Reinkarnasi

Reinkarnasi
episode 120 "akal licik Lin shi"


__ADS_3

setelah berjam-jam Lusi dan Revan tak kembali, Lin shi dengan segera mencoba berbagai macam cara untuk menyelamatkan mereka.


Lin shi terus berpikir dan mondar mandir di sana hanya untuk memikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan nyawa mereka.


"bagaimana cara nya, Lusi dan Revan tidak di ketahui, di mana mereka berada tidak ada satu pun petunjuk, terkecuali jika ia menggunakan bathinnya untuk berbicara dengan ku." ujar Lin shi yang membuat ia ingat satu cara untuk ini.


dengan segera ia duduk dan mencoba menenangkan pikiran, ia mulai memejam kan mata dan berbicara lewat bathin mereka.


"Lusi...Lusi...Lusi...jika kau dengar jawab aku di sini!!." ujar Lin shi yang membuat Lusi sadar.


ia pun dengan segera menjawab di dalam hati nya dengan raut wajah yang sedikit ragu-ragu.


"Lin shi...kau di mana sekarang?." tanya Lusi yang di jawab oleh Lin shi.


Lin shi yang berada di hutan langsung tersenyum, teman-temannya yang melihat itu sadar dan mulai merasa penasaran.


"Lusi, kami berada di daerah belakang sekolah. sekarang bagaimana keadaan kalian, jika kalian merasa kenal dengan tempat itu maka bilang secara langsung. aku akan membantu kalian dari luar sini." ujar Lin shi dengan suara cemas.


"kau tak usah panik Lin, aku sekarang sedang baik-baik saja, di sini juga ada Revan bersama ku. btw soal tempat di mana aku kurang tau Lin, dan juga aku rasa kami sedang berada di rumah pohon seharusnya, dari segi tempat dan juga bau ini sangat khas kayu begitu." jawab Lusi yang membuat Lin shi sadar.


"baik lah kalo begitu." ujar nya yang lalu tak bersuara lagi.


ia pun berdiri dengan wajah serius. Kenny yang melihat itu hanya bersantai di pohon dan berkata...


"kau sudah menemukan petunjuk nya bukan?, rumah pohon di belakang sekolah ini hanya ada satu, aku akan memberi tau kalian di mana lokasi nya." ujar Kenny yang seolah-olah tau yang sebenarnya.


Lin shi yang merasa aneh kini hanya memiring kan kepala dengan raut wajah aneh ia mulai mengernyitkan dahi nya.


melihat wajah heran itu, Kenny langsung berkata lagi...

__ADS_1


"tidak usah begitu, ayo kita pergi, sebelum pergi bagaimana jika kita menyiap kan sedikit hadiah bagus atas kedatangan kita semua ke sana?." saran Kenny yang membuat Lin shi semakin merasa aneh.


"kau berniat menolong, tetapi untuk apa bawa hadiah ke mereka?." tanya Lin shi dengan wajah kesal.


"kau tidak usah kesal, jika kau melihat apa yang ku pegang, mungkin kau sudah paham sekarang." ujar Kenny yang semakin membuat mereka penasaran.


"katakan saja pada kami apa itu?." ujar Lun Jue yang memburu-buru Kenny.


"kalian semua anak muda, selalu saja terburu-buru." ujar Kenny yang lalu meraba kantong celana nya.


ia pun langsung turun dari atas pohon dan memperlihatkan sesuatu dari kantong celana nya. ya benda itu adalah sebuah ponsel milik seseorang.


Lin shi yang melihat itu langsung ternganga, mereka tak menyangka bahwa Kenny bisa memegang benda nyata seperti ini.


"Kenny kenapa kau bisa memegang benda seperti ini?." tanya Lisa yang lalu di jawab oleh nya.


disisi lain lagi, Yuan dan juga Xiao Wen merasa ada yang kurang beres di sekitar mereka. mereka merasa Lin shi dan Revan dari istirahat sebelumnya tidak pernah muncul.


karna merasa khawatir, ia pun akhir nya pergi ke kantor guru dan bertanya kepada guru dari kelas Lin shi...


setelah sampai di kantor guru, mereka pun mengetuk pintu dengan hati-hati. setelah mengetuk pintu, tiba-tiba guru datang dan membuka kan pintu itu.


melihat Yuan dan Xiao Wen yang muncul, buk guru yang mengajar kan Lin shi dan Revan kini langsung membawa mereka masuk.


dengan wajah ketakutan ia langsung berkata...


"ini rahasia kita semua, Lin shi dan Revan di culik oleh orang jahat di belakang sekolah. ibu juga tidak tau, tetapi Lin shi bilang untuk nanti melaporkan semua ini ke polisi. dia bilang mungkin akan ada masalah nanti nya, dari situ ibu mulai khawatir dengan mereka." ujar buk guru dengan wajah yang sedikit panik.


"tenang buk, kita bakalan bantu ibu, inti nya kita jangan bilang ke semua orang." ujar Yuan yang lalu di balas oleh Xiao Wen.

__ADS_1


"kau tenang kan diri mu buk, ada saya di sini pasti saya akan membantu teman saya sendiri." ujar Xiao Wen yang lalu di angguk oleh Yuan.


disisi lain lagi, Lin shi dan yang lainnya sudah berbisik dan membagi tugas mereka masing-masing.


salah satu diantara mereka bertugas mencari tempat itu, namun di salah satu sisi, ada juga yang akan menelpon bantuan.


tugas itu di beri kan oleh Kenny dan Lisa, sedang kan mencari tempat itu tugas dari Lin shi dan juga kedua teman nya.


ia akan mengode jika sudah ketemu dengan tempat itu, sebelum mereka menjalankan misi, Kenny sudah memberitahu mereka lokasi nya.


jadi sudah terbilang bahwa Lin shi merencanakan semua ini dengan matang-matang, dia benar-benar akan mengerah semua nya untuk menolong Lusi dan Revan.


bagaimana pun Lusi adalah wanita yang ia sukai sejak lama, sedang kan Revan adalah pria yang selalu menolong nya.


bisa di bilang Revan sudah menolong mereka berdua secara langsung, namun walau begitu dia juga merasa ada yang sesuatu aneh.


disisi lain lagi, Lusi dan Revan kini merasa kurang aman. namun di balik semua itu, Lusi sudah tau rencana matang dari Lin shi ini.


untung nya saat ia bertarung tadi, ia tak sengaja melepas kan ponsel nya di sana. dengan begini akan lebih mudah nanti nya untuk mereka.


"tak di sangka rencana awal ku benar-benar berhasil." bathin Lusi yang sekarang mulai lega.


ia perlahan mulai tenang dan melirik tempat ini dengan seksama. ia juga masih merasa bahwa tempat ini lumayan bagus juga.


"hey Gu Qinzhang, tempat mu ini bagus juga." ujar Lusi yang lalu di jawab oleh Gu Qinzhang.


"kau benar itu, kapan-kapan kita bisa bermain di sini." jawab Gu Qinzhang yang lalu tersenyum tipis.


"hahahah kau benar tentang itu." jawab Lusi yang lalu membuat Revan kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2