Reinkarnasi

Reinkarnasi
Part 25 Kemarahan Ibu Verdi kepada Verdi


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, terlihat orang misterius itu sudah berada di dalam sebuah mobil. Ia terlihat terus memandangi rumah sakit selama beberapa, setalah itu ia pergi dari tempat itu.


Tak berselang lama, orang misterius itu sampai di sebuah rumah mewah yang tidak lain adalah rumah yang di tempati oleh Verdi. Saat itu ia terus memandangi rumah itu dengan terlihat sangat marah, saat itu ia ingin keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah itu namun saat ia ingin berjalan masuk kedalam rumah itu penjaga yang menjaga Ibu Juli tengah malam keluar dari rumah. Melihat hal itu, orang misterius itu langsung kembali bersembunyi dan masuk ke dalam mobil, ia kemudian menghidupkan mobilnya dan pergi dari tempat itu. Entah apa yang di pikiran oleh laki laki itu, hingga membuat dirinya pergi dari tempat itu dan tidak jadi ke rumah mewah itu.


Malam hari pun tiba, Ibu Juli terlihat baru saja sadar. Melihat ibunya sadar, Verdi pun masuk kedalam kamar ibunya dengan membawa nampan yang berisi makanan.


"Ibu makan ya," pinta Verdi dengan baik kepada ibunya.


"Verdi, apa Tuan masih belum pulang?" tanya Ibu Juli dengan nada rendah dan terlihat sangat lemah, saat itu ia terlihat sangat pucat.


Mendengar ucapan itu ,Verdi pun kembali mengingat ketika si supir jatuh dari ketinggian dan menimpa mobilnya. Ia mengingat hal itu selama beberapa saat, ia kemudian berusaha melupakan hal itu dengan mengatakan kepada ibunya kalau si supir tengah pergi ke luar negeri untuk melakukan meeting dengan salah satu perusahaan terkenal dunia. Mendengar ucapan Verdi, Ibu Juli terlihat sangat bahagia lalu ia tersenyum kepada Verdi dan menerima makan malam yang sudah di siapkan oleh Verdi dan ia terlihat sangat lahap untuk memakan makan malam itu. Ketika Ibu Juli dan Verdi tengah makan malam, orang misterius itu kembali muncul di dekat jendela. Saat itu Verdi masih belum menyadari kalau ada orang misterius itu, setelah ia menyadari kalau ada orang misterius itu di dekat jendela, ia mulai berkeringat dan ia terlihat ketakutan melihat orang misterius itu. Hal itu bukan karena sebab, namun hal itu terjadi kerena orang misterius itu berdiri dengan sebilah pisau di tangannya yang terlihat dari bayangan orang misterius itu.


"Ada apa Verdi?" tanya Ibu Juli saat melihat Verdi yang berkeringat panas dingin di dekatnya.


"Tidak ada papa bu, Ibu lanjutkan makan Verdi mau keluar dulu!" jawab Verdi. Mendengar ucapan itu, Verdi pun langsung bergegas menuju ke halaman rumah untuk menemui orang misterius itu.

__ADS_1


Saat Verdi sudah berada di luar rumah, Verdi langsung menghampiri jendela tempat orang misterius itu berdiri namun saat itu orang misterius itu sudah pergi dari tempat itu. Melihat hal itu Verdi pun akhirnya terlihat kebingungan dan menatap ke sekitar tempat tinggal itu. Tiba tiba si penjaga datang menghampiri Verdi yang terlihat Kebingungan.


"Den Verdi, ada apa? " tanya si penjaga setelah berada didekat Verdi.


"Pak, bapak melihat orang pakai pakaian serba hitam apa tidak tadi?" tanya Verdi.


"Tidak Den, saya tidak melihat siapapun!" jawab si penjaga itu.


Mendengar jawaban dari si penjaga, Verdi pun akhirnya memilih untuk diam dan tidak mengatakan sepatah katapun. Ia kemudian pergi dari tempat itu dan meninggalkan si penjaga itu.


