Reinkarnasi

Reinkarnasi
GOD, i'm falling in love.


__ADS_3

" Hey, bangun". Aku merasakan seseorang menepuk pipiku.


Aku membuka mataku pelan, kemudian mengerjap beberapa kali. Suasana asing yang aku dapati.


Aku alihkan pandangan ke sumber suara tadi dan mendapati seseorang berada di sampingku.


" Apa yang kau lakukan?". Teriak ku dengan keras kemudian bangun dan memundurkan badan ku ke sisi belakang ranjang.


" Apa yang aku lakukan? Aku hanya sedang berusaha, melakukan sesuatu yang seharusnya aku lakukan". Ucapnya sambil memajukan badannya mendekat ke arahku.


" Kau....!." Teriak ku. Dan,,,,,,Pletak...!!!!


"Awww....." Teriak ku.


" Kenapa kau menyentil dahiku?. Sakit tahu....." Teriakku sambil memegang dahiku yang terasa berdenyut.


" Kau pikir aku mau apa?" Ucapnya sambil kembali menyentil kepalaku.


Pletak.....!!!!!


" Awww......, Apa kau gila!" Teriakku lagi.


" Bangun!, dan segera bersihkan dirimu. Termasuk bersihkan otak mu yang kotor itu" ucapnya sambil berdiri.


" Aku sudah menyiapkan pakaian untukmu" lanjutnya.


Aku hanya memperhatikannya yang mulai berjalan menjauh.


" Tunggu!, ini....dimana?" Tanyaku sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.


" Rumahku" jawabnya singkat, kemudian berbalik.


" Jadi bertingkah lah dengan baik di sini, atau...." Lanjutnya dengan ucapan yang menggantung.


" Atau apa....?" Jawabku.


" Aku akan memakanmu!" Jawabnya sambil menatapku lekat.


" Apa?. Tidak ku sangka, selain suka mengganggu, kau juga suka memakan orang. Atau jangan-jangan......" Ucapku terputus sambil menopang daguku seperti tengah berfikir sesuatu.


" Jangan-jangan apa.....?" Dia menaikkan satu alis.


" Kau itu keturunan vampir...." Jawabku sambil mengangguk.


Dia hanya menarik nafas, menekan emosi.


" Hahahaha....lihatlah wajahmu sudah seperti tomat. Sepertinya kau sedang menahan emosi". Tawaku meledak melihat ekspresi nya.


" Apa kau tidak berani marah padaku?" Tanyaku dengan mimik wajah meledek.


" Apa?" Ucapnya.


" Iya, kau hanya menahannya dan tidak berani melampiaskannya padaku" ucapku terus meledeknya.


" Kau.....!!!!! Awas kau.....kemari!!!". dia berlari ke arahku.

__ADS_1


Aku segera melompat dari tempat tidur, berlari ke kamar mandi dan menguncinya. Aku tahu dia pasti sangat marah dan akan melakukan sesuatu padaku.


" Keluar kau....!" Teriaknya sambil menggedor pintu kamar mandi.


" Tidak mau....!" Aku balik berteriak.


" Buka, atau aku dobrak pintunya" dia masih terus menggedor.


" Dobrak saja, kan pintu mu juga yang akan rusak" jawabku santai.


" Oke, apa salahnya hanya merusakkan satu pintu untuk bisa mendapatkan mu" kemudian terdengar suara sesuatu menabrak pintu.


" Tidak!, jika dia benar-benar mendobrak nya maka habislah aku" gumamku.


Braaaakkkk......


Lagi terdengar suara pintu di dobrak.


" Baik, baik. Aku akan keluar. Tapi ijinkan aku membersihkan badanku dulu, tuan muda tampan yang berdiri di luar sana!!" jawabku berusaha memujinya. Sebenarnya aku merasa mual saat mengatakan itu, hahaha....


Dan ternyata trik ku berhasil, sepertinya dia memang tipe orang yang haus akan pujian.


" Baik, aku beri waktu 30 menit. Aku tunggu di meja makan untuk sarapan. Kalau kau tidak keluar juga, maka aku akan memaksamu dengan caraku" ucapnya dengan lantang.


" Ih....ngeri juga orang ini" lirihku.


Kemudian perlahan aku mendengar langkah kakinya menjauh, dan terdengar suara pintu di banting dengan kasar.


" Hah....sepertinya dia sudah keluar. Tapi apa yang terjadi? Kenapa aku bisa berada di sini?" Gumamku.


*******


Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling kamar, kamar yang mewah dan elegan. Dengan segala perabot mahal di dalamnya. Pasti pemilik rumah ini orang yang sangat kaya.


Aku mematut diri di depan cermin, cantik. Ya aku memang sudah cantik dari lahir, hehehehe.


