Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 105 "curiga"


__ADS_3

kini mereka berdua sudah berasumsi bahwa Gu Qinzhang adalah pelakunya, ditambah lagi dengan ada nya penglihatan waktu itu membuat Lusi sadar sepenuhnya.


wajar saja jika dia merasa tak asing dengan suara itu, ternyata jika di dengar lagi, suara itu sekilas memang mirip sekali dengan Gu Qinzhang.


"apa jangan-jangan selama ini, Gu Qinzhang dekat dengan ku hanya untuk memanfaatkan ku. aku curiga, aku merasa bahwa Gu Qinzhang punya maksud tersendiri kali ini. Lin shi, aku harus gimana?, aku bingung sekarang." ujar Lusi yang sedikit merengek karna merasa bingung.


"aku juga tidak tau harus apa lus, tapi aku yakin jika kita terus maju kedepan, mungkin akan ada petunjuk lain nya." jawab Lin shi yang membuat Lusi sedikit lega.


"eummm... seperti nya kali ini aku akan pergi ke sana lagi untuk memeriksa." ujar Lusi yang membuat Lin shi tidak paham.


"aku tidak mengerti maksudmu, kamu mau pergi ke mana lus?." tanya Lin shi yang membuat Lusi sedikit kesal.


"kemana lagi kalo bukan kafe matahari, ingat setelah kita pergi dari situ, kita bertemu dengan Gu Qinzhang di pantai. sebenarnya itu suatu kebetulan, tapi aku mengira itu adalah suatu kesengajaan." ujar Lusi kepada Lin shi.


akhir nya dia paham maksud ucapan Lusi kepada nya, tapi sesaat kemudian, tiba-tiba muncul Kenny dari depan pintu kelas.


dia nampak memperhatikan Lusi dengan begitu seksama. dia sungguh penasaran dengan Lusi, bagaimana bisa dia masuk ketubuh orang lain seperti itu, di tambah lagi roh yang asli ada di dekat nya juga.


dia merasa ada yang aneh di antara kedua remaja itu, dia merasa pasti ada sesuatu sebelum nya.


namun setelah di ingat-ingat lagi, seperti nya dia mulai mengerti alasan kenapa dia tidak bisa keluar dari sini.


alasan nya cukup mudah, sudah pasti karna di hati nya hanya terdapat niatan buruk untuk kedua orang yang pernah menyelakai dia.


"sungguh kejam dunia ini pada ku, tapi jika aku tidak boleh balas dendam, maka ku mohon beri aku keadilan untuk hal ini. semoga kedua orang itu bisa membantu ku untuk pergi dari sini." ujar Kenny yang terus melihat mereka.


disisi lain lagi, Lusi dan Lin shi yang masih berbicara kini malah salah fokus dan melirik ke arah pintu kelas.


Lusi sedikit kaget melihat nya, bahkan karna suara kaget nya, guru dan murid yang ada di sana seketika ikut terkejut melihat Lin shi yang begitu.


terdengar dari suara terkejut itu penuh dengan kecemasan, semua orang melihat Lin shi dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Lin ada apa?." tanya Revan yang khawatir melihat Lin shi begitu.


"tidak ada apa-apa kok, tadi aku hanya terkejut doang. aku kira pintu itu manusia tadi nya." jawab Lin shi dengan sejujurnya.


tapi yang bisa melihat nya hanya Lin shi seorang, yang lain hanya melongo mendengar jawaban Lin shi begitu.


namun Revan yang sudah tau itu segera mendekati Lin shi dan bertanya....


"ada apa Lin?, kayak nya ada sesuatu yang mengganggumu lagi ya?." tanya Revan yang khawatir.


