
setelah itu Lin shi dengan segera berlari kesana, dengan nafas yang ngos-ngosan dia pun berbicara....
"kalian tidak pulang?." tanya Lin shi yang penasaran.
"kami tidak bisa pulang tanpa dirimu Lin, kami mengkhawatirkan kondisi mu di dalam, bagaimana sudah selesai urusan nya?." jawab Revan yang lalu kembali bertanya.
"sudah tuntas, semua hal sudah beres. untung nya akal ku banyak, jadi semua masalah selesai tanpa harus ada kekerasan." jawab Lin shi yang membuat Gu Qinzhang terdiam.
dia merasa sedikit rindu dengan Lisa, apalagi saat kejadian itu, dia sedikit merasa tak rela akan hal itu.
"kenapa aku tidak bisa melupakan dia." bathin Gu Qinzhang yang membuat Lusi kaget.
"maksud dia apa?, dia tidak bisa melupakan siapa?, aku harus mencari tau tentang dia. sekarang aku malah menyurigai Gu Qinzhang kali ini, tapi secara keseluruhan saat aku menyelidiki dia tidak ada kaitan sama sekali. tapi aku heran jika itu anak buahnya, maka kerjaan apa yang ia lakukan?." bathin Lusi yang terus bercampur aduk.
dia bingung harus menjawab bagaimana, semua hal terselesaikan, kecuali kasus Lisa. ini agak sedikit sulit di selidiki dan di tebak.
semakin ia banyak memikir, semakin sakit kepala nya Kabuh begitu saja. ini bukan yang pertama kali ia tiba-tiba merasa kan sakit kepala.
Revan yang melihat Lin shi begitu seketika penasaran dan lalu bertanya kepadanya.
"ada apa Lin?." tanya Revan yang merasa cemas dengan Lin shi.
apalagi Lin shi daritadi memegang kepala nya dengan kuat, seperti sedang mengalami sakit kepala.
"tidak masalah Rev, hanya saja tiba-tiba kepala ku sedikit sakit. tapi tidak masalah, setelah beberapa menit kemudian dia akan baik-baik saja. owh iya kalian masih mau main wahana?." tanya Lin shi yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
"lebih baik kita pulang aja, melihat kondisi mu yang seperti ini takutnya akan ada bahaya." ujar Yi Xuan yang sama-sama khawatir dengan kondisi Lin shi.
bukan hanya Revan dan Yi Xuan, tapi teman-teman nya yang lain juga begitu. mereka sama-sama mengkhayal kondisi Lin shi yang sering kali pingsan.
ini bukan pertama kalinya Lin shi pingsan, jika terulang lagi takut nya mereka malah khawatir dengan kondisi begitu.
__ADS_1
"benar sekali, nanti kapan-kapan kita baru bermain lagi deh. tapi kali ini lebih baik kita pulang aja." jawab Yuan yang lalu disetujui mereka.
mereka pun berjalan bersama-sama ke parkiran. namun sesaat sampai disana, Revan yang mengkhawatirkan Lin shi segera berkata sesuatu.
"Lin shi, kamu ikut dengan ku saja, aku takut kamu nggak kuat naik motor nantinya. owh iya yang bisa naik motor siapa?, bisa tolongin naik motor Lin shi nggak?." ujar Revan yang lalu dijawab oleh Xiao Bai.
"aku sering naik motor, jadi aku yang naik motor nya. owh iya bos, bos mau aku bonceng?." tanya Xiao Bai yang lalu di angguk oleh Gu Qinzhang.
setelah nya mereka bergegas pergi dari sana, semua nya kecuali Lin shi, Lisa, dan juga Lun Jue. mereka masih berada disana untuk bermain-main.
Lin shi yang sudah tak tahan lagi dengan segera menyender kepala nya di punggung Revan. Revan yang sadar dengan segera menyeimbangkan motor.
"Lin shi nampak tak sehat kali ini, apa lebih baik aku bawa dia ke rumah sakit ya?." bathin Revan yang merasa khawatir.
Lusi yang sadar hal itu dengan segera menggerakkan kepala nya....
"jangan cemas, aku baik-baik saja kok, nanti saat sampai di rumah aku langsung istirahat." ujar Lin shi kepada Revan.
"iya Rev, aku pasti langsung minum obat kok, kamu tenang saja." jawab Lin shi yang lalu tersenyum tipis.
selama diperjalanan mereka berdua banyak bicara, terkecuali teman-teman nya yang lain. mereka malah terdiam hingga membuat kedua nya heran.
"teman-teman kenapa diam aja ya?." tanya Lin shi yang penasaran dengan mereka.
"tau sendiri mungkin mereka lagi sibuk mikirin hal lain." jawab Revan di penuhi dengan tawa.
"bisa aja kamu Rev." ujar Lin shi yang sama-sama tertawa.
menit ke menit telah berlalu, kini tanpa waktu lama mereka akhirnya sampai di rumah Lin shi.
mereka semua masuk ke halaman depan rumah Lin shi, disana sudah ada adiknya yang menunggu dengan wajah cemberut.
__ADS_1
saat Lin shi turun dengan segera adik nya berlari kearah nya dengan nada kesal.
"kakak jahat, kakak tidak menepati janji kakak, katanya lain kali kakak akan mengajak ku." ujar adikny yang lalu membuat Lin shi tersenyum.
"maafin kakak ya, lain kali kakak janji deh. owh iya nih buat adik kakak beliin sesuatu yang pasti nya adik suka. btw dimana ayah dan ibu?, apakah mereka didalam?." tanya Lin shi yang lalu di jawab langsung oleh ayah nya.
"ayah disini, kenapa mencari kami?." tanya balik ayah nya sambil tersenyum.
"yah, ini buat kalian semua, aku tau kalian suka martabak jadi aku beli sekalian." ujar Lin shi yang lalu tersenyum ramah.
"buat yang lain mana?." tanya ibu nya yang lalu di jawab oleh Lin shi.
"ada dong Bu, nih aku juga beliin buat mereka. anggap hari ini hari kita bersenang-senang bersama. mungkin kapan-kapan kita bisa liburan bareng." ujar Lin shi yang penuh dengan candaan.
mereka semua tertawa dengan ceria, bahkan Lin shi yang tadi nya lemas malah kembali bersemangat.
dia tau harus melakukan apa, dia juga tau tugas utamanya apa, jadi sudah pasti masalah seperti ini bukan lah masalah untuk nya.
membuat orang bahagia adalah impian nya juga, apalagi dia cukup senang melihat tawa seperti itu.
seakan-akan semua masalah lain sudah selesai.....
"seandainya kehidupan ku dulu nya seperti ini, pasti nya aku sudah bahagia dengan sendirinya." bathin Lusi yang penuh dengan kerinduan.
dia terus menunduk membayangkan kedua orang tua nya yang ntah kemana sekarang....
"aku merindukan mereka, walau mereka tidak baik kepada ku, tapi setidaknya mereka adalah orang tua ku. sudah sewajarnya jika aku merindukan mereka." ujar Lusi yang terus menunduk.
dia tidak tau harus apa, dia bingung harus memulai dari mana. semua hal terjadi begitu saja, hal yang tidak seharusnya ia lakukan.
dia bingung ingin menceritakan segala nya, tapi dia takut jika suatu hari dia akan di manfaatkan.
__ADS_1
"ayah, mamah, kalian berdua bagaimana kabar nya?, apakah kalian baik-baik saja bersama dengan anggota keluarga baru?." bathin Lusi yang penuh dengan derita.