Dan baju yang aku pakai semakin menambah kecantikan ku yang natural, hahahaha....


Key memberiku sebuah gaun ungu tanpa lengan dengan panjang selutut, ya sangat serasi dengan kulitku yang putih bersih.


" Ternyata pandai juga dia memilih baju. Ukurannya pas dengan badanku" ucapku sambil berputar ke kiri dan ke kanan.


Ya, orang yang membangunkan ku tadi adalah key, dan saat ini aku berada di rumahnya.


Tapi yang membuatku penasaran, bagaimana bisa aku tidak sadarkan diri dan berada di tempat ini. Apa sebenarnya yang sudah terjadi.


Aku berusaha mengingatnya, tapi aku tidak dapat mengingat apapun.


Aku berjalan perlahan menuruni anak tangga, sambil memandang ke sekeliling. Aku merasa takjub dengan dekorasi dan isi rumah yang begitu mewah dan elegan.


" Sampai kapan kau akan berdiri disana?" Teriak key saat melihatku mematung di tangga.


" Aku sudah kelaparan karna menunggumu. Turun lah..." Lanjutnya.


Aku mendekati key yang duduk di meja makan, Kemudian duduk di sebelahnya.

__ADS_1


" Kau sarapan apa?" Tanyaku sambil melihatnya.


Bukannya menjawab, dia justru hanya menunduk. Tangan nya terlihat gemetar saat memotong roti di piringnya.


" Apa kau begitu lapar sampai tanganmu gemetar seperti itu" tanyaku sambil mengalihkan pandangan ke arah lain.


Aku begitu penasaran, kenapa rumah ini terlihat sepi. Padahal rumah ini sangat besar, apa tidak ada asisten rumah tangga atau pegawai lainnya.


Saat berbalik, wajah key sudah berada begitu dekat dengan wajahku. Aku begitu terkejut, sampai nafasku terasa sesak.


Aku menelan salivaku, sambil terus menatap wajah nya. Hembusan nafasnya begitu terasa, mengenai wajahku.


Dadaku berdetak cepat, ada desiran perasaan aneh yang menyeruak masuk ke dalam hati. Darahku juga mengalir cepat, membuatku tidak dapat berfikir untuk saat ini.


Aku seperti tersihir oleh ketampanan key, bahkan saat tangannya mengelus pipiku, aku tak menampiknya.


Perlahan, key mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berbisik,


" Kau yang membuat tubuhku gemetar, aku begitu kelaparan menantikan saat dimana aku bisa duduk di sampingmu. Aku begitu beruntung bisa bertemu dan menatap mata indah milik mu. Mata yang selalu bisa membuatku terhanyut dalam keteduhannya" ucapnya pelan.


Aku merinding mendengar kata-katanya, entah kenapa hatiku begitu tergelitik.


Perlahan key meniup lembut telingaku, membuat tubuhku menegang. Kemudian key menarik tubuhnya, dan menjauh dariku.


Key melanjutkan sarapannya seolah tidak terjadi apa-apa. Sedangkan aku, masih berusaha mengumpulkan kesadaran ku yang telah di luluh lantahkan oleh key.


" Apa kau hanya akan diam mematung seperti itu? Kau tidak ingin sarapan?" Tanya key sambil tersenyum licik ke arahku.


Aku menarik nafas, dan menghembuskan nya dengan kasar. Tidak berani menatap ke arahnya.


" Ada apa dengan diriku?. Kenapa aku berharap key melakukan lebih dari itu? Hah...." Batinku.


" Ini..." Ucap key sambil menyodorkan sendok berisi potongan roti padaku.


" Makan lah...." Lanjutnya.


Aku menatap manik matanya. Mata yang tajam tapi sangat indah.


" Apa yang kau lihat?" Tanya key.


" Tidak ada!" Jawabku kemudian hendak berdiri. Tidak kuat lama-lama berada di sampingnya.


" Aku bisa jatuh cinta padanya kalau begini" jeritku dalam hati.


Key mencekal tanganku, dan menariknya. Sehingga membuatku jatuh terduduk di atas pangkuannya.


" Apa benar kau tidak melihat apapun?. Coba kau lihat sekali lagi" perintah key.


Aku pun seperti terhipnotis dan melakukan apa yang key perintahkan. Dalam aku menatap matanya, dan melihat sesuatu di sana.


" Aku,.....aku melihat diriku di sana" bisik ku pelan.


Key tersenyum, dan melingkarkan tangannya di pundakku.


" Itu artinya, kau adalah milik ku. Dan aku ingin, kau selamanya berada di sana. Dan tinggal di dalam sini" ucap key, sambil membawa tanganku menyentuh dadanya.

__ADS_1


*********


__ADS_2