"Rev, kayak nya misi ku kali ini cukup berbahaya. nampak nya beberapa hari ini kalian tidak boleh ada yang mendekat dengan ku, bila perlu kasih tau kepada yang lain. seperti nya misi ini cukup menguras tenaga dan otakku." jawab Lin shi yang lalu menoleh kelain arah.


dia lalu termenung dan tak berbicara sama sekali, guru yang sudah dari tadi memperhatikan Lin shi kini merasa cemas dengan keadaan nya.


dia merasa ada yang aneh dengan anak ini, karna biasa nya dia lumayan aktif dalam belajar, tapi selama beberapa Minggu terakhir, dia nampak begitu murung dan jarang berinteraksi sesama.


dia merasa ada yang menjanggal di Lin shi, karna merasa ada yang aneh, dia berniat ingin menelpon kedua orang tuanya.


tapi jika dia bertanya kepada Lin shi langsung, kemungkinan jawaban nya hanya "tidak apa-apa kok." dan "tidak ada masalah kok buk."


hanya begitu terus menerus, padahal asli nya dia nampak sedikit stres memikirkan sesuatu yang belum tentu orang lain bisa melakukan nya.


karna merasa stres, Lin shi hanya bisa merengek...


"ya ampun, tugas nya lama-lama bikin aku pusing. kapan aku di beri ketenangan sedikit saja, walau hanya sehari saja." bathin Lusi yang merasa sedih.


dia merasa sungguh tak adil, dia pikir ketika dia kembali ke alam manusia, dia bisa hidup dengan bebas tanpa ada gangguan, tapi pada nyatanya dia tetap di buat sibuk seperti ini.


dia merasa dari dulu hingga sekarang nampak nasibnya akan sama seperti dulu lagi. dia hanya bisa mengeluh sedikit tentang itu.


"bersabarlah lus, aku yakin pasti ada jalan untuk kita." ujar Revan yang membuat Lusi kesal.

__ADS_1


"udah ahhh diem kau, saya lebih baik tidur aja dah. aku tidak menyangka reinkarnasi ku sama saja seperti dulu." ujar Lusi yang mengeluh.


"eitsss...jangan bilang begitu, aku merasa kamu jauh lebih baik sekarang. btw saya keluar dulu, mau jalan-jalan bareng yang lain." pamit Lin shi yang menghilang.


Lusi yang melihat dan mendengar itu hanya terdiam dan ternganga. dia tidak bisa apa-apa selain memikirkan banyak hal.


"huwaaa...stres...." teriak dalam hati Lusi....


rasanya ingin meronta-ronta melihat hal ini, tapi sesaat ia ingin menepuk meja, ia tiba-tiba terkaget mendengar bel bunyi.


saat bel itu berbunyi, semua orang nampak senang, tak terkecuali dengan Lin shi. dia nampak murung dan memilih ke lapangan untuk mereda kan emosi nya.


"stres saya woy!!!." teriak Lin shi yang sedang lelah.


namun tak berselang lama kemudian, tiba-tiba telpon nya berbunyi. ternyata orang yang menelpon dia adalah Gu Qinzhang.


dengan segera ia tersenyum dan berkata...


"baru di sebut auto nongol." bathin Lusi melihat handphone nya.


dia pun dengan segera mengangkat telepon nya dan lalu berkata...


"hello." sapaan Lusi lewat telpon.


"hello Lin, btw lagi sibuk nggak?." tanya Gu Qinzhang dengan ramah.


"nggak juga sih, emang nya kenapa bro?." tanya Lin shi dengan santai nya.


"kalo nggak sibuk, malam ini kamu bisa nggak ikut aku ke restoran. aku punya restoran baru nih, aku pengen kamu jadi orang pertama yang mencoba nya, kalo sibuk sih ya nggak apa-apa." ujar Gu Qinzhang dengan nada lesu di akhir kalimat nya.


"tidak sibuk juga, kalo gitu aku mau deh." jawab Lin shi yang membuat Gu Qinzhang kesenangan.

__ADS_1


dia langsung menggenggam tangan Xiao Bai dengan begitu erat. ntah karna dia senang atau gugup tadi nya...


__ADS_2