
Malam telah berganti dan
pada saat sebelum matahari terbit,
tianchi dan para prajuritnya sudah siap
untuk berangkat ke medan perang,
akan tetapi mereka masih menunggu
kedatangan Hai fengsi yang tak kunjung
junjung keluar dari dalam gua tersebut,
tianchi dan para pasukan sangat panik
jika terjadi sesuatu ke pada Hai fengsi
tetapi Tianchi diamanat kan
Hai fengsi untuk memimpin pasukan
jika ia tak muncul juga maka tianchi
lah yang akan memimpin pasukan
ini ke medan perang ia mengemban
tanggung jawab yang sangat berat
sementara waktu sudah
semakin habis dan akhir nya mereka
memutus kan untuk segera melanjutkan
perjalanan mereka dengan meninggal kan
Hai fengsi dan shetong.
"Semuanya... dengarkan karena pangeran
belum tiba juga di hadapan kita,
sementara matahari sudah mulai terbit
kita tidak bisa menunggu lama lagi
pangeran Hai fengsi telah berpesan
pada ku, jika ia tidak kembali sebelum
matahari terbit maka.
Aku Tianchi yang akan menjadi
pemimpin kalian dan bersatu
mengalahkan para iblis.
Hidup bangsa peri! " teriakan Tianchi menyemangati para pasukan.
"Hidup.. Hidup.. " Sorak dari para pasukan.
Akhir nya mereka pun bergegas meninggalkan tebing itu bersama
Hai fengsi dan shetong yang entah
nasibnya bagai mana.
Di waktu yang berbeda para iblis
di luar dugaan mereka hapir sampai
__ADS_1
pada benteng pertahanan.
Sementara keadaan di benteng
pertahanan sudah mulai bersiap
menyiapkan anak panah, pedang,
tombak, ketapel raksasa yang berisikan
bola api yang sangat besar ukurannya,
tembok dari benteng pertahanannya itu
sendiri sangat lah tinggi dan gerbang
pintu masuk dari benteng pertahanan itu
di kunci dengan besi yang meleleh
sehingga membuat pintu itu susah untuk
di tembus dan di pintu itu terdapat
lubang yang bisa di buka dan di tutip,
fungsi lubang pada pintu gerbang itu
untuk mengeluarkan tombak dari dalam
untuk menusuk musuh yang ingin
membuka pintu gerbang dengan paksa.
"Bagaimana sudah kau atur semuanya?"
ucap dari seorang jenderal pada
bawahannya untuk memberikan
"Siap jendral, semua sudah berada
pada posisi nya masing masing,
untuk diatas benteng sudah ada
pemanah yang handal siap untuk
meluncurkan ribuan anak panah
pada musuh sehingga dapat
mengurangi jumlah iblis yang akan
memanjat tembok dengan tangga. "
ucap dari seorang komandan.
"Bagus.. kalian pertahan kan tembok pertahanan pertama ini, dan untuk
benteng pertahanan kedua, ketiga
dan ke empat kalian jangan sampai
lengah, walaupun pun beteng pertahanan
pertama sulit untuk di hancurkan akan
tetapi tidak menutup kemungkinan,
bahwa musuh akan lebih kuat dan sulit
untuk di taklukkan, apa kau sudah
__ADS_1
mengerti kalau sudah, pergilah
kembali ke tugas mu semula. "
"Siap jendral.. hamba akan melakukan
semua yang di perintahkan oleh
jendral, hamba pamit. " memberi salam
pada jendral.
tak lama setelah beberapa jam
kemudian pasukan iblis ber
bondong bondong dengan jumlah
yang tidak bisa di hitung banyak nya,
dan dengan bentuk dan wajah
mereka yang amat sangat
menyeramkan bahkan para
pasukan iblis itu membawa
hewan penghancur yang sangat
besar dan aneh bentuk nya
seperti badak bercula dengan
tanduk nya yang amat panjang
dan kokoh hingga bisa dengan
mudah mematahkan apapun
yang ada di depannya,
bersamaan dengan itu ketika
para pasukan peri melihat
mereka bergetar tubuh mereka
melihat para pasukan iblis yang
luar biasa kekuatannya dan
sangat brutal dalam berperang
tidak kenal ampun.
"Apa kita benar benar bisa menang
melawan mereka. " ucap dari salah
satu prajurit memanah.
"Aku juga tidak tahu, yang pasti kita
harus tetap berjuang sampai
titik penghabisan, walau pun
mati kita di medan perang ini
aku yakin kita pasti tidak akan
mengecewakan leluhur kita.
__ADS_1
Semangat!" jawab dari teman
sebelah nya.