Reinkarnasi

Reinkarnasi
Kengerian para pasukan iblis.


__ADS_3

Malam telah berganti dan


pada saat sebelum matahari terbit,


tianchi dan para prajuritnya sudah siap


untuk berangkat ke medan perang,


akan tetapi mereka masih menunggu


kedatangan Hai fengsi yang tak kunjung


junjung keluar dari dalam gua tersebut,


tianchi dan para pasukan sangat panik


jika terjadi sesuatu ke pada Hai fengsi


tetapi Tianchi diamanat kan


Hai fengsi untuk memimpin pasukan


jika ia tak muncul juga maka tianchi


lah yang akan memimpin pasukan


ini ke medan perang ia mengemban


tanggung jawab yang sangat berat


sementara waktu sudah


semakin habis dan akhir nya mereka


memutus kan untuk segera melanjutkan


perjalanan mereka dengan meninggal kan


Hai fengsi dan shetong.


"Semuanya... dengarkan karena pangeran


belum tiba juga di hadapan kita,


sementara matahari sudah mulai terbit


kita tidak bisa menunggu lama lagi


pangeran Hai fengsi telah berpesan


pada ku, jika ia tidak kembali sebelum


matahari terbit maka.


Aku Tianchi yang akan menjadi


pemimpin kalian dan bersatu


mengalahkan para iblis.


Hidup bangsa peri! " teriakan Tianchi menyemangati para pasukan.


"Hidup.. Hidup.. " Sorak dari para pasukan.


Akhir nya mereka pun bergegas meninggalkan tebing itu bersama


Hai fengsi dan shetong yang entah


nasibnya bagai mana.


Di waktu yang berbeda para iblis


di luar dugaan mereka hapir sampai

__ADS_1


pada benteng pertahanan.


Sementara keadaan di benteng


pertahanan sudah mulai bersiap


menyiapkan anak panah, pedang,


tombak, ketapel raksasa yang berisikan


bola api yang sangat besar ukurannya,


tembok dari benteng pertahanannya itu


sendiri sangat lah tinggi dan gerbang


pintu masuk dari benteng pertahanan itu


di kunci dengan besi yang meleleh


sehingga membuat pintu itu susah untuk


di tembus dan di pintu itu terdapat


lubang yang bisa di buka dan di tutip,


fungsi lubang pada pintu gerbang itu


untuk mengeluarkan tombak dari dalam


untuk menusuk musuh yang ingin


membuka pintu gerbang dengan paksa.


"Bagaimana sudah kau atur semuanya?"


ucap dari seorang jenderal pada


bawahannya untuk memberikan


"Siap jendral, semua sudah berada


pada posisi nya masing masing,


untuk diatas benteng sudah ada


pemanah yang handal siap untuk


meluncurkan ribuan anak panah


pada musuh sehingga dapat


mengurangi jumlah iblis yang akan


memanjat tembok dengan tangga. "


ucap dari seorang komandan.


"Bagus.. kalian pertahan kan tembok pertahanan pertama ini, dan untuk


benteng pertahanan kedua, ketiga


dan ke empat kalian jangan sampai


lengah, walaupun pun beteng pertahanan


pertama sulit untuk di hancurkan akan


tetapi tidak menutup kemungkinan,


bahwa musuh akan lebih kuat dan sulit


untuk di taklukkan, apa kau sudah

__ADS_1


mengerti kalau sudah, pergilah


kembali ke tugas mu semula. "


"Siap jendral.. hamba akan melakukan


semua yang di perintahkan oleh


jendral, hamba pamit. " memberi salam


pada jendral.


tak lama setelah beberapa jam


kemudian pasukan iblis ber


bondong bondong dengan jumlah


yang tidak bisa di hitung banyak nya,


dan dengan bentuk dan wajah


mereka yang amat sangat


menyeramkan bahkan para


pasukan iblis itu membawa


hewan penghancur yang sangat


besar dan aneh bentuk nya


seperti badak bercula dengan


tanduk nya yang amat panjang


dan kokoh hingga bisa dengan


mudah mematahkan apapun


yang ada di depannya,


bersamaan dengan itu ketika


para pasukan peri melihat


mereka bergetar tubuh mereka


melihat para pasukan iblis yang


luar biasa kekuatannya dan


sangat brutal dalam berperang


tidak kenal ampun.


"Apa kita benar benar bisa menang


melawan mereka. " ucap dari salah


satu prajurit memanah.


"Aku juga tidak tahu, yang pasti kita


harus tetap berjuang sampai


titik penghabisan, walau pun


mati kita di medan perang ini


aku yakin kita pasti tidak akan


mengecewakan leluhur kita.

__ADS_1


Semangat!" jawab dari teman


sebelah nya.


__ADS_2