya Ibu Juli dengan berjalan mendekati Amar. Amar yang mendengar hal itu pun ia langsung meninggikan kepalnya dan melihat ke arah Ibu Juli.


"Seharusnya tidak perlu repot seperti ini Nyonya," jawab Amar dengan merasa tidak enak kepada Ibu Juli.


"Tidak papa, gimana keadaan Juli ? Apa keadaan nya sudah ada perubahan?" tanya Ibu Juki dengan penuh perhatian. Mendengar ucapan itu, Amar pun bangun dari duduknya dan dirinya berdiri di hadapan Ibu Juli.


"Sejak kapan Anda peduli dengan Juli?" tanya Amar dengan anda serius dan tegas di hadapan Ibu Juli.


"Saya orang jahat Amar, tapi saya adalah seorang Ibu. Saya yang membesarkan Juli, maka itu walaupun hanya sedikit saya punya perasaan kecewa dan cemas melihat keadaan Juli!."


Mendengar jawaban dari Ibu Juli, Amar pun seketika langsung diam saja dan ia kembali duduk di sofa yang berada di dalam ruangan itu. Setelah itu, Ibu Juli pun pergi dari kamar yang di tempati oleh Juli dan Amar.


Saat Ibu Juli meninggalkan kamar yang di tempati oleh Juli, pandangan mata Amar langsung tertuju kepada Ibu Juli yang melangkah menjauhi kamar Juli.

__ADS_1


__ADS_2