Saat ia berada di dalam kamar ibunya, Verdi terlihat sangat terkejut hal itu terjadi karena ia melihat barang barang di dalam kamar ibunya sangat berantakan dan ibunya menangis di lantai. hingga sesenggukan. Melihat hal itu, Verdi pun datang ke menghampiri ibunya dan memeluk ibunya, namun saat ia memeluk ibunya. Ibu Juli menolak dan mendorong Verdi dengan sangat kasar, hal itu bukan karena sebab, hal itu terjadi karena Ibu Juli melihat surat dan foto yang dikirimkan oleh orang misterius itu kepada Verdi.


"Kenapa? Kenapa kamu berbohong dengan Ibu?" tanya Ibu Juli dengan sangat marah dan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


"Bohong apa Bu?" jawab Verdi dengan berpura pura tidak mengetahui apa yang di katakan oleh ibunya.

__ADS_1


"Kamu berbohong tentang Tuan, Tuan tidak pergi keluar negeri untuk bertemu Reka kerjanya, iya kan?" ucap Ibu Juli dengan nada tinggi lalu ia berhenti beberapa saat dan mendekati Verdi lalu dengan nada serius ia melanjutkan "Tuan sudah meninggal, iya kan?"


Mendengar ucapan itu, Verdi terlihat sangat terkejut, ia tidak bisa berkata kata dan hanya bisa mendengarkan apa yang di ucapkan ibunya.


"Kenapa kamu terkejut? Bukannya kamu sudah tahu dari awal, kenapa!? Kenapa!? " ucap Ibunya dengan nada kesal kepada Verdi.


Verdi yang melihat hal itu, langsung berusaha memegangi tangan ibunya dan memenangkan ibunya dengan menjelaskan apa alasan Verdi menutupi hal itu, namun ibunya tidak ingin mendengar penjelasan dari Verdi. Ia Justru mengusir Verdi dari ruangan itu dengan cara mendorong dorong Verdi, namun saat itu Verdi tidak ingin pergi dan ingin tetap menemani ibunya.


Mendengar ucapan Verdi yang tidak ingin pergi, Ibu Juli melihat ke arah meja kecil di dekat tempat tidurnya dan di tempat itu ia melihat ada sebilah pisau dan piring buah. Pisau itu terletak di antara buah, melihat hal itu ibu Juli pun langsung mengambil pisau buah itu kalau mengarahkan pisaunya ke arah pergelangan tangannya agar Verdi pergi dari kamar ibunya.


Melihat ancaman ibunya yang tidak main main dengan dirinya Verdi pun akhirnya memilih untuk pergi dari kamar ibunya dengan perasaan sedih dan menyesal atas apa yang terjadi dengan ibunya dan si supir.


Saat Verdi sudah pergi dan keluar dari kamarnya, Ibu Juli menutup pintu kamarnya lalu ia pergi di depan cermin dengan perasaan sedih. Di saat bersamaan orang misterius yang mengirimkan surat itu keluar dari persembunyiannya dan berdiri di belakang Ibu Juli. Tak berselang lama, orang misterius itu terlihat mengarahkan pistol ke arah Ibu Juli, Ibu Juli yang melihat hal itu hanya diam karena ia merasa sudah kehilangan semuanya. Melihat hal itu, orang misterius yang ingin membunuh Ibu Juli pun langsung menurunkan pistolnya dan tidak jadi menembak Ibu Juli.


Di luar kamar ibunya, Verdi terlihat sedih dengan apa yang terjadi, ia hanya dapat menunggu ibunya keluar dari kamarnya dengan keadaan baik baik saja.

__ADS_1


"Maaf kan Verdi Bu, Verdi hanya ingin yang terbaik untuk ibu, tidak ada yang lainnya. Maafkan aku jika sudah menyakiti hati ibu," ucap Verdi dengan sangat menyesal. Matanya terlihat meneteskan air mata, saat ibunya memarahi dirinya karena masalah si supir.


__ADS_2