Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 99 "pertemuan yang tak terduga"


__ADS_3

menit ke menit telah berlalu, kini Lin shi langsung pergi dari sana. semua teman-teman nya masih ragu dan masih melihat orang itu dengan seksama.


saat mereka melihat pria itu, dengan segera pria itu langsung membuka penyamaran nya.


"siapa dia?, kenapa dia selalu baik kepada ku, lebih baik yang ini tidak ku sebarkan dulu. biarkan saja, lebih baik video ini menjadi dokumentasi agar suatu hari nanti aku akan bertemu lagi dengan orang ini. bisa-bisa nya kali ini aku berpikir orang itu adalah dia, apa aku sudah gila?." ujar pria itu yang lalu pergi memakai motor.


Lin shi dan juga teman-temannya dengan segera kaget dan ternganga melihat orang itu, mereka bingung harus memberi reaksi apa untuk ini.


disatu sisi, dia nampak seperti penipu yang kaya, disatu sisi lagi Lusi nampak tulus saat memberi sesuatu kepada nya seakan-akan dia mengenali nya.


"s*al orang itu menipu kah lewat konten gini?." tanya Lun Jue yang kesal melihat nya.


"kita tidak tau pasti jawaban nya, jika ingin tau maka harus menyelidiki. seperti nya kali ini kita butuh Lusi untuk membantu." ujar Lin shi yang di sepakati oleh mereka.


mereka sama-sama mengangguk kepala dan mencoba membuat rencana untuk semua ini.


disisi lain lagi, Lusi yang sudah sampai di sekolah kini turun dari motor dan langsung menuju kelas.


tanpa berlama-lama lagi, diri nya sudah tiba di kelas dan menunggu kedatangan Revan.


namun sesaat kemudian tiba-tiba muncul Carol dari luar kelas dan langsung masuk. dia yang melihat Lin shi sudah datang dengan segera mencoba mencari alasan untuk berdebat dengan nya.


"ehhh cowok aneh, tumbenan datang cepat." ujar Carol yang di diam kan oleh Lin shi.


setelah nya melihat tidak ada respon dari Lin shi dengan segera ia maju perlahan dan mendekati nya.


"ehhh cowok aneh, jangan sok deh kau disini, ingat ya urusan kita itu belum selesai sama sekali."

__ADS_1


"urusan apa dan apa saya terlihat peduli dengan itu?." tanya Lin shi dengan singkat namun menyakitkan.


"berani juga ya sekarang, mulai melawan apa yang aku katakan. tapi ingat-ingat lagi, di sini aku berhak segala nya, aku bisa aja bikin kamu di keluarkan dari sini." ancam Carol yang lalu di respon oleh Lin shi.


"keluar kan aku karna apa?, kesalahan yang ku buat apa?, malahan yang ada aku mungkin akan dipertahankan oleh mereka, ingat satu hal di kelas ini aku yang paling pintar dari pada kamu." jawab Lin shi yang lalu berdiri dan pergi ke lapangan.


setelah nya Carol yang masih kesal belum puas akan hal itu, jadi dia membuat berbagai cara agar bisa membuat Lin shi terkena masalah.


"taruh ini aja ahhh....biar nanti Lin shi di hukum." bathin Carol yang mengisi sesuatu ke dalam tas Lin shi.


disisi lain lagi, Lin shi yang sudah tau itu dengan segera tersenyum dan lalu berkata....


"terlalu bodoh." ujar Lusi yang tersenyum melihat kelakuan Carol.


menit ke menit telah berlalu, kini muncul lah Yuan dan juga Xiao Wen. mereka yang melihat Lin shi begitu dengan segera berjalan pelan menuju ke arah nya.


"Carol mau nyari gara-gara lagi sama aku, kayak nya dia punya rencana khusus untuk ku. aku ingin lihat betapa bagus nya drama ini." ujar Lin shi yang masih mengintip.


Yuan dan juga Xiao Wen yang mendengar perkataan Lin shi begitu hanya menggeleng kepala, mereka tak paham maksud ucapan Lin shi.


setelah beberapa lama kemudian, Carol keluar dari kelas, dengan segera Lin shi berpura-pura masuk seakan-akan dia baru sampai di kelas.


saat ia melihat semua nya sepi, baru lah ia membuka tas dan melihat isi yang di taruh oleh Carol.


sesaat ia melihat, ternyata sesuatu itu adalah ponsel kedua milik Carol....


"aku ingin lihat, seberapa pintar nya dia mendrama begini. lebih baik aku sembunyikan ponsel nya di dalam salah satu tas teman Carol." bathin Lusi yang lalu diam-diam menaruh ponsel itu.

__ADS_1


saat selesai melakukan nya dengan segera ia mengeluarkan buku dan membaca nya layak nya seperti orang yang tidak tau apa-apa tentang itu.


disisi lain lagi, Revan yang sudah tiba dengan segera masuk perlahan dan menaruh tas nya di kursi.


"Lin shi tumben cepat datang." ujar Revan yang lalu di jawab oleh Lin shi.


"iya nih Rev, pagi tadi aku kecepatan bangun dan lalu aku sudah sibuk beres-beres pagi nya." jawab Lin shi yang lalu menutup buku nya.


"sama juga Lin, aku juga kebangun pagi tadi. nggak tau kenapa tiba-tiba aku terbangun dengan sendirinya, padahal aku itu lagi mimpi indah banget." ujar Revan yang membuat Lin shi penasaran.


"mimpi apa Rev?." tanya Lin shi kepada Revan.


"mimpi itu aku bertemu dengan orang yang tak terduga, aku bermimpi bertemu dengan Lusi lagi. dia bahkan bilang bahwa dia itu sebenarnya masih hidup, jika saja itu beneran aku mungkin akan mencari nya. walau bagaimanapun dia adalah satu-satunya orang yang mengerti jelas perasaan ku." ujar Revan yang membuat Lin shi terdiam.


"tidak mungkin, bagaimana aku bisa mengatakan itu dengan cepat kepada Revan, tapi jika di ingat-ingat lagi semalam aku juga mimpi bertemu seseorang. orang itu cukup asing dengan ku, dia bukan Revan apalagi Mu Xiao, jadi orang itu siapa ya?." bathin Lusi yang bertanya-tanya.


disisi lain lagi, Lin shi yang masih berada di jalan kini merasa ada yang aneh dengan Lusi.


sesaat ia merasa kan itu, dengan segera ia menghilang dan mengunjungi Lusi di sekolah untuk melihat apa saja yang sekarang ia lakukan.


sesampainya di kelas, Lusi ternyata berbicara dengan Revan. ntah apa yang mereka bicarakan, namun secara tidak sengaja Lin shi malah mendengar isi hati Lusi.


"orang itu terus menerus ada di pikiran ku, aku harus mencoba melupakan nya sebentar. setelah pulang sekolah aku langsung mencari info tentang nya. seperti nya dia mengenali ku dengan jelas." bathin Lusi yang membuat Lin shi kaget.


secara tidak sengaja dia malah teringat dengan hal itu, jika suatu hari itu semua ketahuan, mungkin saja pertemanan baru mereka akan hilang.


Lusi juga termasuk orang yang tidak suka di ganggu apalagi di selidiki dengan begitu teliti. sedang kan Lin shi dia malah menyelidiki latar belakang Lusi dengan teliti.

__ADS_1


bukan karna apa-apa, sebenarnya Lin shi begitu demi Lusi juga.


__ADS_2