
bulan demi bulan telah di lalui oleh Lusi, banyak tantangan dan juga misteri di luaran sudah di pecah kan. salah satu nya tentang Lun Jue, Lisa, dan juga Kenny.
kini Kenny kembali ke tubuhnya dan melanjutkan sekolah nya kembali. karna wajah nya tak menua, ia memilih berpura-pura menjadi siswa baru.
setelah itu semua hal sudah di selesaikan, sekarang sudah saat nya ujian kenaikan kelas hadir. semua murid berfokus untuk ujian nanti.
salah satu nya Lusi, Yuan, Revan, Xiao Wen, dan juga Kenny. kelima orang itu seperti nya sudah siap untuk belajar. namun hal ini juga yang memberi masalah bagi Lin shi sendiri.
ia malah merasa kesepian karna tidak ada teman-teman nya..
"ha...sepi banget, biasanya dulu Lun Jue dan yang lain nya bakal ngehibur dikit ya walau kadang jokes mereka terlalu garing." bathin Lin shi yang lalu menghilang.
ia pun kembali ke pasar malam dan melihat beberapa wahana. salah satu yang ia lihat adalah wahana rumah hantu, Lin shi merasa senang di sana.
karna di situ terdapat beberapa kenangan indah bersama dengan teman-teman nya. disaat-saat seperti itu, ia malah mengingat kembali hal itu.
hari demi hari telah berlalu, kini ujian tiba. semua murid sudah siap untuk ujian, bahkan Lusi sudah nampak lebih bersemangat dari yang lain.
buk guru yang melihat Lin shi begitu semangat langsung tersenyum dan berkata dengan nada yang menggoda.
"kayak nya di kelas kita sudah ada orang yang nggak sabar buat ujian." ujar guru yang menggoda Lin shi hingga akhirnya ia sadar.
"buk, semangat itu perlu. bagaimana pun ini adalah ujian kenaikan kelas, aku harus berusaha keras untuk belajar kali ini." ujar Lin shi yang mengundang tawa.
bahkan semenjak kejadian itu, Carol nampak diam dan tak mengganggu Lin shi sama sekali. terkadang hal itu juga yang membuat ia merasa aneh.
menit demi menit telah dilalui lagi, begitu cepat waktu, begitu pula dengan ujian mereka. mereka sudah mengisi jawaban dikertas.
ntah itu benar atau salah, semua nya tergantung dengan kepintaran masing-masing. setelah 30 menit kemudian, semua murid memberi kertas jawaban nya.
"ini buk." ujar salah satu siswa yang sudah menyelesaikan ujian nya.
__ADS_1
disisi lain lagi, setelah selesai mengumpulkan jawaban mereka, buk guru langsung berkata sesuatu kepada mereka semua.
"murid-murid, setelah selesai ujian, kita akan mengoreksi jawaban nya. salah atau tidak itu urusan kalian, sebagai pengoreksi." ujar buk guru yang lalu di jawab oleh semua nya.
"baik buk." jawab serentak mereka.
setelahnya bel istirahat berbunyi, semua murid keluar terkecuali Lin shi dan Kenny. nampak nya kedua orang itu saling bertanya satu sama lain.
"lus, minggu depan ada waktu nggak?." tanya Kenny yang lalu di jawab oleh Lin shi.
"ada, minggu depan aku bakal pergi ke sesuatu tempat." jawab Lin shi yang membuat Kenny terlihat aneh.
"begitu ya, yaudah." ujar Kenny yang berlalu pergi keluar kelas.
Lusi yang melihat Kenny begitu, malah merasa aneh. tidak seperti biasa nya ia bersikap begitu aneh dan bahkan bertanya hal seperti itu.
jam demi jam telah berlalu lagi, semua murid sudah menyelesaikan tugas mereka dengan baik. bahkan kali ini mereka pulang lumayan cepat.
"boleh, sekalian aku mau berkunjung kerumahmu. udah lama nggak kesana, terasa banget aneh nya." ujar Revan yang di setiap kata nya terdapat candaan.
setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka pergi dari sana. merekapun pulang tanpa menunggu Yuan dan Xiao Wen.
karna saat istirahat tadi, Yuan dan Xiao Wen sudah berkata kepada Lin shi, Revan, dan juga Kenny bahwa mereka tidak bakal pulang bersama.
namun setelah berkata itu Kenny nampak ikut tak bisa pulang bersama karna ada urusan mendadak. selama di perjalanan, kedua orang itu terdiam hingga tiba-tiba terdengar suara telpon.
seketika motor Lin shi berhenti dan menjawab telpon tersebut dengan tenang.
"hello ini siapa?." tanya Lin shi yang di jawab oleh seseorang.
"ini aku Gu Qinzhang, bagaimana kabar mu?." ujar nya sambil bertanya kepada Lin shi.
__ADS_1
"Gu Qinzhang?, kok kamu bisa pakai telpon?." tanya balik Lin shi yang di jawab oleh nya.
"aku meminta izin kepada polisi, aku ingin bicara sebentar saja kepada mu." jawab Gu Qinzhang dengan jujur.
ia berada di dalam penjara sekarang, terlihat jelas pakaian yang ia kenakan berwarna oranye ciri khas dari para tahanan polisi.
disitu juga terlihat jelas tubuh Gu Qinzhang jauh lebih kurus dari biasa nya, namun walau begitu wajah nya tetap biasa saja.
"owalah gitu, kabar ku baik nih, kalo kamu disana?." tanya balik Lin shi yang di jawab oleh nya.
"aku juga gitu, sekarang keadaan ku jauh lebih baik. aku suka dengan tempat ini, ya walau sedikit kumuh tak masalah bagi ku. lagi pun ini adalah hukuman dari semua kesalahanku dulu, btw aku nitip salah ke ayah dan ibu mu ya." ujar Gu Qinzhang yang lalu di jawab lagi oleh Lin shi.
"iya Gu Qinzhang, tunggu aku selesai ujian, aku akan menjenguk mu di sana." ujar Lin shi yang lalu di balas balik oleh Gu Qinzhang.
"terima kasih, aku tutup dulu telpon nya, karna sudah waktu nya aku selesai berbicara dengan mu." ujar Gu Qinzhang yang lalu mematikan ponsel.
disitu terlihat jelas wajah Lin shi yang merasa tak enak. setelah selesai menelpon, ia kembali berjalan dengan santai dan tenang.
menit demi menit telah berganti, akhir nya mereka tiba di rumah tepat waktu. saat itu juga, sang ibu membuat kue untuk di cicipi.
ini adalah kue resep baru ibu nya, Lin shi dan Revan yang tiba tepat pada waktunya langsung di suruh duduk dan menyicip kue itu.
Lin shi yang pintar merasakan kue atau pun masakan kini langsung menyicip. seketika saat ia menyuap kan kue itu ke mulutnya, rasa manis di dalam mulut nya terasa.
"enak sekali, bu kue apa ini?." tanya Lin shi yang lalu di jawab oleh ibu nya.
"ini ibu juga bingung apa nama nya?, soal nya ini tuh resep baru." jawab ibu nya yang lalu memberi ide kepada Lin shi secara langsung.
karna bentuk kue itu seperti bunga dan berwarna merah, akhirnya ia berkata kepada ibu nya tentang nama kue itu.
"Bu, bagaimana jika nama kue nya bunga merah, itu nama bagus, lihat bentuknya seperti bunga terus warna nya merah sangat cocokkan nama nya." ujar Lin shi yang lalu di setujui oleh semua keluarga dan juga Revan.
__ADS_1